POJOKSATU.id — Selama ini banyak orang menilai kecerdasan manusia hanya dari tingginya skor IQ. Padahal, ada satu aspek penting lain yang justru lebih menentukan: EQ.

IQ dan EQ, Dua Sisi Kecerdasan Manusia

IQ (Intelligence Quotient) diartikan sebagai kemampuan seseorang dalam berpikir, bernalar, hingga memecahkan masalah.

Sedangkan EQ (Emotional Quotient) adalah kecerdasan emosional, yakni kemampuan mengelola emosi, memahami orang lain, dan membangun hubungan sosial yang sehat.

Psikolog Daniel Goleman menegaskan, EQ sesungguhnya lebih berpengaruh ketimbang IQ dalam kehidupan nyata.

Baca Juga: 11 Orang Pintar Indonesia, Penemunya Diakui Dunia, Sebagian Kecil dari Kecerdasan Orang Indonesia

Sebab ukuran kecerdasan standar yang hanya berfokus pada IQ dianggap terlalu sempit.

Sementara itu, Howard Gardner, psikolog lain yang terkenal dengan teori multiple intelligence, menyebut bahwa kecerdasan bukan satu kemampuan tunggal melainkan berlapis, dan setiap orang bisa memiliki kekuatan berbeda.

Apa Itu IQ?

IQ biasanya diukur melalui tes standar yang membandingkan kemampuan mental seseorang dengan rata-rata kelompok sebayanya.

Dulu, perhitungan IQ diambil dari pembagian usia mental dengan usia kronologis, lalu dikalikan 100.

Baca Juga: 10 Orang Pintar Sedunia Berdasarkan IQ Versi CuriousMatrix.com, Einstein Bukan Nomor Satu

Misalnya, seorang anak dengan usia mental 15 tahun tetapi usia kronologis 10 tahun akan memiliki skor IQ 150.

Saat ini, perhitungan dilakukan dengan membandingkan hasil tes terhadap rata-rata kelompok usia tertentu.

Beberapa aspek yang diukur dalam IQ antara lain:

  • Pemrosesan visual dan spasial

Baca Juga: Benarkah IQ Orang Indonesia Rendah? Simak Ini

  • Pengetahuan umum

  • Penalaran cair

  • Memori kerja dan jangka pendek

  • Penalaran kuantitatif

Apa Itu EQ?

EQ tidak kalah penting. Kecerdasan emosional adalah kemampuan memahami diri sendiri sekaligus orang lain. Aspek ini meliputi:

  • Mengidentifikasi emosi pribadi

  • Mengevaluasi perasaan orang lain

  • Mengontrol emosi diri sendiri

  • Memahami kondisi emosional orang lain

  • Memanfaatkan emosi untuk komunikasi sosial

  • Membangun relasi yang baik

EQ tidak bisa diperoleh hanya dengan membeli alat bantu atau mainan.

Namun, kecerdasan emosional dapat dipupuk melalui pendidikan sosial-emosional (SEL) serta pengalaman interaksi sehari-hari.

Baca Juga: Melihat Kecerdasan Buah Hati Sejak Dini, Kenali 6 Tanda Sikap Anak Ini

Faktor yang Mempengaruhi Hasil Tes

Meski sering digunakan, tes IQ maupun EQ masih menuai perdebatan. Beberapa ahli meragukan keakuratannya karena hasil bisa dipengaruhi banyak faktor, antara lain:

  • Status ekonomi

  • Ketidaksetaraan sosial

  • Akses pendidikan

  • Nutrisi sejak kecil

  • Trauma masa kanak-kanak

  • Lingkungan sekitar

Dengan kata lain, skor IQ atau EQ tidak bisa dijadikan tolok ukur mutlak untuk menilai kemampuan seseorang.

Baca Juga: Kecerdasan Otak Bisa Ditingkatkan dengan 9 Tanaman Herbal ini

Semoga informasi ini bermanfaat, ya.

Bantu tulis tanggapan di kolom komentar dan share info ini ya.

Silahkan akses artikel lainnya melalui apps kami: