POJOKSATU.ID- Ketika membicarakan kelas sosial, kita sering kali hanya mengenal tiga kategori: miskin, menengah, dan kaya.
Namun, kenyataannya, ketiga kategori tersebut mungkin masih terlalu sederhana untuk menggambarkan posisi setiap individu dalam masyarakat.
Setiap kategori memiliki tingkatan tersendiri, yang mencerminkan kondisi hidup dan daya beli seseorang dengan lebih rinci.
Mari kita lihat lebih dekat, mulai dari yang paling dasar hingga puncak kejayaan, dan lihat apa yang membedakan satu tingkat dari yang lain.
Baca Juga: Bismillah Karnaval
1. Kemiskinan Ekstrem
Kelas sosial paling rendah adalah kemiskinan ekstrem, di mana seseorang hidup dengan penghasilan di bawah $1,9 per hari (sekitar Rp 45.000).
Mereka yang berada dalam kategori ini sangat kesulitan memenuhi kebutuhan dasar seperti makan, pakaian, dan tempat tinggal. Hidup dalam kemiskinan ekstrem sering kali berarti akses yang terbatas terhadap air bersih, sehingga rentan terhadap penyakit.
2. Kelas Miskin
Mereka yang termasuk kelas miskin masih memiliki pilihan, meskipun terbatas. Di kategori ini, seseorang mungkin tinggal di rumah sederhana dan memiliki pekerjaan yang upahnya cukup untuk kebutuhan pokok.
Makanan pun mungkin sederhana, tetapi setidaknya masih terjangkau. Pendidikan mungkin bisa diperoleh, meski harus penuh dengan penghematan di sana-sini.
Baca Juga: Bey Machmudin Dorong Blockchain di Tata Kelola Pemerintahan, Tingkatkan Transparansi dan Pelayanan
3. Kelas Menengah Bawah
Orang di kelas menengah bawah memiliki hidup yang sedikit lebih stabil. Mereka mungkin memiliki pekerjaan tetap dan bisa makan tiga kali sehari, namun tetap harus memperhitungkan keuangan dengan ketat.
Di posisi ini, kebutuhan dasar relatif terpenuhi, tetapi pengeluaran besar atau darurat dapat mengguncang keuangan mereka dengan mudah.
4. Kelas Menengah
Kelas ini adalah kelompok terbesar di masyarakat Indonesia. Mereka memiliki pendapatan tetap yang memungkinkan hidup lebih nyaman, memenuhi kebutuhan sehari-hari, bahkan menyisihkan sedikit untuk menabung.
Di kelas ini, mereka bisa menikmati hiburan seperti makan di luar atau menonton film tanpa terlalu khawatir. Namun, kebutuhan besar seperti renovasi rumah atau biaya kuliah tetap menjadi tantangan.
Baca Juga: Tri Adhianto Wakafkan Tanah untuk Gedung Aswaja Center, Pusat Kegiatan Umat di Jatiasih
5. Kelas Menengah Atas
Di tingkat ini, kehidupan sudah lebih nyaman dan terencana. Mereka biasanya memiliki pekerjaan bergaji cukup besar atau bisnis yang mapan.
Pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari bisa terpenuhi dengan baik, bahkan untuk investasi.
Makan di restoran mewah, memiliki properti, dan liburan menjadi hal yang mungkin. Namun, kehidupan mereka juga tak lepas dari tekanan pekerjaan dan tanggung jawab yang besar.
Baca Juga: Link Streaming Red Star vs Barcelona Kamis 7 November: Blaugrana Incar Hasil Sempurna
6. Kelas Kaya
Kelas kaya memiliki penghasilan yang stabil dan tinggi, baik dari bisnis, investasi, maupun sumber lain. Bagi mereka, kekhawatiran soal biaya sudah jarang dirasakan.
Rumah besar, mobil mewah, dan akses ke fasilitas premium adalah hal yang biasa di level ini. Namun, dengan posisi dan kekayaan besar, seringkali ada tantangan dalam menjaga hubungan yang tulus dengan orang lain.
7. Miliuner dan Miliarder
Di posisi puncak, yaitu kategori miliuner dan miliarder, mereka yang berada di level ini bukan hanya memiliki kekayaan fantastis tetapi juga pengaruh besar dalam masyarakat.
Mereka memiliki akses ke peluang yang sangat eksklusif dan sering kali dapat mempengaruhi pasar global melalui keputusan mereka. Namun, kehidupan di level ini juga tidak mudah, karena tanggung jawab dan tekanan sosial yang mereka hadapi semakin besar.***



