POJOKSATU.id - Siapa yang suka dengan warna pink? Tidak heran, bagi yang menyukai warna pink tentu akan membeli dan mengoleksi barang dengan nuansa warna pink.

Warna pink memang dikenal sebagai lambang feminim. Namun, tahukah  bahwa warna pink memiliki sejarah panjang sejak zaman pra-sejarah?

Berikut 5 fakta seputar warna pink. Yuk, simak ulasan di bawah ini.

Baca Juga: Intip Warna Lipstick yang Bakal Jadi Tren Lebaran 2023

1. Warna Pink Dikenal Sejak Zaman Pra-sejarah
Diketahui sejak 9000 tahun yang lalu, manusia pra-sejarah mengenal warna pink pada peralatan berburu.

Dahulu, warna [ink berasal dari batuan yang mengandung zat besi yang teroksidasi.

Batuan ini bernama batu oker. Untuk menghasilkan warna pink, batu oker harus dihancurkan menjadi bubuk dan dilarutkan ke dalam air.

2. Warna Pink Dikenal pada Abad ke-15
Dilansir POJOKSATU.id dari laman HubPages, masyarakat mulai menggunakan warna pink untuk pewarna pakaian saat memasuki abad ke-15.

Pada abad ini, warna pink didominasi oleh pakaian-pakaian Eropa.

Warna pink diperoleh secara alami dari pohon Brazilwood atau kayu Brazil. Di Indonesia dikenal dengan pohon secang.

Masyarakat pada abad 15 ini banyak menggunakan warna pink untuk pakaian mereka.

Namun, semenjak ada eksploitasi oleh para penjajah, populasi pohon ini berkurang.

Penjajah dari Portugis mulai melakukan eksploitasi besar-besaran. Akibatnya pohon ini pun hampir punah dan penggunaan warna pink semakin berkurang.

Baca Juga: Punya Varian Warna Terbaru, New Honda Vario 160 Hadir Makin Premium

3. Warna Pink Menjadi Bagian dari Fashion pada Abad ke-18
Melansir laman theconversation.com, warna pink mulai banyak digunakan untuk kebutuhan fashion. Hal ini dimulai saat memasuki abad ke-18.

Salah satu yang mempopulerkan warna pink pada abad ini adalah Madame de Pompadour, yaitu selir dari Raja Louis XV. Ia menggunakan warna pink di berbagai gaun mewahnya.

Tidak hanya itu aksesoris yang ia pakai juga bernuansa warna pink. Tak mau kalah, riasan wajah Madame de Pompadour juga didominasi warna pink.

Uniknya, warna pink tidak hanya dipakai oleh perempuan melainkan kaum laki-laki juga.

Para lelaki yang mengenakan pakaian warna pink, dianggap sebagai kalangan kelas atas sebab warna pink saat itu dinilai mahal.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Warna yang Bagus dan Cocok untuk Rambut Pendek

4. Warna Pink Menandakan Perang Dunia II Telah Berakhir
Ketika Istri dari Dwight D.Eisenhower, Mamie Eisenhower menghadiri pelantikan suaminya menjadi Presiden Amerika Serikat ke-34, ia mengenakan gaun warna pink. Hal ini menjadi sorotan publik.

Pada Perang Dunia II, laki-laki dan perempuan dituntut untuk mengenakan pakaian yang netral. Laki-laki bertugas sebagai tentara, sedangkan kaum perempuan menjadi tenaga medis.

Maka dari itu, memakai gaun pink saat itu adalah hal yang tidak lazim. Namun, Mamie telah memulai langkah baru.

Mengejutkan, bahwa hal yang dilakukan Mamie Eisenhower mengisyaratkan Perang Dunia II telah berakhir.

Ia seolah menginstruksikan para perempuan untuk kembali fokus mengurus rumah tangga.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Warna Cat Dapur yang Lembut, Bikin Tambah Semangat Berkreasi di Dapur

5. Warna Pink Identik dengan Barbie Perempuan
Dikutip dari laman Time, awalnya barbie tidak identik dengan warna pink.

Memasuki tahun 1970, co-founder Barbie, Mattel mulai menargetkan anak-anak sebagai pangsa pasar Barbie.

Sejak itulah, warna pink dipilih sebagai warna identik dengan barbie. Sejak kemunculan barbie pula, warna pink identik dengan kaum perempuan.***