POJOKSATU.id - Wisata religi bisa diartikan sebagai destinasi wisata yang berhubungan dengan sejarah, tokoh, hingga tempat ibadah.
Wisata ini memiliki banyak manfaat bagi mental dan spiritualitas seseorang.
Wisata religi memiliki manfaat yang amat baik, yaitu bisa meningkatkan keimanan, menambah wawasan keagamaan, hingga menambah wawasan budaya dan sejarah suatu tempat.
Indonesia memiliki tempat wisata religi yang menarik. Beberapa daerah memiliki wisata religi yang bisa kamu kunjungi.
Baca Juga: Kenali Keistimewaan Masjid Raya Al-Jabbar Bandung, Jadi Destinasi Baru Wisata Religi dan Edukasi
Berikut Pojok Satu himpun selusin rekomendasi wisata religi paling populer yang ada di Indonesia. Siap berangkat?
1. Pura Tanah Lot
Pura Tanah Lot berada di Kabupaten Tabanan, Bali. Destinasi wisata religi ini berada di pesisir pantai.
Pura Tanah Lot menjadi tempat ibadah umat Hindu dan acara keagamaan. Wisatawan akan di manjakan dengan melihat matahari terbenam.
2. Masjid Baiturrahman Masjid
Baiturrahman termasuk masjid bersejarah. Pada tahun 2004 masjid ini tetap kokoh ketika bencana tsunami melanda, berdasarkan sejarah, masjid ini dibangun ketika era kesultanan Aceh.
3. Maha Vihara Mojopahit
Wisata religi Jawa Timur untuk umat Buddha adalah Maha Vihara Mojopahit.
Masjid ini berada di Mojokerto, Jawa Timur. Luas bangunan sekitar 20.000 meter persegi.
Bangunan ini menggunakan arsitektur bergaya Jawa. Selain itu wisatawan dapat melihat Patung Budha tidur besar di lokasi wisata.
4. Patung Yesus Toraja
Di Indonesia terdapat Patung Yesus. Patung ini hampir sama seperti patung Yesus di Rio de Janeiro, Brazil.
Patung Yesus Toraja memiliki nama resmi "Patung Yesus Memberkati" patung ini menjadi simbol agama Nasrani di kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan.
5. Makam Sunan Gunung Jati
Wisata religi untuk umat Islam. Lokasi wisata religi berada di kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.
Makam Sunan Gunung Jati memiliki desain arsitektur antara Cina, Arab, dan Jawa. Bagian dinding makan menggunakan porselen dan keramik yang diukir dengan kaligrafi Arab.
6. Klenteng Sam Po Kong
Salah satu wisata religi Jawa Tengah yaitu Klenteng Sam Po Kong. Klenteng ini berada di kota Semarang, Jawa Tengah.
Kawasan Klenteng memberikan sejarah Laksamana Cheng Ho yang konon berlayar sampai Semarang.
Wisatawan bisa menikmati moment foto khas negeri tirai bambu.
7. Vihara Buddhagaya Watugong
Semarang memiliki wisata religi Vihara Buddhagaya Watugong. Vihara ini untuk tempat ibadah agama Buddha.
Pagoda Avalokitesvara Buddhagaya Watugong memiliki ketinggian 45 meter.
8. Masjid Agung Demak Masjid
Dibangun di kota Demak, Jawa Tengah. Masjid ini memiliki atap berbentuk tiga limasan dari kayu.
Di samping masjid terdapat makam raja-raja Demak dan peninggalan sejarah kerajaan.
Baca Juga: Mengunjungi Masjid Agung Banten, Wisata Religi Ziarah ke Makam Sultan Maulana Hasanudin Banten
9. Klenteng Tay Kak Sie
Klenteng Tay Kak Sie berada di kawasan pecinan terbesar di Semarang, Jawa Tengah. Terdapat replika perahu laksamanan Zheng He di lokasi klenteng ini.
Klenteng Tay Kak Sie memiliki ornamen dan simbol yang berkaitan dengan agama Budha, Tao, dan Konfusianisme.
10. Pura Agung Giri Natha
Lokasi Pura Agung Giri Natha berada di Jalan Sumbing, Kota Semarang. Pura ini digunakan beribadah untuk umat Hindu.
Wisatawan dapat mengunjungi kawasan tengah pura. Area pura terdiri dari 3 bagian yaitu Nistha Mandala, Madya Mandala, dan utama Mandala.
Baca Juga: Desa Wisata Religi Astana Gunung Jati Kabupaten Cirebon Masuk 75 ADWI 2023
11. Gereja Blenduk Semarang
Memiliki kawasan yang dikenal sebagai Kota Tua yang memiliki wisata religi menarik.
Contohnya saja Gereja Blenduk yang berdiri dari tahun 1753. Gereja ini dipakai untuk tempat ibadah umat Kristen Protestan.
12. Masjid Cheng Ho
Masjid bersejarah di Surabaya, Jawa Timur adalah masjid Cheng Ho. Penamaan masjid berasal dari Laksamanan Cheng Ho, pelaut dari Tiongkok yang menyebarkan agama Islam di Nusantara.
Wisata religi Jawa Timur ini memiliki bentuk bangunan unik. Arsitektur Masjid Cheng Ho menggunakan perpaduan unsur Cina, Melayu, dan Indonesia.***



