POJOKSATU.id - Setiap tahun, umat Muslim di seluruh dunia menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadan dengan menahan lapar, haus, serta mengendalikan hawa nafsu dari terbit fajar hingga terbenam matahari.

Namun, durasi puasa ini tidaklah sama di setiap negara, karena perbedaan geografis dan letak garis lintang bumi memengaruhi panjang siang dan malam di berbagai belahan dunia.

Ada beberapa negara yang mengalami waktu puasa yang sangat panjang, bahkan hampir mencapai 23 jam! Bagaimana ini bisa terjadi, dan negara mana saja yang memiliki waktu puasa paling lama? Mari kita bahas lebih dalam.

Mengapa Durasi Puasa Berbeda di Setiap Negara?

Dalam Islam, waktu puasa dimulai dari terbit fajar (Subuh) hingga terbenam matahari (Maghrib). Namun, durasi siang dan malam tidaklah sama di seluruh dunia.

Hal ini dipengaruhi oleh pergerakan bumi terhadap matahari dan posisinya dalam orbit. Di daerah yang dekat dengan garis khatulistiwa, seperti Indonesia, panjang siang dan malam cenderung stabil sepanjang tahun, sehingga durasi puasa rata-rata berkisar antara 12 hingga 14 jam.

Namun, di negara-negara yang terletak di dekat Kutub Utara atau Kutub Selatan, durasi siang bisa jauh lebih panjang selama musim panas dan lebih pendek saat musim dingin.

Inilah yang menyebabkan beberapa negara mengalami waktu puasa yang sangat lama, terutama saat Ramadan jatuh pada periode musim panas.

Negara dengan Waktu Puasa Paling Lama

Berikut adalah beberapa negara dengan durasi puasa terpanjang di dunia, di mana umat Muslim harus berpuasa hingga hampir 23 jam:

1. Islandia – 22 hingga 23 Jam

Islandia adalah salah satu negara dengan waktu puasa paling ekstrem. Selama bulan Ramadan yang jatuh pada musim panas, matahari di Reykjavik, ibu kota Islandia, hanya terbenam selama sekitar 1 jam sebelum kembali terbit.

Ini berarti umat Muslim di sana harus berpuasa selama hampir 23 jam, hanya memiliki waktu berbuka dan sahur dalam jendela waktu yang sangat sempit.

Untuk mengatasi tantangan ini, banyak ulama memperbolehkan umat Muslim di Islandia untuk mengikuti jadwal puasa dari negara terdekat dengan durasi waktu puasa yang lebih wajar, seperti Arab Saudi atau Turki.

2. Norwegia – 20 hingga 22 Jam

Negara Skandinavia ini juga mengalami durasi puasa yang sangat panjang. Di kota Tromsø dan wilayah utara Norwegia lainnya, matahari hampir tidak pernah tenggelam selama musim panas, yang membuat waktu puasa bisa mencapai 22 jam.

Umat Muslim di sini sering mengikuti fatwa untuk menggunakan jadwal puasa dari negara dengan kondisi lebih normal, seperti Mekkah atau Madinah, agar ibadah tetap bisa dijalankan dengan baik.

3. Swedia – 19 hingga 21 Jam

Di Stockholm, Swedia, waktu puasa bisa mencapai 20 jam, terutama saat Ramadan bertepatan dengan musim panas.

Kondisi ini membuat tantangan besar bagi umat Muslim di sana, terutama dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh selama menjalankan ibadah puasa. Banyak yang memilih berbuka dengan makanan bernutrisi tinggi agar tetap kuat menjalani hari-hari panjang.

4. Finlandia – 20 hingga 22 Jam

Finlandia juga memiliki waktu puasa yang sangat panjang, terutama di kota-kota seperti Rovaniemi di utara negara ini.

Selama musim panas, matahari hampir tidak pernah tenggelam, sehingga umat Muslim harus menghadapi durasi puasa yang ekstrem. Untuk membantu mereka, banyak ulama menyarankan mengikuti jadwal puasa dari negara lain yang lebih moderat.

5. Kanada (Bagian Utara) – 19 hingga 21 Jam

Meskipun sebagian besar wilayah Kanada memiliki waktu puasa yang relatif normal, bagian utara negara ini, seperti di Yukon atau Nunavut, mengalami siang yang sangat panjang saat musim panas. Ini membuat umat Muslim di sana harus berpuasa lebih dari 20 jam sehari.

Bagaimana Umat Muslim di Negara-Negara Ini Menjalankan Puasa?

Dengan waktu puasa yang sangat panjang, umat Muslim di negara-negara ini menghadapi tantangan besar dalam menjalankan ibadah mereka. Beberapa cara yang umum dilakukan untuk mengatasinya adalah:

1. Mengikuti Jadwal Puasa Mekkah atau Madinah – Banyak ulama memberikan fatwa bahwa dalam kondisi ekstrem, umat Muslim diperbolehkan mengikuti jadwal puasa dari negara yang lebih wajar, seperti Arab Saudi atau negara dengan durasi siang dan malam yang seimbang.

2. Mengonsumsi Makanan Bergizi – Karena waktu berbuka dan sahur sangat singkat, umat Muslim di negara-negara ini biasanya mengonsumsi makanan tinggi protein dan karbohidrat kompleks agar tetap bertenaga sepanjang hari.

3. Menjaga Pola Tidur – Dengan waktu malam yang sangat pendek, umat Muslim harus pintar mengatur waktu istirahat agar tetap sehat selama bulan Ramadan.

Kesimpulan

Negara-negara seperti Islandia, Norwegia, Swedia, Finlandia, dan bagian utara Kanada memiliki waktu puasa terpanjang di dunia, dengan durasi mencapai hampir 23 jam.

Hal ini disebabkan oleh letak geografis mereka yang berada di dekat Kutub Utara, di mana siang hari bisa berlangsung sangat lama saat musim panas.

Meski menjadi tantangan besar, umat Muslim di sana tetap menjalankan ibadah puasa dengan berbagai cara , termasuk mengikuti jadwal dari negara lain, menjaga pola makan, dan mengatur waktu istirahat dengan baik.

Bagi umat Muslim di Indonesia yang hanya berpuasa sekitar 12-14 jam, tentu simenang ini menjadi pengingat betapa luar biasanya perjuangan saudara-saudara Muslim di negara-negara dengan durasi puasa ekstrem.

Semoga Ramadan tahun ini membawa berkah bagi semua umat Muslim di seluruh dunia!