POJOKSATU.id - Memiliki sejumlah nama, vihara di Karawang ini dikenal dengan Kelenteng Mak Kupoh atau Vihara Sian Djin Ku Poh.

Vihara Mak Kupoh atau Sian Djin Ku Poh di Karawang ini juga dikenal sebagai Kawasan Pecinan atau Kampung Benteng yang menjadi tempat indah menyimpan nilai sejarah dan ramai dikunjungi wisatawan dari dalam maupun luar negeri.

Vihara Sian Djin Ku Poh atau vihara Mak Kupoh Karawang ini merupakan peninggalan etnis Tionghoa di masa lampau dan sudah berdiri ribuan tahun.

Sejarah Vihara Sian Djin Ku Poh atau Mak Kupoh Karawang ini dikenal baik warga lokal sehingga menjadi salah satu lokasi hits yang sering dikunjungi jelang Imlek.

Baca Juga: Namanya Curug Bandung, Tapi Lokasinya di Karawang, Kini Jadi Spot Wisata Hidden Gem Air Terjun Paling Sempurna

Berdirinya Vihara Sian Djin Ku Poh diyakini pada 1700 M, saat Mak Kupoh dan beberapa penduduk Tionghoa datang ke Indonesia melewati perairan Sungai Citarum hingga sampai di Tanjungpura.

Ketika mereka sampai di salah satu tempat yang kini bernama Kampung Benteng di Karawang, sedang trejadi peperangan dengan Belanda.

Akhirnya, Mak Kupoh dan penduduk Tionghoa yang bersamanya bersembunyi di Kampung Benteng ini hingga mendirikan Vihara Sian Djin Ku Poh.

Versi lain menyebutkan, kelenteng ini dibangun oleh tiga keluarga, yaitu keluarga Khouw, Lauw, dan Tjiong/Chang. Kelompok ini dipimpin oleh seseorang dari keluarga Khouw bernama Khouw Sie Ie.

Mereka datang dari Tiongkok membawa abu Ma Ku Poh, leluhur mereka yang dihormati karena kebaikan hatinya semasa hidup.

Baca Juga: 9 Kuliner Khas Ini Populer di Karawang, Cocok Dijadikan Oleh-oleh Istimewa yang Tak Ada di Tempat Lain

Ketiga marga itu melakukan perjalanan laut dari Tiongkok ke Teluk Ujung Karawang, menuju Muara Cangbungin, dan melanjutkan menyusuri sungai Citarum.

Selama perjalanan, mereka membawa Hio Luo dari batu gunung hitam sebagai perlindungan, karena mereka selamat dari bahaya laut.

Kepercayaan mereka pada perlindungan dan keselamatan yang diberikan dari abu Ma Ku Poh.

Saat mendekati daerah Tanjungpura, ketiga keluarga kebingungan karena ada dua sungai yang berbeda, yaitu sungai Citarum dan sungai Cibeet.

Baca Juga: Pilihan Kolam Pemancingan di Karawang, Spot Wisata Mancing Paling Enjoy, Ada Wahana Lengkap untuk Keluarga, Mantap!

Mereka memutuskan untuk berhenti dan meminta petunjuk kepada Ma Ku Poh melalui sio pwe, metode komunikasi spiritual. Namun, tidak ada jawaban yang ditemukan untuk melanjutkan perjalanan.

Mereka meyakini bahwa ketiadaan jawaban adalah petunjuk dari Ma Ku Poh agar mereka tinggal di sana. Maka dibuatlah di tempat tersebut Kelenteng Sian Djin Ku Poh. Vihara ini awalnya merupakan bangunan sederhana.

Setelah berdiri pada tahun 1700 Masehi, Sian Djin Ku Poh Temple mengalami beberapa kali renovasi, yaitu pada tahun 1791, 1863 dan 1983. Terakhir vihara indah ini menambah beberapa fasilitas pada tahun 2004.

Pada tahun 1983, tempat ini pernah mengalami kebakaran. Beruntungnya beberapa pusaka suci berhasil diselamatkan. Diantaranya benda pusaka suci yang bernama Hiolo.

Hiolo ini merupakan sejenis Guci yang menjadi benda penting di Vihara Sian Djin Kupoh yang ditempatkan di ruang pemujaan.

Saat perayaan Imlek tiba, Vihara Sian Djin Ku Poh ini sangat ramai pengunjung. Ditambah, suasana diluar vihara yang menggelar festival makanan dan berbagai pertunjukan.

Baca Juga: Spot Wisata Mancing di Karawang, Jenis Ikan Beragam, Rasakan Sensasi Strike Ikan Hampala!

Berlokasi di Jl. Muhamad Toha No.9, Tanjungmekar, Kec. Karawang Barat, Kabupaten Karawang, vihara ini dapat ditempuh dari Terminal Klari Karawang menuju arah Barat Laut di Jalan Raya Klari/Jalan Raya Pantura dan melewati Olympus di sebelah kiri.

Setelah 500 meter belok sedikit ke kiri lalu belok kiri menuju Jalan Muhamad Toha sejauh 300 m dan di sebelah kanan bisa ditemukan Vihara Sian Djin Ku Poh ini.

Banyak mereka yang tertarik berkunjung ke Vihara Sian Djin Ku Poh karena melihat kemegahan arsitekturnya, selain ada juga yang datang untuk beribadah.

Ketika masuk mengunjungi vihara Sian Djin Ku Poh ini, akan terlihat gerbang merah mentereng yang ada di depan vihara bersejarah ini.

Tiang-tiang yang didirikan di Vihara Sian Djin Ku Poh dihiasi dengan ornamen Burung Hong yang tampak sangat artistik. Saat perayaan Imlek tiba, vihara ini dihiasi dengan lilin-lilin besar yang cantik.

Keaslian arsitektur vihara ini masih terjaga dengan baik, menciptakan suasana indah dan reliji yang menyatu di Vihara Sian Djin Ku Poh.

Di ruangan yang terdapat altar Dewi Kwam Im dengan hiasan-hiasan relief mewah yang menggambarkan sosok Dewi Kwam Im.

Baca Juga: Sudah Tahu Animalium Cibinong? Vibea Tipis-tipis Rasa Night At The Museum, Pertama di Indonesia

Menariknya, Vihara ini juga menyajikan relief Sun Go Kong bersama kawan-kawannya dalam perjalanan mencari kitab suci.

Susana semakin menarik dengan hadirnya kolam Ikan Koki yang terletak di tengah vihara dan menjadi daya tarik unik bagi para pengunjung.

Suara gemericik air di kolam ini memberikan suasana relaksasi yang menyenangkan. Pemilihan Ikan Koki sebagai penghuni kolam juga memiliki makna simbolis, melambangkan keberuntungan.

Vihara Sian Djin Ku Poh adalah salah satu pilihan destinasi wisata yang terkenal di Karawang dengan Budaya Tionghoa yang kental. ***