POJOKSATU.id — Momen Idul Adha identik dengan pembagian daging kurban yang sering kali diterima dalam jumlah cukup banyak.
Tak sedikit masyarakat memilih menyimpan sebagian daging kurban di kulkas atau freezer agar bisa diolah dalam beberapa hari hingga beberapa bulan ke depan.
Namun, masih banyak yang bertanya-tanya mengenai hukum menyimpan daging kurban di freezer dalam Islam.
Baca Juga: Mak Acem Warga Plawad Karawang Sumringah Dapat Bantuan Daging dari Presiden Prabowo
Selain itu, pertanyaan mengenai berapa lama daging kurban aman disimpan juga kerap menjadi perhatian agar kualitas dan keamanannya tetap terjaga.
Dalam Islam, menyimpan daging kurban sebenarnya diperbolehkan.
Bahkan, umat Muslim dapat menyimpan sebagian daging untuk kebutuhan keluarga selama tidak berlebihan dan tidak menyebabkan pemborosan.
Baca Juga: BSI Scholarship Unggulan Batch 2 Jalur SNBT 2026 Dibuka, Ini Daftar Kampus Mitra dan Benefitnya
Pada masa Rasulullah SAW, pernah ada larangan menyimpan daging kurban lebih dari tiga hari.
Namun, larangan tersebut bersifat sementara karena saat itu banyak masyarakat membutuhkan bantuan makanan.
Seiring kondisi yang berubah, Rasulullah SAW kemudian membolehkan umat Islam menyimpan daging kurban untuk dikonsumsi di kemudian hari.
Baca Juga: Jangan Salah Pilih Helm, Keselamatan Berkendara Dimulai dari Perlindungan Kepala
Dari Salamah bin Al-Akwa’, Rasulullah SAW bersabda, “Dahulu aku melarang kalian menyimpan daging kurban lebih dari tiga hari.
Sekarang makanlah, sedekahkanlah, dan simpanlah.” (HR Muslim).
Artinya, menyimpan daging kurban di freezer atau kulkas tidak menjadi masalah selama dilakukan dengan baik dan tidak menimbulkan kemubaziran.
Lalu, berapa lama daging kurban aman disimpan?
Secara umum, daging kurban mentah yang disimpan di freezer dengan suhu sekitar minus 18 derajat Celsius dapat bertahan cukup lama.
Baca Juga: Liburan ke Korea Selatan Kini Lebih Mudah! Turis Indonesia Bisa Bebas Visa, Ini Aturan Lengkapnya
Daging sapi maupun kambing mentah umumnya masih aman disimpan selama enam hingga 12 bulan.
Sementara itu, daging kurban yang sudah dimasak sebaiknya dikonsumsi dalam waktu dua hingga tiga bulan agar kualitas rasa dan teksturnya tetap terjaga.
Untuk bagian jeroan, masa simpannya cenderung lebih singkat, yakni sekitar tiga hingga empat bulan karena lebih mudah mengalami penurunan kualitas.
Meski masih dapat dikonsumsi, kualitas rasa, aroma, dan tekstur daging bisa menurun apabila disimpan terlalu lama di freezer.
Baca Juga: Mau Beli Rumah Second? Ini Cara Cek Agar Tidak Tersangkut KPR Bermasalah
Agar daging kurban tetap awet dan aman dikonsumsi, ada beberapa tips penyimpanan yang bisa diterapkan.
Pertama, hindari mencuci daging sebelum disimpan.
Daging mentah sebaiknya langsung dimasukkan ke wadah atau plastik penyimpanan karena air dapat meningkatkan kelembapan dan mempercepat pertumbuhan bakteri.
Kedua, pisahkan daging sesuai porsi masak. Cara ini memudahkan saat akan mengolah tanpa perlu mencairkan seluruh stok daging.
Baca Juga: Wajah Kusam karena Salah Shade? Kenali Cara Cek Undertone Kulit Sebelum Beli Makeup
Ketiga, gunakan wadah kedap udara atau plastik khusus freezer untuk mengurangi risiko freezer burn atau kondisi saat permukaan daging menjadi kering akibat paparan udara dingin.
Keempat, jangan lupa memberi label tanggal penyimpanan agar lebih mudah memantau masa simpan daging.
Selain itu, daging yang sudah dicairkan sebaiknya tidak dibekukan ulang karena dapat memengaruhi kualitas sekaligus meningkatkan risiko kontaminasi bakteri.
Dalam proses mencairkan daging, masyarakat juga dianjurkan menghindari cara membiarkannya terlalu lama di suhu ruang.
Baca Juga: Sering Lemas, Kesemutan hingga Susah Fokus? Bisa Jadi Tubuh Kekurangan Vitamin B12, Kenali Tandanya
Cara yang lebih aman yakni memindahkannya ke chiller semalaman atau menggunakan metode defrost.
Dengan penyimpanan yang tepat, daging kurban dapat bertahan lebih lama, tetap berkualitas, dan aman dikonsumsi kapan saja sesuai kebutuhan keluarga.***




