POJOKSATU.id - Menatap bulan suci Ramadan 1447 H, umat Islam di berbagai daerah mulai disibukkan dengan beragam persiapan.

Ada yang berburu kebutuhan pokok, ada pula yang fokus memperbaiki diri secara rohani. Salah satu kebiasaan yang cukup populer adalah mandi keramas sehari sebelum puasa dimulai.

Tradisi ini kerap dianggap sebagai bentuk penyucian diri menyambut bulan mulia.

Namun, tak sedikit yang salah paham. Sebagian masyarakat bahkan meyakini mandi besar sebelum puasa adalah kewajiban dan menentukan sah atau tidaknya ibadah puasa.

Baca Juga: 50.000 Tentara Israel Punya kewarganegaraan Ganda Sejak Perang Gaza, Satu Tercatat dari Indonesia

Lantas, bagaimana sebenarnya hukumnya menurut Islam?

Puasa Tetap Sah Meski Belum Mandi Junub

Anggapan bahwa seseorang wajib mandi besar sebelum memasuki hari pertama Ramadan perlu diluruskan.

Merujuk penjelasan dalam kitab Taudhihul Adilah, seorang muslim yang dalam keadaan junub memang dianjurkan segera mandi. Namun, mandi wajib bukanlah syarat sah puasa.

Hal ini ditegaskan dalam hadits riwayat Sahih Bukhari dan Sahih Muslim. Dalam riwayat dari Aisyah RA dan Ummu Salamah RA disebutkan:

"Anna an-nabiyya shallallahu 'alaihi wa sallam kana yusbihu junuban min jima'in tsumma yaghtasilu wa yashum." Muttafaq 'alaih. Wa zada Muslim fi haditsi Ummi Salamah: "wa la yaqdi."

Baca Juga: Tips Tetap Produktif Saat Puasa Ramadan 2026 untuk Pelajar, Energi Stabil dan Ibadah Maksimal

Artinya: "Dari Aisyah RA dan Ummu Salamah RA, Nabi Muhammad saw pernah berpagi hari dalam kondisi junub karena jimak, kemudian beliau mandi, dan terus berpuasa (HR Muttafaq Alaih). Imam Muslim dalam riwayat dari Ummu Salamah RA menyebutkan, 'Rasulullah saw tidak mengqadha.'"

Hadits tersebut menegaskan bahwa puasa tetap sah meski seseorang belum mandi junub hingga waktu Subuh tiba. Mandi wajib dilakukan untuk melaksanakan salat, bukan sebagai syarat sah puasa.

Hadis serupa juga diriwayatkan oleh Musnad Ahmad dan Sunan Ad-Darimi, dengan sanad yang dinyatakan shahih oleh Husain Salim Asad Ad-Darani.

Artinya, tidak ada kewajiban mandi besar sebagai syarat memasuki Ramadan. Selama rukun dan syarat puasa terpenuhi, ibadah tetap sah.

Baca Juga: Ngabuburit Produktif Jelang Ramadhan, Ini 15 Rekomendasi Buku yang Bikin Waktu Menanti Azan Lebih Bermakna

Mandi Sunnah di Bulan Ramadan

Meski tidak wajib, Islam menganjurkan mandi sunnah pada malam-malam Ramadan. Dalam kitab Hasyiyah al-Bajuri (1/81) disebutkan adanya anjuran mandi untuk setiap malam Ramadan.

"Wa baqiyyatul aghsalil masnunah madzkuratun fil muthawwalat minha al-ghuslu li dukhulil madinah asy-syarifah... wa likulli laylatin min Ramadan. Wa qayyadahu al-Adzra'i biman yahdhurul jama'ah wal mu'tamad 'adamu at-taqyid bidzalika."

Artinya: "Dan sisa mandi-mandi yang disunnahkan telah disebutkan dalam kitab-kitab yang panjang pembahasannya.

Di antaranya adalah membersihkan badan karena hendak memasuki kota Madinah... dan setiap malam di bulan Ramadan. Imam Al-Adzra'i hanya membatasi pada orang yang hendak menghadiri berjamaah, sementara menurut pendapat yang kuat tidak ada pembatasan dalam hal itu."

Baca Juga: MUI Tegas Larang Ormas Sweeping Restoran Saat Ramadhan: Saling Menghormati Antarumat Beragama

Dengan demikian, mandi sebelum Ramadan boleh saja dilakukan dan bahkan bernilai ibadah jika diniatkan sebagai sunnah atau menjaga kebersihan.

Hanya saja, jangan sampai dianggap sebagai kewajiban mutlak.

Penjelasan Ustaz Abdul Somad soal Mandi Taubat

Dalam sebuah kajian yang disiarkan melalui YouTube Kajian Islam, Abdul Somad atau yang akrab disapa UAS, pernah menjelaskan amalan menyambut Ramadan.

“Saya akan sampaikan amalan menyambut Ramadhan. Yang pertama yakni amalan yang kita persiapkan menyambut Ramadan adalah memperbaiki hubungan kepada Allah dengan taubatan nasuha. Yang selama ini mencuri berhenti, yang selama ini mencuri laki orang berhenti, yang selama ini melirik bini orang berhenti,” kata Ustaz Abdul Somad.

Ia juga menjelaskan mandi taubat dapat dilakukan seperti mandi wajib, membasahi seluruh tubuh dari ujung rambut hingga ujung kaki.

Baca Juga: Prabowo Tegaskan Hukum Tak Boleh Dipakai Serang Lawan Politik, Dinilai Perkuat Kepercayaan Publik

“Gimana cara mandi taubat? Sama dengan mandi wajib, basah semuanya basah dari ujung rambut sampai ujung kaki,” jelasnya.

Setelah itu, dianjurkan melaksanakan salat sunnah taubat dua rakaat dan memperbanyak istighfar. ***