POJOKSATU.id — Banyak orang khawatir kadar kolesterol meningkat saat terlalu sering mengonsumsi daging, terutama daging merah seperti sapi atau kambing.
Kekhawatiran ini memang bukan tanpa alasan, sebab beberapa jenis daging mengandung lemak jenuh yang dapat memicu kenaikan kolesterol jahat atau LDL jika dikonsumsi berlebihan.
Namun, bukan berarti pencinta daging harus berhenti total menikmati makanan favoritnya.
Baca Juga: Jalankan Akta Perdamaian, Bumi Artha Sedayu Wajib Kembalikan Uang Konsumen
Dengan pola makan yang tepat dan kebiasaan hidup sehat, konsumsi daging tetap bisa dilakukan tanpa meningkatkan risiko kolesterol secara signifikan.
Salah satu langkah penting adalah memilih jenis daging yang lebih rendah lemak.
Bagian daging tanpa lemak cenderung lebih aman dibanding bagian yang banyak mengandung gajih.
Daging ayam tanpa kulit, ikan, hingga potongan sapi tertentu seperti has dalam bisa menjadi pilihan lebih baik dibanding jeroan atau daging berlemak tinggi.
Baca Juga: Ketua DPRD dan Warga Karawang Apresiasi Bantuan Sapi Kurban dari Presiden Prabowo
Selain jenis daging, cara pengolahan juga sangat menentukan.
Daging yang direbus, dikukus, dipanggang secukupnya, atau ditumis dengan sedikit minyak lebih dianjurkan dibanding digoreng atau dimasak menggunakan santan berlebihan.
Olahan seperti gulai pekat, rendang terlalu berminyak, atau gorengan berbahan daging sebaiknya tidak terlalu sering dikonsumsi.
Baca Juga: Piala Presiden 2026 Dikabarkan Mundur, Peluang PSMS jadi Tuan Rumah Terbuka Lebar
Pola makan seimbang juga menjadi kunci penting. Saat mengonsumsi daging dalam jumlah cukup banyak, sebaiknya imbangi dengan asupan serat dari sayur dan buah.
Serat diketahui membantu mengurangi penyerapan kolesterol di dalam tubuh. Beberapa makanan seperti oatmeal, apel, pepaya, sayuran hijau, hingga kacang-kacangan dapat membantu menjaga kadar kolesterol tetap terkendali.
Tidak hanya itu, penting pula membatasi konsumsi daging secara berlebihan dalam satu hari.
Baca Juga: Penggerbekan Tempat Peredaran Obat Keras di Tanah Abang, 3 Pelaku Langsung Diciduk Polisi
Jika siang hari sudah makan sate atau olahan daging berat, malam hari bisa memilih menu yang lebih ringan seperti ikan, tahu, atau tempe agar asupan lemak tetap terjaga.
Banyak orang juga sering keliru dengan mengandalkan minuman tertentu sebagai “penetral kolesterol” setelah makan daging.
Padahal, minuman seperti jeruk nipis, kopi pahit, atau teh herbal tidak serta-merta menghilangkan risiko kolesterol tinggi jika pola makan keseluruhan tetap tidak sehat.
Baca Juga: DAM Berbagi Hewan Kurban di Momen Idul Adha 1447 H, Salurkan ke Empat Wilayah di Jabar
Aktivitas fisik pun berperan besar menjaga kadar kolesterol.
Jalan kaki, olahraga ringan, atau aktivitas rutin minimal 20–30 menit setiap hari dapat membantu meningkatkan kolesterol baik atau HDL sekaligus menjaga kesehatan jantung.
Pada akhirnya, makan daging sebenarnya tetap aman selama dilakukan secara bijak.
Risiko kolesterol biasanya meningkat bukan hanya karena daging, melainkan kombinasi pola makan tinggi lemak, minim sayur, terlalu banyak makanan manis, serta kurang bergerak.
Dengan memilih jenis daging yang tepat, cara masak lebih sehat, dan menjaga keseimbangan pola hidup, kamu tetap bisa menikmati aneka olahan daging tanpa harus terlalu khawatir soal kolesterol.***




