POJOKSATU.id — Bagi para hijabers, tampil modis bukan hal yang mustahil.
Kini, dunia fashion hijab semakin berkembang pesat dengan berbagai tren yang menonjolkan gaya modern dan elegan.
Namun, di balik tren yang memikat ini, masih banyak kesalahan berpakaian yang tanpa sadar dilakukan oleh sebagian pengguna hijab.
Padahal, penggunaan hijab bukan sekadar gaya, tetapi juga bentuk komitmen untuk menutup aurat dengan pantas.
Berikut beberapa kesalahan berpakaian yang sebaiknya dihindari oleh para hijabers agar tetap tampil stylish tanpa melupakan nilai kesopanan dan fungsi utama hijab.
Baca Juga: Update Daftar Daerah Sudah Menerima Pencairan TPG TW 3 2025, Cara Cek Apakah Wilayah Anda Termasuk
1. Penggunaan Turban yang Menampakkan Leher
Turban memang sempat menjadi tren populer karena terkesan chic dan modern.
Namun, gaya ini sering kali membuat bagian leher hingga telinga terekspos.
Padahal, dalam konsep berpakaian muslimah, area tersebut termasuk bagian aurat yang seharusnya tertutup.
Selain itu, turban kerap digunakan bersama outfit yang tidak memiliki kerah tinggi atau inner penutup leher, sehingga tampilannya menjadi kurang sesuai dengan esensi berhijab.
Untuk hijabers, sebaiknya gunakan inner ninja atau ciput leher tinggi untuk menutup area leher.
Kemudian padukan dengan hijab segi empat atau pashmina berbahan lembut seperti voal atau chiffon agar tetap nyaman dan elegan.
Baca Juga: Bukan Hanya Sebagai Terminologi, Berikut Manfaat Akad Dalam Pembayaan Syariah
2. Dress yang Terlalu Tipis dan Ketat
Dress adalah pilihan favorit banyak hijabers karena praktis dan feminin.
Sayangnya, tidak semua dress dirancang dengan bahan yang sesuai untuk tampilan tertutup.
Beberapa dress memiliki bahan yang tipis, menerawang, atau terlalu ketat di bagian tubuh tertentu.
Selain membuat siluet tubuh terlihat jelas, bahan tipis juga bisa menimbulkan rasa tidak nyaman dan kurang sopan saat dikenakan di tempat umum.
Untuk yang berhijab, pilih dress berbahan katun tebal, linen, atau viscose yang tidak mudah menerawang.
Jika tetap ingin memakai dress tipis, tambahkan inner dress atau outer kimono panjang agar tampilan lebih tertutup namun tetap modis.
3. Celana Ketat dan Legging sebagai Outwear
Kesalahan umum lainnya adalah penggunaan legging atau skinny jeans tanpa lapisan luar.
Celana model ini memperlihatkan lekuk tubuh, yang tentu tidak sesuai dengan konsep berpakaian sopan bagi hijabers.
Banyak yang mengenakannya karena alasan kepraktisan, padahal tampilan seperti ini justru menyalahi prinsip fashion mode.
Untuk yang mengenakan hijab, sebaiknya gunakan wide pants, kulot, atau celana palazzo berbahan flowy yang memberikan efek jenjang tanpa memperlihatkan bentuk kaki.
Jika ingin tetap memakai legging, gunakan sebagai inner dan padukan dengan tunic panjang atau outer yang loose-fit.
Baca Juga: Bawang Merah
4. Atasan Crop dan Baju Pendek
Tren crop top memang sedang naik daun, namun bagi pengguna hijab, model ini dapat membuat tampilan menjadi kurang pantas karena memperlihatkan bagian pinggang atau perut, terutama saat bergerak.
Walau digunakan bersama high-waist pants atau rok, tetap ada risiko aurat terlihat jika tidak berhati-hati dalam memilih ukuran dan potongan pakaian.
Untuk pengguna hijab, sebaiknya pilih atasan dengan model oversized shirt, blouse panjang, atau sweater long fit.
Selain menutup area tubuh dengan baik, model ini juga memberikan kesan kasual dan effortlessly stylish.
5. Hijab Transparan dan Terlalu Tipis
Meski terlihat elegan, hijab berbahan tipis seperti organza atau chiffon transparan dapat memperlihatkan rambut dan leher, terutama saat terkena cahaya.
Baca Juga: Siap Hadapi Ujian, Berikut 20 Contoh Soal TKA Bahasa Indonesia Kelas 6 Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ini tentu bertentangan dengan fungsi hijab sebagai penutup aurat.
Untuk hijabers, sebaiknya gunakan inner hijab berwarna netral di bawah hijab tipis atau pilih bahan hijab yang lebih tebal seperti voal premium, paris super, atau ceruti diamond.
Selain nyaman, bahan ini juga tidak mudah bergeser dan tetap rapi seharian.
Berhijab bukan berarti membatasi ekspresi gaya. Justru, hijab menjadi simbol keanggunan dan identitas diri yang kuat.
Dengan memahami kesalahan berpakaian yang sebaiknya dihindari, para hijabers bisa tetap tampil percaya diri dan fashionable tanpa kehilangan nilai kesopanan.
Ingat, kunci utama fashion hijab bukan pada tren semata, tapi pada keseimbangan antara estetika dan etika berpakaian.***




