POJOKSATU.id — Merawat diri sejak dini bukan hanya soal produk skincare mahal, tetapi juga tentang memperhatikan kebiasaan sehari-hari.

Pasalnya, banyak kebiasaan yang tampak sepele namun bisa berdampak besar terhadap kondisi kulit.

Salah satunya, keriput atau garis halus yang mungkin muncul bukan hanya karena faktor genetika atau usia, tetapi juga akibat kebiasaan yang terus-menerus.

Baca Juga: Memanah Prestasi Gemilang, Mahasiswa UB Raih Emas dan Perak POMNas 2025 Cabang Panahan

Berikut 7 kebiasaan yang sebaiknya dihindari jika tidak ingin kulit cepat keriput sebelum waktunya;

1. Begadang 24/7

Kurang tidur atau kurang kualitas tidur secara kronis terbukti mempercepat penuaan kulit.

Penelitian menunjukkan bahwa kualitas tidur yang buruk dikaitkan dengan peningkatan tanda-tanda penuaan seperti garis halus, elastisitas kulit yang menurun.

Selain itu, kulit menjadi kusam, muncul lingkaran hitam di bawah mata, kurang bercahaya, tekstur kulit kasar, hidrasi kulit menurun.

Cara mengatasinya adalah sebagai berikut;

-Prioritaskan waktu tidur minimal 7-8 jam per malam secara rutin.

-Ciptakan rutinitas tidur yang baik: waktu tidur dan bangun yang konsisten, kondisi kamar gelap dan nyaman.

-Hindari layar gadget minimal satu jam sebelum tidur.

-Gunakan produk skincare malam yang mendukung proses regenerasi kulit (misalnya night cream dengan bahan yang mendukung kolagen) sebagai tambahan.

Baca Juga: Santai Wajahnya Dibully Warganet, Ashanty: Aku Bangga Sama Kulit Aku yang Sehat!

2. Malas Memakai Sunscreen

Paparan sinar ultraviolet (UV) adalah salah satu penyebab utama penuaan kulit (photo-aging).

Penggunaan sunscreen secara rutin terbukti menunda timbulnya keriput dan tanda penuaan.

Selain itu jika malas menggunakan sunscreen akan lebih mudah pigmentasi (bintik hitam/age spots), kulit kendur, pengurangan kolagen dan elastin, risiko kanker kulit meningkat.

Cara mengatasinya, antara lain;

-Gunakan sunscreen broad-spectrum (UVA + UVB) setiap hari, di siang hari dan bahkan saat mendung.

-Pilih minimal SPF 30 dan ulang pemakaian setiap 2-3 jam bila di luar ruangan.
Kombinasikan dengan topi, kacamata hitam, dan pakaian pelindung saat terbuka matahari.

-Pastikan membersihkan sunscreen di malam hari agar tidak menumpuk di kulit.

Baca Juga: Layanan Vasektomi Ditanggung BPJS, Ini Syarat dan Alurnya buat Para Laki-laki

3. Tidur Menyamping

Posisi tidur menyamping atau tengkurap menyebabkan tekanan terus-menerus pada satu sisi wajah dan garis tidur yang membentuk lipatan kulit.

Lipatan ini jika berulang selama bertahun-tahun bisa menjadi keriput permanen (sleep lines).

Selain itu, tidur hanya dengan satu sisi wajah bisa tampak lebih tua atau kurang elastis dibanding sisi lain, kulit bisa menjadi kemerahan atau iritasi akibat gesekan bantal.

Cara mengatasinya, yakni;

-Usahakan tidur telentang jika memungkinkan agar wajah bebas tekanan.
Gunakan sarung bantal berbahan satin atau sutra yang lebih halus untuk mengurangi gesekan kulit.

-Hindari menekuk wajah ke bantal secara terus-menerus.

-Tambahkan skincare malam yang mendukung elastisitas kulit (misalnya serum peptide atau retinol jika cocok).

Baca Juga: Dicap Egois Gegara Dance Halangi Fans Cilik demi Dinotice BLACKPINK, Regina Phoenix Akui Salah dan Minta Maaf

4. Mengonsumsi Makanan Manis Berlebih

Konsumsi gula berlebihan meningkatkan proses glycation, suatu mekanisme dimana gula berikatan dengan protein seperti kolagen dan elastin, sehingga menurunkan kualitas dan fungsi jaringan kulit.

Karena itu, kulit menjadi kurang kencang, muncul bintik-bintik penuaan (age spots), kondisi inflamasi meningkat (akibat gula tinggi memicu radikal bebas).

Cara mengatasinya adalah sebagai berikut;

-Kurangi konsumsi gula halus (permen, minuman manis, snack manis) dan ganti dengan pilihan sehat (buah, kacang-kacangan, sayuran).

-Perbanyak asupan antioksidan (vitamin C, E, flavonoid) yang membantu melawan efek negatif gula.

-Pastikan hidrasi cukup dan rutin menggunakan skincare yang mendukung kolagen.

Baca Juga: Ngopi Cantik di Bogor? Ini Dia 3 Spot Cafe Terbaru yang Lagi Viral Banget di Tahun 2025!

5. Minum Pakai Sedotan

Kebiasaan menegang atau menyipitkan bibir saat minum melalui sedotan menimbulkan gerakan otot bibir yang repetitif.

Kebiasaan ini dapat memicu garis-garis halus di sekitar mulut (smokers line) meski bukan perokok.

Selain itu, terbiasa minum menggunakan sedotan dapat membuat garis senyum atau lip line lebih cepat terlihat, kulit di sekitar mulut bisa menipis atau kurang lembab.

Cara mengatasinya adalah sebagai berikut;

-Kurangi penggunaan sedotan atau alihkan ke gelas yang langsung diangkat ke bibir.

-Gunakan lip balm atau lip mask yang melembabkan area sekitar bibir.

-Pijat ringan area sekitar mulut menggunakan jari bersih atau roller kecil untuk membantu sirkulasi.

-Gunakan krim malam khusus area bibir yang mengandung peptida atau ceramide untuk menjaga elastisitas.

Baca Juga: 5 Tren Nongkrong di Bogor Tahun 2025! Dari Cafe Estetik sampai Konsep Hidden Spot

6. Stress Berlebihan

Stres kronis meningkatkan hormon seperti kortisol dan memicu reaksi inflamasi, yang dapat mempercepat kerusakan kolagen dan elastin serta melemahkan fungsi barrier kulit.

Penelitian menunjukkan bahwa moderat hingga tinggi stress berkorelasi dengan perubahan mikrostruktur kulit seperti garis halus dan kehalusan tekstur yang menurun.

Selain itu, kulit bisa menjadi tipis, lebih rentan iritasi, muncul kemerahan, jerawat hormon atau kondisi kulit lainnya dapat diperburuk oleh stres.

Cara mengatasinya adalah sebagai berikut;

-Terapkan teknik relaksasi: meditasi, pernapasan dalam, yoga, atau jalan santai.

-Pastikan waktu merawat diri (me time) secara rutin tanpa gadget.

-Tidur cukup dan olahraga ringan untuk mengurangi hormon stres.

-Gunakan skincare yang mengandung bahan anti inflamasi atau antioksidan (misalnya niacinamide, vitamin C) untuk membantu memperkuat kulit.

Baca Juga: Dana PIP Sudah Cair, Cek Statusmu Lewat HP dengan Mudah

7. Tidur dengan Wajah Kotor

Saat wajah tidak dibersihkan sebelum tidur, sisa make-up, kotoran, dan polutan menumpuk.

Kebiasaan ini memicu oksidasi, peradangan, serta melemahkan regenerasi kulit malam hari, proses yang seharusnya membantu memperbaiki kerusakan dan mempertahankan kolagen.

Selain itu, kulit bisa mengalami breakout, pori-pori tersumbat, tekstur kulit kasar, bercak, dan kurang bersinar.

Cara mengatasinya adalah sebagai berikut;

-Selalu bersihkan wajah sebelum tidur dengan pembersih lembut (double cleansing untuk make up berat).

-Gunakan toner atau essence yang membantu menyeimbangkan pH kulit dan mempersiapkan langkah perawatan berikutnya.

-Gunakan produk malam yang mendukung regenerasi seperti retinol, peptida, atau cukup moisturiser yang baik.

-Pastikan sarung bantal diganti secara rutin untuk menghindari akumulasi bakteri/polutan.

Baca Juga: PIP Kemendikdasmen Tahap 3 Cair Hingga Desember!! Jutaan Siswa Kurang Mampu Dapat Bantuan Pendidikan, Cek Statusmu Sekarang!

Keriput sebelum waktunya bukanlah takdir, melainkan sinyal bahwa kulit kita membutuhkan perhatian yang tepat.

Dengan menghindari kebiasaan-kebiasaan di atas dan menggantinya dengan rutinitas sehat, kamu bisa menjaga kulit tetap kencang, elastis, dan bercahaya lebih lama. ***