POJOKSATU.id — Hasad, sebuah sifat tercela yang muncul tanpa alasan jelas, menjadi ancaman serius dalam kehidupan manusia karena dapat merusak kebaikan dan keharmonisan hidup.

Dalam Islam, sifat tercela hasad, diartikan sebagai perasaan negatif yang timbul saat melihat orang lain meraih kebaikan, baik berupa harta, jabatan, benda, maupun prestasi.

Kata hasad berasal dari Bahasa Arab, yakni hasada-yahsidu-ihsid, yang artinya iri dan dengki.

Lebih dari sekadar iri, hasad yang merupakan sifat tercela mencakup angan-angan agar kenikmatan yang dimiliki orang lain hilang dari diri sendiri.

Baca Juga: Doa agar Diberikan Kesehatan dan Terhindar dari Penyakit, Amalkan Ini Setiap Hari!

Selain itu, sifat tercela hasad juga mencakup semua aspek kehidupan, termasuk urusan agama dan dunia.

Bahaya Hasad: Merusak Kebaikan dan Menghancurkan Kehidupan

1. Dapat Menghanguskan Kebaikan

إِيَّاكُمْ وَالْحَسَدَ فَإِنَّ الْحَسَدَ يَأْكُلُ الْحَسَنَاتِ كَمَا تَأْكُلُ النَّرُ الْحَطَبَ

Artinya: "Jagalah dirimu dari hasad karena sesungguhnya hasad itu memakan kebaikan. Sebagaimana api memakan kayu bakar." (HR. Abu Daud No. 4257 dari Abu Hurairah)

Dalam hadis diatas, diingatkan untuk menjauhi hasad karena sifat ini dapat memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.

Bahkan sedikit hasad saja mampu menghanguskan kebaikan yang telah dilakukan dengan susah payah.

2. Dosa Pertama di Langit dan di Muka Bumi

عُصِيَ اللهُ بِهِ فِي السَّمَاءِ الْحَسَدُ وَأَوَّلُ ذَنْبٍ عُصِيَ اللهُ بِهِ فِي الأَرْضِ الْحَسَدُ

Artinya: "Dosa yang pertama kali terjadi di langit adalah hasad (hasadnya iblis kepada Adam). Demikian pula dosa yang pertama kali terjadi di bumi adalah hasad (hasad yang mendorong salah seorang anak Nabi Adam membunuh saudaranya)."

Kisah dosa pertama di langit, yakni hasadnya iblis kepada Adam, dan dosa pertama di bumi.

Hasad yang mendorong seorang anak Nabi Adam membunuh saudaranya, menunjukkan betapa seriusnya sifat hasad.

Baca Juga: Hadapi Cuaca Ekstrem, Ini Amalan Doa Saat Hujan Lebat, Angin Kencang dan Petir untuk Minta Perlindungan dan Keberkahan

3. Hilang Kemuliaan dan Masuk Neraka Jahanam

أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ

Artinya: "Aku lebih baik daripada dia, Engkau ciptakan aku dari api dan Engkau ciptakan Adam dari tanah." (QS. Al-Araf:12)

Iblis, yang dulunya mulia dan termasuk malaikat, terusir dari surga karena hasad. Ayat menunjukkan bahwa terlalu mencintai diri sendiri dan merendahkan orang lain dapat mengakibatkan kehancuran, bahkan hingga masuk neraka jahanam.

4. Melakukan Hal yang Sia-sia

إِنْ تَمْسَسْكُمْ حَسَنَةٌ تَسُؤْهُمْ وَإِنْ تُصِبْكُمْ سَيِّئَةٌ يَفْرَحُوا بِهَا وَإِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا لا يَضُرُّكُمْ كَيْدُهُمْ شَيْئًا إِنَّ اللَّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطٌ (١٢٠)

Artinya: "Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya."

"Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikit pun tidak mendatangkan kemudaratan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan." (Ali Imran: 120)

Ayat Al-Qur'an diatas menyampaikan bahwa hasad pada dasarnya adalah perbuatan sia-sia.

Harapan buruk terhadap orang lain tidak akan berpengaruh pada objek hasad, melainkan terus menimbulkan kekhawatiran dan kebencian.

Baca Juga: Keutamaan Asmaul Husna Lengkap dengan Tulisan Arab, Latin, dan Artinya

Jenis Hasad: Hakiki dan Majazi

1. Hasad Hakiki

Merupakan hasad yang melibatkan emosi negatif, ingin kebaikan orang lain hilang dari diri mereka. Perbuatan hasad ini dapat mendatangkan beragam kerugian lahir dan batin serta ancaman dosa.

2. Ghibtoh/Hasad Majazi

Adalah perasaan iri saat melihat kebaikan orang lain tanpa menginginkan mereka kehilangan nikmat.

Diperbolehkan pada dua kondisi: orang yang memperoleh harta lalu menginfakkannya pada kebaikan dan orang yang dianugerahi ilmu dan menunaikannya.

Baca Juga: Ratusan Mahasiswa dan Dosen FAI UIKA Satukan Doa untuk Palestina: Penampilan Teatrikal Menambah Haru Suasana

Penyebab Hasad

1. Permusuhan

Hasad muncul secara alami ketika seseorang bermusuhan dengan pihak lain.

Kondisi pihak yang dimusuhi cenderung dipandang lebih buruk, memunculkan hasad.

2. Menganggap Diri Terlalu Tinggi

Menciptakan kesulitan saat menemui pihak yang lebih unggul. Penting untuk ingat bahwa di atas langit masih ada langit.

3. Terlalu Mencintai Kekuasaan

Cinta berlebih terhadap kekuasaan membuka pintu hasad dan berpotensi membawa kesengsaraan.

Hasad menjadi permulaan dari masalah yang lebih besar.

Melalui pemahaman akan bahaya hasad, kita diingatkan untuk menjaga diri dari sifat tersebut dan membina kehidupan yang lebih baik dengan membangun sikap positif dan saling mendukung.***