POJOKSATU.id — Setiap 9 September diperingati sebagai Hari Sudoku Internasional atau International Sudoku Day.
Peringatan tersebut menjadi momentum untuk kembali mengenal permainan teka-teki angka yang mengandalkan logika, ketelitian, dan kemampuan memecahkan masalah.
Sudoku merupakan permainan yang terlihat sederhana karena hanya menggunakan angka 1 hingga 9.
Namun, tingkat kesulitannya dapat meningkat seiring dengan kompleksitas susunan angka yang diberikan.
Dalam permainan Sudoku standar, pemain akan berhadapan dengan papan berukuran 9x9 yang terdiri dari 81 kotak.
Baca Juga: Gus Yazid Divonis 1 Tahun Penjara, Beda Jauh dari Tuntutan Jaksa 6 Tahun
Papan tersebut kemudian terbagi menjadi sembilan blok berukuran 3x3.
Tujuan permainan ini adalah mengisi seluruh kotak kosong menggunakan angka 1 sampai 9.
Setiap angka hanya boleh muncul satu kali dalam setiap baris, kolom, dan blok 3x3.
Meskipun nama Sudoku sangat identik dengan Jepang, permainan ini sebenarnya memiliki sejarah yang cukup panjang dan tidak bermula di Negeri Sakura.
Konsep yang menjadi salah satu dasar permainan Sudoku dapat dikaitkan dengan gagasan Latin square yang diperkenalkan oleh matematikawan asal Swiss, Leonhard Euler, pada abad ke-18.
Baca Juga: Lima Jurnalis Hilang Kontak di Sekitar Anak Krakatau, SAR Kerahkan Drone Termal
Latin square merupakan susunan simbol dalam bentuk baris dan kolom dengan ketentuan setiap simbol tidak boleh muncul lebih dari satu kali pada baris maupun kolom yang sama.
Teka-teki angka dengan konsep yang memiliki kemiripan dengan Sudoku juga pernah muncul di surat kabar Prancis pada akhir abad ke-19.
Namun, bentuk tersebut belum sepenuhnya sama dengan Sudoku modern.
Sudoku modern kemudian mulai dikenal pada 1979 di Amerika Serikat.
Puzzle tersebut dibuat oleh Howard Garns, seorang arsitek asal Indiana.
Baca Juga: Jakarta Pusat Job Connect 2026 Buka Ribuan Lowongan Kerja, Cek Jadwal dan Cara Daftar
Teka-teki ciptaan Garns diterbitkan dalam majalah Dell Pencil Puzzles & Word Games dengan nama Number Place.
Konsepnya menggunakan papan 9x9 yang dibagi menjadi sembilan kelompok berukuran 3x3.
Identitas Garns sebagai pembuat puzzle tersebut tidak langsung diketahui publik karena teka-teki itu diterbitkan tanpa mencantumkan nama penciptanya.
Puzzle tersebut kemudian diperkenalkan ke Jepang pada 1984 melalui Nikoli, perusahaan penerbit teka-teki.
Di Jepang, permainan itu mendapatkan nama yang kemudian dipersingkat menjadi Sudoku.
Nama Sudoku berasal dari istilah Jepang “Sūji wa dokushin ni kagiru” yang memiliki makna bahwa setiap angka harus muncul satu kali atau tidak boleh berulang.
Permainan tersebut kemudian semakin populer di Jepang dan akhirnya menyebar ke berbagai negara.
Popularitas Sudoku meningkat pesat pada awal dekade 2000-an.
Salah satu faktor penting dalam penyebarannya adalah Wayne Gould, seorang warga Selandia Baru yang mengembangkan program komputer untuk menghasilkan puzzle Sudoku.
Pada 2004, Sudoku mulai diterbitkan oleh surat kabar The Times di London.
Setelah itu, permainan tersebut dengan cepat muncul di berbagai surat kabar dan media cetak di sejumlah negara.
Perkembangan teknologi kemudian membuat Sudoku tidak lagi hanya dimainkan melalui buku atau surat kabar.
Permainan ini juga tersedia dalam berbagai aplikasi, situs web, dan platform digital.
Baca Juga: Karpet Sering Dicakar Kucing? Begini Cara Menghentikan Kebiasaannya
Bagi yang baru ingin mencoba Sudoku, aturan permainannya sebenarnya cukup sederhana.
Pertama, pemain perlu memahami papan permainan.
Sudoku standar memiliki 81 kotak yang terdiri dari sembilan baris dan sembilan kolom.
Keseluruhan papan tersebut dibagi menjadi sembilan blok berukuran 3x3.
Selanjutnya, setiap kotak kosong harus diisi menggunakan angka 1 sampai 9.
Namun, angka yang dimasukkan harus mengikuti aturan permainan.
Baca Juga: Ibu Febiona Purba Tak Puas Pemeriksaan Anaknya dari Dokter, Sudah 5 Kali Pindah Rumah Sakit
Dalam satu baris, angka 1 hingga 9 tidak boleh muncul lebih dari satu kali.
Aturan serupa juga berlaku pada setiap kolom.
Selain memperhatikan baris dan kolom, pemain harus memastikan angka yang digunakan tidak berulang dalam blok 3x3 yang sama.
Karena itu, pemain perlu memeriksa tiga bagian sekaligus, yakni baris, kolom, dan blok 3x3 sebelum menentukan angka yang akan dimasukkan.
Kunci bermain Sudoku bukanlah melakukan perhitungan matematika yang rumit.
Permainan ini lebih mengandalkan kemampuan berpikir logis dan melihat kemungkinan berdasarkan angka yang sudah tersedia.
Sebagai contoh, apabila dalam sebuah baris sudah terdapat angka 1, 2, 3, 4, 6, 7, 8, dan 9, berarti hanya angka 5 yang belum tersedia.
Baca Juga: Lenovo Tab Plus Gen 2 Meluncur, Bawa 9 Speaker dan Kickstand 360 Derajat
Jika hanya ada satu kotak kosong pada baris tersebut, maka angka 5 menjadi jawaban yang tepat.
Cara tersebut dapat dilakukan secara bertahap untuk menemukan angka-angka berikutnya.
Semakin sulit tingkat Sudoku, semakin banyak kemungkinan yang harus diperhitungkan.
Pemain pun perlu lebih teliti dalam menentukan angka agar tidak membuat kesalahan yang memengaruhi kotak-kotak berikutnya.
Sudoku menjadi menarik karena aturan dasarnya mudah dipahami, tetapi penyelesaiannya dapat memberikan tantangan yang berbeda pada setiap puzzle.
Permainan ini juga tidak membutuhkan kemampuan berhitung tingkat lanjut.
Pemain cukup memahami pola, memperhatikan angka yang telah tersedia, kemudian menggunakan logika untuk menentukan kemungkinan yang benar.
Dengan sejarah yang telah berlangsung selama puluhan tahun, Sudoku kini berkembang menjadi salah satu permainan teka-teki logika yang dikenal di berbagai belahan dunia.
Peringatan Hari Sudoku Internasional setiap 9 September pun menjadi kesempatan untuk kembali mengenal permainan angka yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menantang ketelitian dan kemampuan berpikir pemain.***




