POJOKSATU.id - Hari ini umat Islam telah memasuki hari ke-25 di bulan suci Ramadan. 

Artinya, Hari Raya Idul Fitri semakin dekat dan umat Muslim mulai mempersiapkan diri menyambut hari kemenangan tersebut.

Salah satu ibadah yang sangat dianjurkan pada Hari Raya Idul Fitri adalah melaksanakan Salat Idul Fitri atau Salat Id. 

Salat ini dikerjakan sebanyak dua rakaat dan biasanya dilakukan secara berjamaah di masjid atau lapangan.

Meski demikian, Salat Id juga tetap boleh dilaksanakan secara sendiri atau munfarid di rumah apabila seseorang terlambat datang ke lokasi salat berjamaah. 

Melaksanakan salat sendiri tetap lebih baik daripada tidak melaksanakannya sama sekali.

Baca Juga: VIRAL Pria Mau Beli Takjil di Mall Malah Diteriaki Maling oleh Ibu-Ibu Tak Dikenal

Niat Salat Idul Fitri

Sebagaimana salat pada umumnya, Salat Idul Fitri diawali dengan membaca niat.

أُصَلِّي سُنَّةً لِعِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushallî sunnatan li ‘îdil fithri rak‘ataini (ma’mûman/imâman) lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: “Aku niat salat sunnah Idul Fitri dua rakaat (menjadi makmum atau imam) karena Allah Ta’ala.”

Pelafalan niat secara lisan hukumnya sunnah, sedangkan yang wajib adalah adanya niat di dalam hati untuk melaksanakan salat Idul Fitri.

Sebelum salat dimulai, tidak ada azan maupun iqamah. Biasanya hanya diserukan kalimat “ash-shalâtu jâmi‘ah”.

Baca Juga: Tips Memilih Motif Pashmina Viscose untuk Lebaran 2026, Biar OOTD Hari Raya Simpel tapi Tetap Chic

Takbir pada Rakaat Pertama

Salat Id dimulai dengan takbiratul ihram seperti salat biasa. Setelah membaca doa iftitah, disunnahkan membaca takbir tambahan sebanyak tujuh kali pada rakaat pertama.

Di sela-sela takbir tersebut dianjurkan membaca dzikir berikut:

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

Allahu akbar kabîrâ, wal hamdu lillâhi katsîrâ, wa subhânallâhi bukratan wa ashîlâ.

Artinya: “Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Maha Suci Allah pada waktu pagi dan petang.”

Dzikir lain yang juga boleh dibaca adalah:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

Subhânallâh wal hamdu lillâh wa lâ ilâha illallâh wallâhu akbar.

Baca Juga: Danantara Salurkan 88.000 Paket Perlengkapan Sekolah untuk Siswa di Seluruh Indonesia

Membaca Al-Fatihah dan Surat

Setelah takbir tambahan selesai, imam membaca surat Al-Fatihah. Setelah itu dianjurkan membaca surat Al-A’la.

Salat kemudian dilanjutkan seperti salat biasa dengan ruku’, sujud, duduk di antara dua sujud, hingga berdiri kembali untuk rakaat kedua.

Rakaat Kedua

Pada rakaat kedua, setelah berdiri kembali, disunnahkan membaca takbir tambahan sebanyak lima kali sambil mengangkat tangan.

Di sela-sela takbir tersebut, dianjurkan membaca dzikir yang sama seperti pada rakaat pertama.

Setelah itu dilanjutkan membaca Al-Fatihah, kemudian dianjurkan membaca surat Al-Ghasyiyah.

Baca Juga: Menkomdigi Ajak Keluarga Kurangi Screen Time Saat Lebaran, Ada 6 Tips Mengatur Waktu Gawai Anak

Salat kemudian dilanjutkan dengan ruku’, sujud, hingga akhirnya ditutup dengan salam.

Perlu diketahui, takbir tambahan sebanyak tujuh kali pada rakaat pertama dan lima kali pada rakaat kedua hukumnya sunnah. 

Artinya, jika terlupa melakukannya, salat tetap sah.

Mendengarkan Khutbah Id

Setelah salat selesai, jamaah dianjurkan untuk tetap berada di tempat guna mendengarkan khutbah Idul Fitri hingga selesai.

Dalam pelaksanaannya, khutbah Id biasanya dilakukan dua kali dan dipisahkan dengan duduk sejenak.

Baca Juga: Menkomdigi Ajak Keluarga Kurangi Screen Time Saat Lebaran, Ada 6 Tips Mengatur Waktu Gawai Anak

Tradisi ini merujuk pada hadis yang menjelaskan bahwa imam dianjurkan menyampaikan dua khutbah pada salat hari raya.

Dengan semakin dekatnya Hari Raya Idul Fitri di penghujung Ramadan, umat Islam diharapkan dapat mempersiapkan diri tidak hanya secara lahir, tetapi juga secara spiritual agar dapat merayakan hari kemenangan dengan penuhkeberkahan. ***