POJOKSATU.id - Buat kamu yang lagi cari dokter gigi Pondok Bambu atau dokter spesialis gigi terdekat untuk perawatan gigi berlubang, penting banget untuk memahami dulu apakah kondisi gigimu bisa langsung ditambal atau perlu perawatan lebih lanjut.
Pasalnya, gigi yang berlubang atau mengalami kerusakan tidak hanya mempengaruhi penampilan, tapi juga kesehatan mulut dan fungsi pengunyahan, sehingga perlu penanganan yang tepat.
Salah satu opsi perawatan untuk mengatasi infeksi pada gigi berlubang adalah dengan penambalan.
Tapi, apakah semua kasus bisa langsung ditambal? Tentu saja tidak, ya!
Ada kondisi tertentu, khususnya saat lubang sudah mencapai saraf, yang justru memerlukan perawatan saluran akar (PSA) dulu sebelum bisa ditambal.
Yuk simak artikel ini sampai habis untuk tahu kapan gigi berlubang bisa langsung ditambal, kapan harus PSA, dan kenapa penting untuk cek ke dokter gigi Pondok Bambu atau dokter spesialis gigi terdekat supaya perawatan yang dilakukan sesuai kebutuhan.
Bagaimana Lubang pada Gigi Terbentuk?
Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan data sebanyak 88,8% penduduk Indonesia mengalami gigi berlubang, yang artinya setidaknya 8 per 10 orang mengalami gigi berlubang.
Seperti banyak yang orang sudah tahu, penyebab gigi berlubang di antaranya adalah sering konsumsi makanan/minuman manis dan frekuensi serta teknik menyikat gigi yang tidak tepat.
Lubang pada gigi berawal dari sisa-sisa makanan yang menempel pada gigi yang kemudian diurai oleh bakteri pada mulut menjadi asam.
Nah, kondisi asam inilah yang lama-kelamaan yang menyebabkan lapisan gigi terdemineralisasi dan menyebabkan gigi berlubang.
Seiring dengan berjalannya waktu, gigi berlubang yang tidak kunjung ditangani akan semakin besar dan semakin dalam seperti gambar berikut
Seperti gambar di atas, dapat dilihat bahwa gigi memiliki tiga lapisan, yaitu email (lapisan terluar berwarna putih), dentin (lapisan tengah berwarna kekuningan), dan pulpa (lapisan terdalam berwarna merah.
Pulpa sendiri terdiri dari pembuluh darah dan saraf. Biasanya, lubang yang sudah mencapai lapisan dentin akan menimbulkan gejala ngilu ketika gigi berkontak dengan makan/minum terlalu dingin atau panas atau makanan/minuman asam atau manis.
Apabila lubang sudah lebih dalam dan mencapai saraf, biasanya rasa ngilu yang ditimbulkan lebih hebat dan tajam, bahkan ketika sedang tidak makan atau minum.
Pada Kasus seperti Apa yang Perlu Dilakukan Perawatan Saluran Akar?
Perawatan saluran akar diindikasikan pada kasus dimana lubang sudah mencapai saraf. Adapun gejala yang biasanya ditimbulkan adalah sebagai berikut
• Rasa sakit berdenyut
• Rasa sakit hebat dan menjalar (beberapa pasien sulit menentukan sumber sakitnya dari gigi yang mana)
• Rasa sakit bersifat spontan (tidak ada pemicu, tiba-tiba terasa sakit)
• Rasa sakit diperparah ketika makan atau minum dan rasa sakit menetap bahkan setelah makanan atau minumannya dihilangkan.
• Rasa sakit ketika mengunyah atau gigi atas dan bawah berkontak
• Rasa sakit ketika perubahan posisi
• Dapat disertai dengan pembengkakan pada gusi dengan atau tanpa akumulasi nanah
• Pada kasus yang parah, disertai dengan kegoyangan gigi
Beberapa pasien ada yang mengaku tidak merasakan rasa sakit sama sekali, namun giginya berwarna keabuan atau kehitaman.
Hal ini menandakan bahwa saraf pada gigi sudah “mati” sehingga tidak terasa sakit.
Walaupun tidak ada gejala sakit, tetap perlu dilakukan perawatan saluran akar karena gigi yang sarafnya sudah “mati” merupakan sarang bagi bakteri
Tahapan PSA
PSA atau perawatan saluran akar merupakan suatu perawatan yang membutuhkan waktu cukup banyak.
Perawatan ini bertujuan untuk membersihkan mahkota dan saluran akar dari bakteri-bakteri yang menjadi sumber infeksi.
Ketika bakteri ini tereliminasi, akan memicu penyembuhan jaringan pendukung gigi sehingga gigi dapat dipertahankan dan berfungsi kembali.
Umumnya, perawatan saluran akar terdiri dari beberapa tahapan seperti berikut
• Rontgen awal untuk mengetahui kondisi gigi beserta jaringan pendukungnya
• Pembersihan struktur mahkota
• Pembersihan saluran akar
• Pengisian saluran akar
• Penambalan akhir
Suatu proses yang cukup panjang, bukan? Tenang saja, pada beberapa kasus PSA ini dapat dilakukan dalam 1 kali kunjungan tergantung pada kondisi gigi Anda.
Lantas, Apa Resikonya Apabila Gigi yang Terindikasi Dilakukan PSA Langsung Ditambal tanpa PSA?
Melihat prosesnya yang panjang tersebut, tidak sedikit pasien yang menginginkan giginya langsung ditambal saja.
Nyatanya, justru dengan langsung penambalan, bakteri sumber infeksi akan “terjebak” di dalam gigi dan berkembang biak lebih lanjut sehingga menimbulkan rasa sakit yang tidak kunjung hilang atau bahkan rasa sakitnya lebih hebat dari sebelumnya.
Untuk itu, apabila berdasarkan hasil pemeriksaan oleh dokter gigi memang gigi tersebut indikasi untuk perawatan saluran akar, maka perawatan tersebut harus dilakukan.
Nah, jika Anda memiliki gejala-gejala seperti di atas, segera konsultasikan ke dokter gigi di Damessa Family Dental Care terdekat!
Damessa Family Dental Care memiliki dokter gigi umum dan spesialis yang siap melayani keluhan Anda dan mencari akar permasalahannya dimana sehingga dapat dilakukan penanganan yang tepat sasaran dan optimal.
Follow instagram atau hubungi kami untuk informasi lebih lanjut, ya!




