POJOKSATU.id — Memilih gendongan bayi tidak bisa dilakukan sembarangan.
Selain faktor kenyamanan, orang tua juga perlu memperhatikan keamanan dan dampaknya terhadap pertumbuhan tulang bayi, terutama bagian pinggul dan tulang belakang.
Salah satu jenis posisi gendongan yang banyak direkomendasikan adalah M-shape atau sering disebut posisi menyerupai huruf “M”.
Baca Juga: Jangan Salah Beli! Ini Perbedaan Buku Bajakan dan Ori yang Wajib Diketahui Pembaca
Posisi ini dinilai lebih ergonomis untuk bayi, terutama pada masa awal pertumbuhan.
Banyak orang tua mungkin masih bertanya-tanya, apakah gendongan M-shape benar-benar baik untuk bayi?
Jawabannya, ya, selama digunakan dengan cara yang tepat dan sesuai usia bayi.
Baca Juga: Profil Universitas Al-Khairiyah Cilegon, Kampus Swasta Pertama yang Jadi Kebanggaan Warga Banten
Posisi M-shape merupakan posisi ketika lutut bayi berada lebih tinggi dibandingkan bokong, sementara kedua kaki terbuka membentuk huruf “M”.
Dalam posisi ini, paha bayi mendapat penyangga secara menyeluruh sehingga kaki tidak menggantung bebas.
Posisi tersebut dianggap lebih ideal karena membantu menjaga perkembangan alami sendi panggul bayi.
Baca Juga: Bupati Bandung Siap Dampingi Kiai Audiensi ke Pusat, Desak Kejelasan Implementasi UU Pesantren
Saat bayi masih berada dalam masa pertumbuhan, struktur tulang dan sendi masih berkembang sehingga membutuhkan dukungan posisi tubuh yang tepat.
Selain membantu menjaga kesehatan pinggul, gendongan M-shape juga dinilai mampu menopang tulang belakang bayi secara lebih alami.
Punggung bayi umumnya masih berbentuk sedikit melengkung atau menyerupai huruf “C” sehingga posisi ergonomis dianggap lebih nyaman dibanding posisi terlalu tegak atau menggantung.
Sebaliknya, orang tua sebaiknya menghindari penggunaan gendongan yang membuat kaki bayi menggantung lurus ke bawah tanpa penopang paha, terutama jika digunakan dalam waktu lama.
Baca Juga: Universitas Salakanagara Hadir dengan Kuliah Fleksibel dan Peluang Kerja hingga Jepang
Posisi seperti itu dikhawatirkan memberikan tekanan berlebih pada area panggul bayi.
Meski begitu, penggunaan gendongan M-shape tetap harus memperhatikan beberapa hal penting.
Orang tua perlu memastikan gendongan sesuai dengan usia dan berat badan bayi.
Selain itu, posisi wajah bayi harus tetap terlihat jelas agar saluran napas tidak tertutup kain atau tubuh penggendong.
Baca Juga: Hasil Kunjungan Prabowo, Dewan Bisnis Indonesia-Prancis Capai Kesepakatan Bisnis Rp62 Triliun
Bagi bayi baru lahir, bagian kepala dan leher juga perlu mendapatkan penyangga yang cukup karena otot leher belum berkembang sempurna.
Cara mudah mengecek posisi bayi saat digendong adalah dengan memastikan prinsip “M” pada posisi kaki dan “C” pada bentuk alami punggung bayi.
Jika kedua posisi tersebut terpenuhi, maka bayi umumnya berada dalam posisi yang lebih ergonomis dan nyaman.
Pada akhirnya, gendongan M-shape dapat menjadi pilihan yang baik untuk bayi asalkan digunakan dengan benar, tidak terlalu longgar maupun terlalu ketat, serta tetap memperhatikan kenyamanan dan keamanan si kecil.***




