POJOKSATU.id — Aktivitas sederhana seperti mengupas dan memotong bawang merah kerap menjadi tantangan tersendiri di dapur.
Tak sedikit orang yang dibuat “menangis” lantaran mata perih akibat zat kimia yang dilepaskan oleh bawang.
Namun, tahukah Anda, ada trik unik yang bisa mencegah mata berair saat mengiris bawang, yakni dengan mengunyah permen karet?
Meski terdengar sepele, cara ini ternyata bukan sekadar mitos belaka.
Di balik kebiasaan mengunyah permen karet saat memotong bawang, terdapat penjelasan ilmiah yang cukup masuk akal.
Senyawa Kimia dalam Bawang
Bawang merah dan bawang bombay mengandung enzim bernama alliinase yang bereaksi ketika sel bawang dipotong atau dihancurkan.
Enzim ini memecah senyawa sulfur dalam bawang menjadi asam sulfenat. Tak berhenti sampai di situ, asam sulfenat kemudian berubah menjadi gas propanethial S-oxide, senyawa volatil yang menguap dan menyebar di udara.
Ketika gas ini mencapai mata, tubuh kita bereaksi dengan menghasilkan air mata untuk melindungi dan membersihkan iritasi yang ditimbulkan oleh zat tersebut.
Itulah sebabnya, hampir semua orang akan mengeluarkan air mata ketika mengupas atau memotong bawang, terlebih dalam jumlah banyak.
Mengunyah Permen Karet
Lantas, bagaimana permen karet bisa membantu?
Jawabannya ada pada aktivitas mengunyah itu sendiri. Saat seseorang mengunyah permen karet, otot wajah terutama di sekitar mulut dan rahang akan aktif bergerak.
Baca Juga: Fakta Unik, HIDUP di AIR, Apakah Ikan Bisa MERASA HAUS dan Perlu Minum? Begini Penjelasannya
Aktivitas ini secara tidak langsung memaksa seseorang untuk bernapas lebih banyak melalui mulut ketimbang hidung.
Dengan bernapas lewat mulut, aliran udara yang masuk dan keluar menjadi lebih stabil, sehingga gas propanethial S-oxide yang biasanya masuk lewat hidung dan mengiritasi mata akan lebih tersebar dan tidak terkonsentrasi ke saluran pernapasan atas, termasuk area mata.
Kondisi ini membuat mata lebih terlindungi dari paparan gas bawang.
Selain itu, mengunyah permen karet juga merangsang produksi air liur, yang dapat menurunkan frekuensi bernapas melalui hidung.
Mekanisme ini semakin memperkecil kemungkinan gas bawang mengiritasi mata.
Sejumlah Fakta dan Pengalaman Dapur
Meski belum banyak riset akademis khusus yang menguji trik permen karet ini, banyak juru masak rumahan hingga chef profesional yang mengaku cara ini cukup efektif.
Baca Juga: Fakta Unik, BERAT AWAN Bisa SETARA 100 Ekor Gajah Afrika Dewasa! Mengapa TIDAK JATUH?
Beberapa bahkan menyarankan alternatif serupa seperti menghisap permen keras atau bernapas lewat mulut secara sadar saat mengupas bawang.
Sebagai tambahan, selain mengunyah permen karet, beberapa trik lain juga terbukti membantu meminimalisasi air mata saat memotong bawang, antara lain:
-
Mendinginkan bawang di kulkas sebelum dipotong
-
Menggunakan pisau tajam untuk meminimalkan kerusakan sel bawang
-
Memotong bawang di bawah air mengalir atau mendekatkan ke kipas angin
Jadi, mengunyah permen karet saat mengupas atau memotong bawang memang bukan mitos semata.
Aktivitas ini memengaruhi cara kita bernapas, mengurangi paparan gas iritasi yang menyebabkan mata berair. Walaupun terdengar sederhana, cara ini layak dicoba di dapur Anda. ***




