POJOKSATU.id - Ada banyak eksperimen sains sederhana yang bisa dilakukan dengan budget murah untuk anak SD.
Eksperimen sains dilakukan agar anak SD dapat mengeksplorasi dunia sains dengan berbagai eksperimen sederhana dengan budget yang murah.
Agar pembelajaran dikelas tidak membosankan, guru IPA dapat mengemas pelajaran dalam bentuk yang menyenangkan seperti eksperimen sains sederhana ini.
Eksperimen sains sederhana juga dicoba di rumah, dengan budget yang murah untuk anak SD, membuat belajar menjadi menyenangkan.
Baca Juga: Reimagining Beauty: Tren Makeup 2023-2024 Menerobos Batasan Eksperimen dan Keberagaman!
Berikut ini adalah eksperimen sains sederhana dengan budget murah untuk anak-anak SD.
1. Awan dalam Gelas
Tujuan dari eksperimen ini adalah untuk mengetahui proses kondensasi yang membentuk awan di langit.
Bahan dan alat:
- Es batu, air panas, korek api kayu, toples/gelas, dan kantong plastik.
Langkah-langkah Eksperimen:
- Isi toples atau gelas dengan air panas lalu diamkan 1 menit.
- Sisakan seperempat saja dalam wadah tesebut.
- Nyalakan korek api dan cemplungkan ke dalam air.
- Terakhir letakkan es batu yang sudah dibungkus plastic di atas gelas/toples. Proses terbentuknya awan akan terjadi setelah itu.
Baca Juga: Bikin Penasaran, Bodies: Serial Netflix Ini Campurkan Unsur Misteri, Fiksi Sains dan Time-Travel
2. Belajar Berat Jenis (Air dan Garam)
Eksperimen ini akan memudahkan Anda menjelaskan ketika murid penasaran mengapa kapal laut bisa berjalan di atas air.
Bahan dan alat:
- Telur, air, garam dapur, dan gelas.
Langkah eksperimen:
- Isi gelas dengan air dan masukkan telur ke dalamnya. Arahkan anak untuk mengamati telur yang tenggelam.
- Lalu ambil telurnya, masukkan beberapa sendok garam. Aduklah hingga benar-benar larut. Masukkan lagi telur kedalam air.
- Telur menjadi melayang dikarenakan ada dorongan dari massa jenis air garam.
- Kemudian masukkan lagi lebih banyak garam hingga telur mengambang ke atas air.
Baca Juga: Dua Kegiatan Ini Bisa Bikin Anak Jadi Pintar, Sudah Dibuktikan Sains!
3. Belajar Pembiasan Cahaya dengan Pensil Patah
Ide projek sains ini terbilang paling mudah di antara yang lain. Apabila Anda kesulitan dalam memberikan pemahaman tentang pembiasan cahaya, maka ajaklah siswa untuk mengamati eksperimen ini.
Bahan:
- Gelas bening, pensil, dan air.
Langkah eksperimen:
- Masukkan air ke dalam gelas bening .
- Masukkan pensil ke dalamnya.
- Mulailah mengamatinya dari samping bersama murid Anda. Terjadi pembiasan cahaya yang menyebabkan pensil terlihat seakan patah.
Baca Juga: Bahaya Radiasi Gadget! Lakukan Langkah-langkah Sederhana untuk Menjaga Kesehatan Mata yang Optimal
4. Berkenalan dengan Warna
Percobaan ini bertujuan untuk mengenalkan kepada anak warna-warna primer (merah, biru, kuning) dan warna sekunder yang merupakan hasil percampuran warna primer.
Bahan dan alat:
- 5-7 gelas bening, air bening, dan pewarna makanan (merah, biru, kuning).
Langkah eksperimen:
- Masukkan ke air ke dalam 3 gelas bening.
- Teteskan 3 jenis pewarna makanan pada gelas berbeda. Minta anak untuk melakukannya. Jelaskan padanya itulah warna primer.
- Campurlah warna cairan merah dengan kuning, merah dengan biru, kemudian biru dengan kuning.
- Bimbing anak untuk mengungkap apa yang dilihatnya. Dan itulah warna-warna sekunder.
Baca Juga: Cara Tepat dan Cermat Orang Tua untuk Mengatasi Kecanduan Gadget pada Anak
5. Membuat Telur Kenyal
Bahan dan Alat:
- Telur ayam yang mentah (1 buah), Cuka 200 ml, Gelas
Percobaan:
- Masukkan telur ke dalam gelas;
- Masukan cuka ke dalam gelas hingga seluruh telur tenggelam;
- Diamkan telur selama kurang lebih 1 – 2 hari;
- Hasilnya telur akan menjadi kenyal atau lembek.
- Percobaan sains sederhana membuat telur menjadi kenyal menunjukan bahwa telur yang mengandung bahan kalsium karbonat.
Ketika dicampurkan dengan cuka yang berbahan asam asetat akan menghasilkan kalsium asetat yang lembek, air dan karbon dioksida.
- Telur yang kenyal atau lembek tersebut dapat dijatuhkan pada jarak 5-10 cm dan tidak akan pecah.
Itulah 5 eksperimen sains sederhana yang bisa menjadi referensi bagi Anda untuk menerapkan teori-teori sains bersama anak didik, baik di sekolah maupun di rumah masing-masing. Selamat mencoba!***



