POJOKSATU.id - Umat Muslim di seluruh dunia kini tengah menatap bulan suci Ramadan dengan penuh rindu dan harap.

Ramadan hadir membawa ampunan (maghfirah), keberkahan (barakah), dan pembebasan dari api neraka (itqun minan nar).

Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga. Ia adalah waktu istimewa untuk memperbaiki diri, memperbanyak amal, serta membuka lembaran baru dalam hubungan seorang hamba dengan Allah SWT.

Tak heran bila kerinduan menyambutnya begitu menggelora di hati setiap Muslim.

Baca Juga: Produksi Massal

Tidak sedikit yang membiasakan diri melafalkan doa-doa khusus sebagai bentuk ikhtiar batin, memohon kesehatan, umur panjang, dan kekuatan agar dapat menjalani puasa dengan maksimal.

Dalam berbagai riwayat, Rasulullah SAW dikenal membaca doa ketika awal bulan baru tiba, termasuk saat memasuki Ramadan. 

Doa tersebut bukan sekadar harapan, tetapi pengingat bahwa Ramadan adalah kesempatan besar yang tidak semua orang dapatkan.

Sebab, tidak ada jaminan seseorang akan kembali bertemu bulan suci ini pada tahun berikutnya.

Baca Juga: Ga Punya Hati! Viral Uang Nenek Penjual Nasi Uduk di Bekasi Raib Rp4 Juta, Modusnya Pura Pura Beli!

Doa Menyambut Ramadan Sesuai Sunnah

Para ulama menjelaskan bahwa tidak ditemukan riwayat hadits shahih tentang doa “menyambut Ramadan” yang dibaca berminggu-minggu sebelumnya. 

Yang ada adalah doa ketika melihat hilal sebagai tanda masuk bulan baru, termasuk Ramadan.

Berikut beberapa doa yang masyhur diamalkan.

1. Doa Melihat Hilal Ramadan (Paling Kuat Dasarnya)

Allahumma ahillahu alaina bil yumni wal iman, was salamati wal islam. Rabbi wa rabbukallah.

Artinya:
“Ya Allah, terbitkanlah bulan sabit itu kepada kami dengan membawa keberkahan dan keimanan, keselamatan dan Islam. Rabbku dan Rabbmu (wahai bulan) adalah Allah.” (HR. Tirmidzi no. 3451, Ahmad, dan Ad-Darimi. Dinilai hasan oleh Syaikh Al-Albani)

Doa ini memuat empat permohonan utama: keberkahan agar Ramadan mendatangkan banyak kebaikan, keimanan agar hati tetap teguh, keselamatan lahir dan batin, serta penegasan tauhid bahwa bulan hanyalah makhluk yang tidak memberi manfaat tanpa izin Allah.

Baca Juga: Viral Parkir Tarif Gak Masuk Akal Capai Rp 100 Ribu di Tanah Abang, 8 Preman Jukir Liar Langsung Disikat Polisi!

2. Doa Ulama Salaf (Yahya bin Abi Katsir)

Allahumma sallimni li Ramadhana, wa sallim Ramadhana li, wa tasallamhu minni mutaqabbalan.

Artinya:
“Ya Allah, antarkanlah aku hingga sampai Ramadan, dan antarkanlah Ramadhan kepadaku, dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadhan.” (Hilyatul Auliya, 1/420)

Doa ini memiliki tiga lapisan makna yang mendalam. Pertama, memohon umur dan kesehatan agar bisa bertemu Ramadan. 

Kedua, memohon agar diberi taufik mengisi Ramadan dengan ketaatan. Ketiga, memohon agar seluruh amal diterima oleh Allah SWT.

3. Doa Keberkahan di Bulan Rajab dan Sya’ban

Allahumma barik lana fi Rajaba wa Syabana wa ballighna Ramadhana.

Artinya:
“Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban, dan sampaikanlah umur kami pada bulan Ramadhan.” (HR. Ahmad dan At-Thabrani)

Secara ilmu hadits, riwayat ini dinilai dhaif oleh sejumlah ulama. Namun doa ini boleh diamalkan dalam rangka keutamaan amal karena isinya baik dan tidak bertentangan dengan syariat. 

Yang perlu dijaga adalah tidak meyakininya sebagai sunnah yang kuat dari Nabi SAW.

Baca Juga: Awal Puasa Ramadan 2026 Berbeda, Muhammadiyah Mulai 18 Februari, Pemerintah Resmi Tetapkan 19 Februari, Ini Penyebabnya

4. Doa Ketika Ramadan Tiba

Allahumma adhalla syahru Ramadhana wa hadhara, fa sallimhu li wa sallimni fihi wa tasallamhu minni. Allahummarzuqni shiyamahu wa qiyamahu shabran wahtisaban.

Artinya:
“Ya Allah, bulan Ramadan telah datang dan membayangi. Maka sampaikanlah Ramadhan kepadaku dan sampaikanlah aku ke dalamnya dengan selamat, serta terimalah amal ibadahku di bulan Ramadhan. Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku kesabaran dan keikhlasan dalam menjalani puasa dan shalat malam.”

Doa ini mencakup permohonan yang sangat lengkap, mulai dari keselamatan menjalani Ramadan hingga harapan memperoleh kesabaran dan keikhlasan.

Adab Menyambut Bulan Ramadhan

Doa adalah senjata orang beriman, tetapi ia harus disertai persiapan nyata. Para ulama mengajarkan beberapa adab dalam menyambut Ramadan.

Baca Juga: Mengapa Puasa Ramadan Diwajibkan? Ini Dalil Alquran, Hadis, Syarat dan Rukunnya

  • Pertama, taubat nasuha. Ramadhan ibarat wadah bersih yang layak diisi oleh hati yang juga telah dibersihkan dari dosa.
  • Kedua, melunasi utang puasa. Jangan memasuki Ramadhan baru dengan masih memiliki tanggungan puasa tahun sebelumnya.
  • Ketiga, membekali diri dengan ilmu fiqih puasa agar ibadah yang dijalankan sesuai syariat.
  • Keempat, memperbanyak sedekah. Rasulullah SAW dikenal sebagai manusia paling dermawan, dan kedermawanan beliau semakin meningkat saat Ramadhan.
  • Kelima, menjaga kesehatan fisik agar tubuh siap menghadapi perubahan ritme ibadah.
  • Keenam, memperbanyak tilawah Al-Qur’an sejak bulan Sya’ban agar lisan terbiasa dan hati lebih siap menyambut Ramadhan.

 Baca Juga: Imlek 2026 Tahun Kuda Api, Energi Membara dan Ujian Emosi di Awal Tahun

Doa menyambut Ramadan bukan sekadar rangkaian kata yang terucap dari lisan. Ia adalah pengakuan tulus bahwa kita tidak mampu menjalani Ramadhan dengan baik tanpa pertolongan Allah.

Ketika seorang hamba memohon agar dipertemukan dengan Ramadan, sejatinya ia sedang mengetuk pintu langit, berharap keluar dari bulan suci dalam keadaan lebih bersih, lebih kuat imannya, dan lebih dekat kepada Rabb-nya.

Semoga kita semua dipertemukan dengan Ramadan dalam keadaan sehat, iman yang bertambah, dan semangat ibadah yang semakin menyala. ***