POJOKSATU.id - Ridha Allah merupakan usaha untuk menemukan hal-hal yang membuat Allah senang terhadap manusia. Doa hari ke 22 bulan Ramadhan mengarahkan kita untuk menempatkan kita dalam ridha Allah SWT.
Oleh karena itu, seseorang yang bertekad untuk mencari ridha Allah adalah mereka yang sepenuhnya mengabdi kepada-Nya dan juga memegang teguh prinsip ketuhanan tunggal, Lailahaillallah.
Kita menyampaikan doa hari ke 22 bulan Ramadhan agar memperoleh karunia-Nya dan memohon agar kita di tempatkan dalam Surga, tempat yang membuat ridha Allah SWT pada manusia.
Doa Hari ke 22 Bulan Ramadhan
اَللَّهُمَّ افْتَحْ لِيْ فِيْهِ أَبْوَابَ فَضْلِكَ وَ أَنْزِلْ عَلَيَّ فِيْهِ بَرَكَاتِكَ وَ وَفِّقْنِيْ فِيْهِ لِمُوْجِبَاتِ مَرْضَاتِكَ وَ أَسْكِنِّيْ فِيْهِ بُحْبُوْحَاتِ جَنَّاتِكَ يَا مُجِيْبَ دَعْوَةِ الْمُضْطَرِّيْنَ
Allâhummaftah lî abwâba fadhlika wa anzil ‘alayya fîhi barakâtika wa waffiqnî fîhi limûjibâti mardhâtika wa askinnî fîhi buhbûhâti jannâtika yâ mujîba da’watil mudhtharrîn
Baca Juga: Doa Hari ke 20 Bulan Ramadhan, Membaca Al Quran, Kelak Ia Akan bersama Malaikat yang Mulia
Artinya :
”Ya Allah bukakanlah lebar –lebar pintu karunia-Mu di bulan ini dan curahkan berkah-berkah-Mu Tempatkan aku di tempat yang membuat-Mu ridho padaku. Tempatkan aku di dalam Surga-Mu. Wahai Yang Maha menjawab doa orang yang dalam kesempitan.
Baca Juga: Doa Hari ke 21 Bulan Ramadhan, Wasapada! Setan Masuk dari Celah Ini, Kerap Diuji Saat Puasa
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa ada empat golongan manusia yang kerinduan surga terhadap mereka.
الْجَنَّةُ مُشْتَاقَةٌ اِلَى أَرْبَعَةِ نَفَرٍ : تَالِى الْقُرْانِ, وَحَافِظِ اللِّسَانِ, وَمُطْعِمِ الْجِيْعَانِ, وَصَا ئِمٍ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ
ʾalǧanaaẗu muštaʾqaẗú ʾilaỳ ʾˈaarbaʿaẗi nafarí : taʾaliỳ ʾalqurʾni, waḥaʾfiẓi ʾalliisaʾni, wamuṭʿimi ʾalǧiyʿaʾni, waṣaʾ ʾimí fiỳ šahri ramaḍaʾna
Artinya: "Surga merindukan empat golongan: orang yang membaca Al Quran, menjaga lisan (ucapan), memberi makan orang lapar, dan puasa di bulan Ramadhan." (HR. Abu Daud dan Tirmidzi).***




