POJOKSATU.id - Barangsiapa yang tidak menyibukkan diri dengan ilmu maka ia menjerumuskan dirinya dalam kebodohan. Kebodohan adalah salah satu hal yang sangat dibenci oleh Allah SWT. Kebodohan erat kaitannya dengan akhlak. Karena itu kita anjuran doa hari ke 14 bulan Ramadhan adalah menyampaikan agar kita terhindar dari kesalahan dan kebodohan.

Sekali lagi, tema-tema doa ini hanyalah anjuran yang mungkin diperlukan untuk menuntun kita berdoa sepanjang kita berpuasa dari doa hari ke 1 hingga doa hari ke 14 bulan Ramadhan.

Baca Juga: Peran Kurma Saat Puasa Ramadhan, Serta Hubungannya dengan Nabi Muhammad SAW

Ketika kita beramal tanpa dibekali dengan keilmuan, niscaya hanya kemudaratan yang akan kita dapatkan. Karena itulah kita memohon di saat puasa ini dalam doa hari ke 14 bulan Ramadhan agar Allah SWT menghapus kesalahan dan kebodohan kita.

Doa Hari ke 14 Bulan Ramadhan

اَللَّهُمَّ لاَ تُؤَاخِذْنِيْ فِيْهِ بِالْعَثَرَاتِ وَ أَقِلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْخَطَايَا وَ الْهَفَوَاتِ وَ لاَ تَجْعَلْنِيْ فِيْهِ غَرَضًا لِلْبَلايَا وَ الآفَاتِ بِعِزَّتِكَ يَا عِزَّ الْمُسْلِمِيْنَ

Allâhumma lâ tuâkhidznî fîhi bil-‘atsarât, wa aqilnî fîhi minal khathâyâ wal hafawât, wa lâ taj’alnî fîhi gharadhan lil-balâyâ wal-âfât, bi’izzatika yâ ‘Izzal muslimîn.

Artinya: Ya Allah, jangan Kau siksa aku di bulan ini karena kesalahan-kesalahanku, Hapuskan seluruh kesalahan dan kebodohanku. Hindarkan aku dari bencana dan malapetaka. Demi kemuliaan-MU, Wahai sandaran Kemulian kaum Muslimin.

Baca Juga: Doa Hari ke 13 Bulan Ramadhan, Bukan Hanya Berzina dan Menyebar Berita Palsu, Ini Ternyata yang Disebut Perbutan Keji

Orang yang tidak belajar ilmu pasti tidak akan bisa melaksankan hukum ibadah dengan baik, sehingga ia tidak memahami dalam melaksanakan hak-hak dan aturan dalam ibadah. Sebab kebodohan dapat mengakibatkan bencana kesesatan.

Banyak akibat dari penyebab kesalahan dan kebodohan yang akhirnya menjadi malapetaka bahkan disebut dapat menjadi penghancur agama. 

Baca Juga: Ini Dia Renungan Syukur di Bulan Ramadhan Penuh Berkah, Momen Tepat untuk Berdoa

Orang yang bodoh akan selalu melakukan kesalahan yang menentang Tuhannya. Banyak hal buruk yang bisa ia lakukan karena tidak mengetahui hukum-hukum Allah SWT seperti, dzalim terhadap manusia, makan makanan haram, menyia-nyiakan shalat dan puasa, berzina, dan lain-lain.

Bahkan,  Imam As-Syafi’i menyebut seburuk-buruk imam panutan masyarakat adalah ulama yang fasik dan orang bodoh yang saleh karena keduanya tidak akan membimbing dan mendidik masyarakat ke arah kemaslahatan baik duniawi maupun ukhrawi. ***