POJOKSATU.id - Ramadan merupakan bulan penuh berkah yang terbagi dalam tiga fase utama, masing-masing memiliki keutamaan tersendiri. 

Setelah melewati sepuluh hari pertama yang dikenal sebagai fase rahmat, umat Islam kini memasuki sepuluh hari kedua Ramadan yang disebut sebagai fase maghfirah atau ampunan.

Pada fase ini, umat Islam dianjurkan untuk semakin memperbanyak ibadah dan doa kepada Allah SWT. Ramadan menjadi momen terbaik untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta melalui berbagai amal kebaikan.

Selain menjalankan puasa, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak salat malam, membaca Al-Qur’an, bersedekah, serta memohon ampunan atas segala dosa yang telah diperbuat.

Baca Juga: Cair Bertahap, Anggaran THR 2026 Naik 10 Persen, Guru Bersertifikasi Dapat Tambahan

Rasulullah SAW juga menganjurkan umatnya untuk memperbanyak permohonan ampun kepada Allah SWT, khususnya ketika memasuki fase pertengahan Ramadan yang penuh dengan keutamaan.

Berikut bacaan doa di sepuluh hari kedua Ramadan lengkap dengan tulisan Arab, latin, serta artinya.

Bacaan Doa 10 Hari Kedua Ramadan yang Dianjurkan Rasulullah SAW

Salah satu doa yang dianjurkan untuk dibaca pada fase maghfirah Ramadan adalah sebagai berikut.

اللهم اغفر لي ذنوبي يا رب العالمين

Allahummagfirli dzunuubi ya robbal alamin

Artinya: "Ya Allah ya Tuhanku, ampunilah dosa-dosaku wahai Tuhan Semesta Alam."

Doa ini berisi permohonan ampun kepada Allah SWT atas berbagai kesalahan dan dosa yang telah dilakukan.

Baca Juga: Guru ASN Bersertifikasi Dapat Tambahan TPG di THR 2026? Ini Dasar Hukumnya

Allah SWT juga mengingatkan umat manusia agar tidak menunda memohon ampunan kepada-Nya. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam Surah Ali Imran ayat 133:

وَسَارِعُوْٓا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُۙ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنۙ

Wa sâri‘û ilâ maghfiratin min rabbikum wa jannatin ‘ardhuhas samâwâtu wal ardh, u‘iddat lil muttaqîn.

Artinya:
"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa."

Ayat tersebut mengingatkan bahwa manusia tidak seharusnya menunda untuk memohon ampun kepada Allah SWT. 

Jangan sampai waktu yang ada habis hanya untuk mengejar urusan duniawi, sementara hati dan jiwa justru semakin jauh dari nilai-nilai spiritual.

Baca Juga: Ada Libur Panjang di Bulan Maret! Cek Info GTK dan Sinkron Data Sekarang Sebelum Batas Validasi Awal!

Sepuluh hari kedua Ramadan juga sering disebut sebagai jembatan menuju sepuluh malam terakhir yang penuh kemuliaan, termasuk malam Lailatul Qadar.

Karena itu, fase ini menjadi kesempatan bagi setiap Muslim untuk bersimpuh di hadapan Allah SWT, mengakui segala khilaf, serta berharap termasuk golongan orang yang memperoleh ampunan dan keberuntungan di sisi-Nya.

Kumpulan Doa Hari ke-11 hingga ke-20 Ramadan

Selain doa utama memohon ampunan, terdapat juga sejumlah doa yang dapat diamalkan pada hari ke-11 hingga ke-20 Ramadan. Setiap doa memiliki kandungan makna yang berbeda, mulai dari memohon perlindungan, ketakwaan, hingga keberkahan hidup.

Baca Juga: Ramadan Masuk Fase Maghfirah, Tapi Tantangan Makin Besar, Kesibukan Duniawi Menggoda, Ini Waktu Terbaik Memohon Ampunan

1. Doa Ramadan Hari ke-11

اللَّهُمَّ حَبِّبْ إِلَيَّ فِيهِ الْإِحْسَانَ، وَكَرِّهْ إِلَيَّ فِيهِ الْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ، وَحَرِّمْ عَلَيَّ فِيهِ السَّخَطَ وَالنِّيرَانَ بِعَوْنِكَ يَا غِيَاثَ الْمُسْتَغِيثِينَ

Allâhumma habbib ilayya fihil ihsân, wa karrih ilayya fihil fusûqa wal 'ishyân, wa harrim 'alayya fihis sakhatha wan nîrân, bi'awnika yâ Ghiyâtsal mustaghitsîn.

Artinya: "Ya Allah, tanamkan dalam diriku kecintaan pada kebaikan, jauhkan aku dari kefasikan dan kemaksiatan, serta lindungi aku dari murka dan api neraka-Mu dengan pertolongan-Mu."

Baca Juga: Jelang Lonjakan Trafik Lebaran, CEO TelkomGroup Tinjau Kesiapan Infrastruktur dan Layanan Digital di Semarang

2. Doa Ramadan Hari ke-12

اللَّهُمَّ زَيِّنِّي فِيهِ بِالسِّتْرِ وَالْعَفَافِ، وَاسْتُرْنِي فِيهِ بِلِبَاسِ الْقُنُوعِ وَالْكَفَافِ، وَاحْمِلْنِي فِيهِ عَلَى الْعَدْلِ وَالْإِنْصَافِ، وَآمِنِّي فِيهِ مِنْ كُلِّ مَا أَخَافُ بِعِصْمَتِكَ يَا عِصْمَةَ الْخَائِفِينَ

Allâhumma zayyinnî fîhi bissatri wal 'afâf, wasturni fîhi bilibâsil qunû'i wal kafâf, wahmilnî fîhi 'alal 'adli wal inshâf, wa âminnî fîhi min kulli mâ akhâfu.

Artinya: "Ya Allah, hiasilah diriku dengan kesucian dan penjagaan diri, selimuti aku dengan sifat qana’ah dan rasa cukup, tuntun aku pada keadilan serta keseimbangan, dan berikan aku rasa aman dari segala yang kutakuti."

3. Doa Ramadan Hari ke-13

اللَّهُمَّ طَهِّرْنِي فِيهِ مِنَ الدَّنَسِ وَالْأَقْدَارِ، وَصَبِّرْنِي فِيهِ عَلَى كَائِنَاتِ الْأَقْدَارِ، وَوَفِّقْنِي فِيهِ لِلتُّقَى وَصُحْبَةِ الْأَبْرَارِ

Allâhumma thahhirnî fîhi minad danasi wal aqdzâr, wa shabbirnî fîhi 'alâ kâinâtil aqdâr, wa waffiqnî fîhit tuqâ wa shuhbatal abrâr.

Artinya: "Ya Allah, sucikan aku dari noda dan dosa, anugerahkan kesabaran atas segala ketentuan-Mu, serta bimbing aku menuju ketakwaan dan pergaulan dengan orang-orang saleh."

Baca Juga: Nikmati Uang Rp19 Miliar Melalui Perusahaan Ibu, Keluarga Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Ternyata Kerap Intervensi ke Dinas-dinas

4. Doa Ramadan Hari ke-14

اللَّهُمَّ ارْزُقْنِي فِيهِ طَاعَةَ الْخَاشِعِينَ، وَاشْرَحْ فِيهِ صَدْرِي بِإِنَابَةِ الْمُخْبِتِينَ، بِأَمَانِكَ يَا أَمَانَ الْخَائِفِينَ

Allahummarzuqnî fîhi thâ'atal khâsyi'în, wasyrah fîhi shadrî bi inâbatil mukhbitîn.

Artinya: "Ya Allah, karuniakan aku ketaatan seperti orang-orang yang khusyuk, lapangkan dadaku dengan taubat yang tulus, serta berikan aku rasa aman dari ketakutan."

5. Doa Ramadan Hari ke-15

اللَّهُمَّ ارْزُقْنِي فِيهِ طَاعَةَ الْخَاشِعِينَ، وَاشْرَحْ فِيهِ صَدْرِي بِإِنَابَةِ الْمُخْبِتِينَ، بِأَمَانِكَ يَا أَمَانَ الْخَائِفِينَ

Allâhumma arzuqnî fîhi thâ'atal khâsyi'în, wasyrah fîhi shadrî bi inâbatil mukhbitîn.

Artinya: "Ya Allah, anugerahkan kepadaku ketaatan orang-orang yang khusyuk, lapangkan hatiku dengan taubat yang menenangkan, dan lindungi aku dengan keamanan-Mu."

Baca Juga: 5 Perkara yang Menghapus Pahala Puasa, Umat Islam Diminta Muhasabah di 10 Hari Kedua Ramadan

6. Doa Ramadan Hari ke-16

اللَّهُمَّ وَفِّقْنِي فِيهِ لِمُوَافَقَةِ الْأَبْرَارِ، وَجَنِّبْنِي فِيهِ مُرَافَقَةَ الْأَشْرَارِ، وَآوِنِي فِيهِ بِرَحْمَتِكَ إِلَى دَارِ الْقَرَارِ

Allâhumma waffiqnî fîhi limuwâfaqatil abrâr, wa jannibnî fîhi murâfaqatil asyrâr.

Artinya: "Ya Allah, bimbing aku agar mengikuti jalan orang-orang saleh, jauhkan aku dari pergaulan buruk, dan tempatkan aku dengan rahmat-Mu di tempat yang kekal."

7. Doa Ramadan Hari ke-17

اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيهِ لِصَالِحِ الْأَعْمَالِ، وَاقْضِ لِي فِيهِ الْحَوَائِجَ وَالْآمَالَ

Allâhummahdinî fîhi lishâlihil a'mâl, waqdhî lî fîhil hawâij wal âmâl.

Artinya: "Ya Allah, tuntun aku pada amal saleh dan penuhi kebutuhan serta harapanku."

Baca Juga: Alasan Doa Qunut Dibaca di Pertengahan Ramadan, Buya Yahya Jelaskan Hikmahnya

8. Doa Ramadan Hari ke-18

اللَّهُمَّ نَبِّهْنِي فِيهِ لِبَرَكَاتِ أَسْحَارِهِ، وَنَوِّرْ فِيهِ قَلْبِي بِضِيَاءِ أَنْوَارِهِ

Allâhumma nabbihnî fîhi libarakâti ashârihi, wa nawwir fîhi qalbî bidliyâ'i anwârihi.

Artinya: "Ya Allah, bangunkan aku untuk meraih keberkahan sahur dan terangilah hatiku dengan cahaya-Mu."

9. Doa Ramadan Hari ke-19

اللَّهُمَّ وَفِّرْ حَظِّي فِيهِ مِنْ بَرَكَاتِهِ، وَسَهِّلْ سَبِيلِي إِلَى خَيْرَاتِهِ

Allâhumma waffir hazzhî fîhi min barakâtihi, wa sahhil sabîlî ilâ khayrâtihi.

Artinya: "Ya Allah, sempurnakan bagianku dari keberkahan Ramadan dan mudahkan jalanku menuju kebaikan."

Baca Juga: Mahasiswi UINSA Lolos MBKM Internasional 2026, Nadin Siap Mengajar di Sekolah Indonesia Bangkok

10. Doa Ramadan Hari ke-20

اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي فِيهِ أَبْوَابَ الْجِنَانِ، وَأَغْلِقْ عَنِّي فِيهِ أَبْوَابَ النِّيرَانِ

Allâhummaftah lî fîhi abwâbal jinân, wa aghliq 'annî fîhi abwâban nîrân.

Artinya: "Ya Allah, bukakan untukku pintu-pintu surga dan tutupkan dariku pintu-pintu neraka."

Sepuluh hari kedua Ramadan menjadi waktu yang sangat berharga bagi umat Islam untuk memperbanyak doa dan memohon ampunan kepada Allah SWT.

Fase ini juga menjadi jembatan menuju sepuluh malam terakhir Ramadan yang penuh kemuliaan, termasuk malam Lailatul Qadar yang lebih baik dari seribu bulan.

Karena itu, setiap Muslim diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini untuk memperbanyak ibadah, memperbaiki diri, serta berharap keluar dari Ramadan dengan hati yang lebih bersih dan penuh keberkahan. ***