POJOKSATU.id - Langit Desember 2024 akan menjadi panggung bagi berbagai fenomena astronomi menakjubkan yang dapat disaksikan di seluruh dunia.
Menurut rilis dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), peneliti Farahhati Mumtahana dari Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa BRIN menyampaikan bahwa pada Desember 2024 akan terjadi beberapa fenomena menarik, mulai dari dua kali bulan purnama hingga hujan meteor.
Salah satu peristiwa yang paling dinanti adalah hujan meteor Geminid, yang dijuluki sebagai “raja hujan meteor.”
Fenomena ini akan terlihat antara tanggal 4-20 Desember, dengan puncaknya pada 13-15 Desember.
Baca Juga: Siap-siap! 3 Hujan Meteor Bakal Turun di November 2024, Ini Waktu dan Cara Melihatnya
“Untuk berburu meteor, perlu diperhatikan iluminasi bulan, puncak kejadian, serta rasi bintang di dekat radian,” ujar Farahhati.
Hujan meteor Geminid ini dihasilkan oleh puing-puing asteroid 3200 Phaethon yang ditemukan pada 1982.
Peristiwa ini unik ini akan menghadirkan indahnya hujan meteor yang jatuh hingga 120 meteor warna warni per jam saat mencapai puncaknya, menjadikannya sebagai salah satu hujan meteor terbaik untuk diamati.
Fenomena lainnya adalah hujan meteor Ursids, yang diperkirakan mencapai puncaknya pada tanggal 22-23 Desember.
Hujan ini dihasilkan oleh butiran debu yang tertinggal dari komet Tuttle, ditemukan pertama kali pada 1790.
Kejadian ini menarik karena memunculkan fenomena jatuhnya 5-10 meteor per jam dan pemandangan terbaik akan terlihat setelah tengah malam di lokasi gelap, jauh dari polusi cahaya kota.
Untuk mengamati fenomena ini, Farah menyarankan memilih lokasi dengan pandangan luas seperti pegunungan atau pantai.
“Mengamati hujan meteor dapat dilakukan dengan cara mencari tempat yang gelap dan berpandangan luas.
Baca Juga: Fenomena Langka Malam Ini: Memukau dengan Keindahan Blue Moon di Langit Indonesia!
Bisa juga dengan memakai tenda, jadi sambil camping atau menyiapkan tempat duduk/sofa karena menunggu bisa lama sekali.
Dan ketika sekali keluar bisa sangat banyak, tetapi jeda juga lama. Sambil mengobrol dengan teman dan bawa bekal juga akan mengasyikkan,” tutur Farahhati.
Farah mengingatkan bahwa fenomena astronomi ini tidak memiliki dampak langsung terhadap kehidupan manusia.
“Mari kita abadikan salah satu atau beberapa fenomena tersebut dan menjadikannya memori dari pengalaman yang indah, yang mungkin bisa jadi sekali seumur hidup,” tutupnya. ***




