POJOKSATU.ID - Berikut adalah Negara ASEAN yang berbentuk kerajaan yang wajib kamu simak untuk menambah wawasan dan pengetahuan.
Kawasan Asia Tenggara adalah kawasan yang memiliki sebelas negara di dalamnya dengan negara yang memiliki berbagai bentuk sistem pemerintahan.
Namun ada hal yang unik dari sistem pemerintahan negara di ASEAN, yakni adanya negara dengan bentuk Kerajaan.
Dari sebelas negara yang ada dalam lingkup kawasan Asia Tenggara, terdapat 4 negara yang berbentuk sistem kerajaan.
Baca Juga: Menteri Pertanian ASEAN Bertemu di Kuala Lumpur, Indonesia Diwakili Kementerian Ini
Negara-negara tersebut adalah Brunei Darussalam. Malaysia, Thailand dan Kamboja yang masing-masing negara tersebut memiliki sistem kerajaan yang unik dan berbeda.
Negara ASEAN yang Berbentuk Kerajaan
Brunei Darussalam
Brunei adalah negara kecil di pesisir utara pulau Borneo.
Negara ini memiliki sistem pemerintahan monarki mutlak, dimana kekuasaan tertinggi dipegang oleh seorang sultan.
Sistem pemerintahan ini memiliki akar dalam tradisi dan budaya Brunei yang kaya.
Sultan Brunei memiliki peran dominan dalam mengambil keputusan politik, ekonomi, dan sosial di negara tersebut.
Ia tidak hanya berperan sebagai kepala negara, tetapi juga sebagai kepala pemerintahan.
Pengaruh Sultan Brunei membentang dari kebijakan ekonomi hingga masalah sosial.
Baca Juga: Begini Bagan 16 Besar Asian Games 2022, 3 Wakil ASEAN Dapat Lawan Berat
Pendekatan unik yang diambil oleh Brunei adalah menggabungkan tradisi kerajaan dengan modernitas.
Negara ini telah berhasil memanfaatkan pendapatan dari sumber daya alam, terutama minyak dan gas, untuk membangun infrastruktur modern dan meningkatkan kesejahteraan rakyatnya.
Sultan Brunei juga memiliki peran penting dalam hubungan internasional, termasuk dalam menjalin kerja sama dengan negara-negara lain di ASEAN dan di luar kawasan.
Sistem pemerintahan kerajaan di Brunei adalah bagian integral dari identitas nasional dan budaya negara tersebut.
Malaysia
Malaysia memiliki sistem pemerintahan monarki konstitusional yang unik di mana negara ini dikepalai oleh seorang Yang di-Pertuan Agong, yang merupakan raja nasional atau kepala negara.
Yang di-Pertuan Agong dipilih oleh Majelis Raja-Raja, yang terdiri dari sembilan Sultans dari negara-negara bagian di Malaysia. Setiap Sultans memiliki kedudukan kerajaan di negara bagian masing-masing.
Peran Yang di-Pertuan Agong adalah primordial dan lebih bersifat simbolis, dan sebagian besar kekuasaan eksekutif dipegang oleh perdana menteri dan pemerintah federal yang dipilih melalui proses demokratis.
Namun, peran simbolis Yang di-Pertuan Agong tetap memiliki arti penting dalam pemerintahan dan budaya Malaysia.
Selain peran Yang di-Pertuan Agong, Sultans dari negara-negara bagian di Malaysia juga memiliki peran simbolis yang signifikan dalam urusan masyarakat dan budaya.
Mereka juga terlibat dalam beberapa aspek pemerintahan negara bagian, terutama dalam hal agama dan tradisi.
Institusi monarki di Malaysia sangat dihormati dan dianggap sebagai bagian penting dari identitas nasional dan warisan budaya.
Walaupun Malaysia memiliki sistem pemerintahan demokratis, peran monarki tetap memainkan peran penting dalam menjaga kesatuan dan tradisi negara.
Dengan demikian, Malaysia adalah negara di ASEAN yang memiliki sistem pemerintahan monarki konstitusional, dengan Yang di-Pertuan Agong sebagai kepala negara dan Sultans dari negara bagian sebagai pemimpin-pemimpin kerajaan dengan peran simbolis yang signifikan.
Baca Juga: Klasemen Medali Asian Games 2022 Hingga Minggu Malam, Indonesia Negara ASEAN Terbaik
Thailand
Thailand, yang sebelumnya dikenal sebagai Siam, adalah negara di Asia Tenggara yang memiliki sejarah panjang pemerintahan monarki.
Thailand memiliki sistem pemerintahan konstitusional monarki, di mana raja memiliki peran simbolis dalam pemerintahan sehari-hari negara.
Raja Thailand diberi penghormatan yang tinggi dalam budaya dan tradisi, dan monarki memiliki tempat khusus dalam hati rakyat Thailand.
Meskipun peran raja Thailand dalam urusan politik sehari-hari telah berkurang seiring dengan perkembangan demokrasi di negara tersebut, raja masih memainkan peran penting dalam upacara-upacara resmi, upacara keagamaan, dan peristiwa penting dalam kehidupan nasional.
Raja juga memiliki pengaruh moral yang signifikan di kalangan masyarakat.
Baca Juga: Klasemen Kualifikasi Piala Asia U23 Usai Indonesia Tekuk Turkmenistan, Sudah 3 Negara Asean Lolos
Kamboja
Kamboja adalah negara di Asia Tenggara yang memiliki sejarah dan tradisi panjang pemerintahan kerajaan. Sistem pemerintahan di Kamboja adalah monarki konstitusional.
Raja memiliki peran simbolis dalam pemerintahan negara. Raja Kamboja disebut sebagai Raja Norodom, yang merupakan bagian dari keluarga kerajaan Norodom.
Peran raja Kamboja adalah lebih bersifat seremonial dan simbolis, dan sebagian besar kekuasaan eksekutif dipegang oleh pemerintahan yang dipilih melalui proses demokratis.
Meskipun peran politik raja lebih terbatas, institusi monarki memiliki tempat penting dalam budaya dan identitas nasional Kamboja.
Seperti halnya negara-negara dengan monarki lainnya, raja Kamboja juga memiliki peran dalam upacara-upacara resmi, peristiwa nasional, dan kegiatan keagamaan.
Institusi monarki di Kamboja dihormati dan dianggap sebagai bagian integral dari warisan budaya dan sejarah negara.
Itulah empat negara ASEAN yang berbentuk sistem kerajaan.***



