POJOKSATU.id — Kertas origami menjadi salah satu bahan kerajinan yang paling akrab dengan dunia pendidikan, khususnya di tingkat sekolah dasar.

Kertas tipis berbentuk persegi dengan warna-warna cerah ini kerap digunakan anak-anak untuk membuat berbagai bentuk.

Mulai dari burung, bunga, hingga bangunan sederhana.

Namun, di balik kesederhanaannya, kertas origami memiliki asal usul dan sejarah yang panjang.

Baca Juga: Setiap Belanja di Minimarket Kena PPN 11 Persen, Uangnya Ke Mana? Ini Penjelasannya

Origami sendiri berasal dari Jepang. Istilah origami merupakan gabungan dari kata oru yang berarti melipat dan kami yang berarti kertas.

Seni melipat kertas ini mulai dikenal sejak Jepang mempelajari teknik pembuatan kertas dari Tiongkok sekitar abad ke-6.

Pada masa itu, kertas masih tergolong barang mewah sehingga penggunaannya terbatas pada kalangan tertentu.

Baca Juga: Tanggap Darurat Longsor Bandung Barat, Pertamina Regional JBB dan Hiswana Migas Salurkan Bantuan

Pada awal perkembangannya, origami tidak digunakan sebagai permainan atau kerajinan anak.

Seni melipat kertas ini justru memiliki fungsi simbolis dan sakral, terutama dalam upacara keagamaan dan adat.

Beberapa bentuk lipatan kertas digunakan sebagai hiasan ritual dan dipercaya memiliki makna spiritual tertentu.

Baca Juga: Pemkab Bantul Hadir untuk Guru Honorer, Insentif Disiapkan bagi yang Belum Terangkat PPPK

Seiring berjalannya waktu, teknik pembuatan kertas semakin berkembang dan biaya produksinya menjadi lebih murah.

Origami pun mulai menyebar ke masyarakat luas dan tidak lagi terbatas pada kalangan bangsawan atau kegiatan ritual.

Dari sinilah origami berkembang sebagai seni rakyat dan aktivitas rekreasi yang bisa dilakukan siapa saja, termasuk anak-anak.

Baca Juga: Rata-rata Nilai SNBP Unej 2026 Lengkap Semua Jurusan, dari D3 hingga S1, Cek Peluang Masuk Kampus Favorit Jember

Memasuki abad ke-20, origami mulai diperkenalkan secara sistematis di dunia pendidikan Jepang.

Guru memanfaatkan seni lipat kertas ini sebagai media pembelajaran karena dianggap mampu melatih konsentrasi, kesabaran, serta keterampilan motorik halus anak.

Kebutuhan inilah yang kemudian mendorong industri kertas memproduksi kertas khusus origami dengan ukuran seragam, tipis, mudah dilipat, dan berwarna-warni.

Baca Juga: Viral! Pengakuan Tukang Es Gabus Dituduh Jual Es Spons, Ditendang dan Dipermalukan Aparat Saat Berjualan

Kertas origami modern yang kini digunakan anak sekolah merupakan hasil pengembangan tersebut.

Warna cerah dipilih agar menarik minat anak, sementara teksturnya dibuat ringan agar mudah dibentuk tanpa alat tambahan.

Bentuk persegi juga memudahkan anak mengikuti pola lipatan dasar.

Dari Jepang, penggunaan kertas origami menyebar ke berbagai negara, termasuk Indonesia.

Baca Juga: Viral! Pengakuan Tukang Es Gabus Dituduh Jual Es Spons, Ditendang dan Dipermalukan Aparat Saat Berjualan

Di sekolah-sekolah, origami menjadi bagian dari kegiatan seni budaya, prakarya, hingga media bantu pembelajaran matematika dan kreativitas.

Selain menyenangkan, aktivitas ini juga membantu anak mengembangkan imajinasi dan kemampuan berpikir logis.

Dengan demikian, kertas origami yang biasa digunakan dalam kerajinan anak sekolah bukan sekadar kertas lipat biasa.

Ia merupakan warisan seni tradisional Jepang yang telah beradaptasi menjadi alat pembelajaran modern dengan nilai edukatif yang tinggi.***