POJOKSATU.id - Tren color blocking kembali hits dan banyak digandrungi para pecinta fashion karena cara ini bisa membuat tampilan segera mencuri perhatian.

Namun, bila salah kombinasi, gaya ini bisa bikin penampilan terkesan berlebihan.

Untuk itu, perlu panduan memadukan warna agar style tetap keren dan tidak overload.

Color blocking adalah teknik fashion di mana dua atau lebih warna terang dan kontras ditempatkan berdampingan dalam satu outfit.

Baca Juga: Viral! Curhat Susi Pudjiastuti Kesal Gak Direspon Polres, Soal Anjing Liar Diduga Rabies Bunuh Rusa Kesayangannya

Trik ini menciptakan blok warna yang tegas.

Gaya ini sudah lama dikenal dalam dunia mode.

Popularitasnya mulai mencuat terutama sejak tahun 1960-an.

Saat itu, desainer seperti Yves Saint Laurent memperkenalkan rok dan gaun dengan potongan warna besar yang mencolok.

Dengan color blocking, warna tidak dipadukan secara gradasi, melainkan disusun dalam blok solid yang berani, dan itulah kunci tampil stand out.

Prinsip Dasar Memadukan Warna

Baca Juga: Kinerja Pajak Daerah Meningkat, Tangsel Sukses Lampaui Target PBB dan BPHTB

Dalam dunia fashion, teori warna seperti color wheel sangat membantu agar kombinasi warna terlihat harmonis sekaligus kontras.

Skema warna seperti komplementer, analog, dan triadik bisa jadi panduan utama.

Misalnya, warna komplementer berada di posisi saling berhadapan dalam roda warna, seperti merah dan hijau dan menghasilkan perpaduan yang sangat kontras.

Skema warna analog, yakni warna yang berdekatan di roda warna, menciptakan suasana tampilan yang lebih tenang dan harmonis.

Sementara skema triadik, tiga warna yang sama jaraknya dalam roda warna menawarkan kontras yang seimbang namun tetap menyenangkan untuk dipadukan.

Baca Juga: 1.674 Anggota Redkar Disiagakan di Setiap Kelurahan untuk Perkuat Mitigasi Kebakaran

Skema lain seperti split complementary dan tetradik juga bisa diterapkan untuk kombinasi yang lebih dinamis, tetapi perlu perhatian lebih agar tidak terkesan bertabrak total.

# Tips Praktis Color Blocking untuk Outfit Sehari-hari

Untuk menggunakan color blocking tanpa terlihat overboard, penting membatasi jumlah warna.

Biasanya, kombinasi dua sampai tiga warna cerah sudah cukup untuk menciptakan tampilan berani namun tetap enak dilihat.

Salah satu trik penting berasal dari teori proporsi warna adalah gunakan aturan 60‑30‑10.

Baca Juga: Tiba-tiba Paha

Di mana 60 persen warna dominan, 30 persen sebagai warna pendukung, dan 10 persen sebagai aksen.

Dalam memadukan warna-warna kuat, selipkan warna netral seperti putih, abu, atau krem.

Warna netral ini akan menetralkan tampilan dan menjaga keseimbangan tanpa mematikan kesan berwarna-warni.

Sementara itu, aksesori, seperti tas, sepatu, ikat pinggang bisa digunakan sebagai blok warna kecil yang memberikan aksen cerah tanpa membuat keseluruhan outfit tampak terlalu ramai.

Inspirasi Color Blocking Sesuai Aktivitas

Baca Juga: Tangsel Student Carnaval Segera Dimulai, 1.500 Pelajar Bakal Tampil dalam Parade Budaya

1. Untuk gaya santai atau hangout

Kombinasikan jaket merah cerah dengan celana biru navy dan sepatu putih.

Warna merah membuat tampilan berani, biru navy sebagai warna dasar, dan putih sebagai penyeimbang.

2. Untuk suasana profesional atau kerja

Pilih blazer mustard dengan kemeja krem dan rok hitam.

Mustard dan krem adalah kombinasi kontras lembut, sementara hitam menjaga kesan formal dan elegan.

3. Untuk liburan atau musim panas

Baca Juga: Kematian Siswa SMPN 19 Tangsel Diduga Akibat Bullying, Polisi Dalami Rekam Medis Korban

Gunakan dress biru aquamarine dipadu dengan sandal oranye terang dan tas kuning pastel.

Warna-warna cerah tersebut menghadirkan nuansa ceria dan energik khas liburan.

# Kesalahan Umum Saat Color Blocking

Beberapa orang berpikir bahwa semakin banyak warna tabrak dalam satu outfit makin keren.

Padahal, penggunaan terlalu banyak warna terang tanpa struktur akan membuat tampilan menjadi kacau.

Selain itu, proporsi warna sering diabaikan: jika warna aksen terlalu besar, tampilan bisa kesannya tidak seimbang dan mencolok secara berlebihan.

Kesalahan lain adalah tidak mempertimbangkan tone kulit.

Warna kontras yang sangat jenuh bisa membuat warna kulit tampak aneh jika tidak sesuai dengan undertone.

Baca Juga: LBH Tegaskan Siswa SMPN Tangsel Meninggal Akibat Bullying, Bukan Faktor Penyakit Bawaan

Terakhir, mengabaikan konteks acara juga bisa jadi kesalahan.

Misalnya, warna blok terang dan menyala mungkin cocok untuk hangout, tetapi tidak ideal di acara formal atau tempat kerja yang konservatif.


Color blocking adalah cara yang powerful dan stylish untuk menonjolkan karakter melalui warna.

Dengan memahami teori warna dasar, mengatur proporsi, dan memilih warna netral sebagai penyeimbang, seseorang bisa tampil berani tanpa terkesan norak.

Selain itu, menerapkan aturan praktis seperti 60-30-10 dan menyesuaikan kombinasi warna dengan aktivitas menjadikan color blocking sebagai gaya yang fleksibel dan elegan.

Jadi, tak perlu takut bereksperimen, tetapi lakukan dengan perhitungan, agar style tetap eye-catching tanpa overload.***