POJOKSATU.ID - Mendekati penghujung Ramadan, suasana kemenangan mulai terasa.

Namun, di tengah kesibukan menyiapkan hidangan Lebaran dan pakaian baru, ada satu kewajiban fundamental yang tidak boleh terlewatkan: Zakat Fitrah.

Zakat fitrah bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan pembersih bagi orang yang berpuasa dan sarana berbagi kebahagiaan dengan fakir miskin.

Baca Juga: Modal Kertas dan Gunting, Begini Cara Bikin Amplop Lebaran Estetik Bareng Anak

Agar tidak ada anggota keluarga yang terlewat, mari gunakan checklist praktis di bawah ini.

1. Daftar Siapa Saja yang Wajib Dizakati
Sebagai kepala keluarga atau penanggung jawab nafkah, Anda wajib membayarkan zakat untuk diri sendiri dan orang-orang yang nafkahnya di bawah tanggungan Anda.

[ ] Diri Sendiri

[ ] Istri

[ ] Anak-anak (termasuk bayi yang lahir sebelum matahari terbenam di hari terakhir Ramadan).

[ ] Orang Tua (jika nafkahnya masih dalam tanggungan Anda).

Baca Juga: Jelang Idul Fitri, Harga Daging Rp140 Ribu per Kg, Tak Boleh Lebih Karena RPH Cuma Rp60 Ribu

2. Pastikan Takaran dan Jenisnya Tepat
Di Indonesia, standar zakat fitrah adalah makanan pokok (beras) sebesar 2,5 kg atau 3,5 liter per jiwa.

Kualitas Beras: Pastikan beras yang dizakatkan setara dengan yang Anda konsumsi sehari-hari.

Konversi Uang: Jika membayar dengan uang, pastikan nominalnya sesuai dengan ketetapan BAZNAS atau lembaga zakat setempat yang mengikuti harga beras terbaru.

3. Perhatikan Waktu Pembayaran
Jangan menunda hingga menit terakhir. Berikut adalah panduan waktunya:

Waktu Afdal: Setelah salat Subuh di hari Idulfitri sebelum salat Id dimulai.

Waktu Mubah (Boleh): Sejak awal Ramadan hingga sebelum salat Id.

Waktu Makruh: Membayar setelah salat Id hingga sebelum matahari terbenam pada hari raya.

Baca Juga: Jatuh Tempo Sebelum Zakat Fitrah, Bayar Utang Dulu atau Bayar Zakat? Ini Penjelasan Kemenag

Meskipun niat letaknya di dalam hati, melafalkannya dapat membantu memantapkan tujuan.

Niatkan secara spesifik untuk masing-masing anggota keluarga jika Anda yang membayarkannya.

Zakat fitrah bertujuan untuk menyucikan jiwa. Memastikannya terbayar tepat waktu dan tepat sasaran adalah bentuk ketaatan kita kepada Allah SWT dan kepedulian terhadap sesama.***