POJOKSATU.id - OpenAI resmi meluncurkan fitur terbaru bernama ChatGPT Health secara global pada Kamis, 8 Januari 2026.

Peluncuran ini sekaligus menandai ketersediaan fitur tersebut bagi pengguna di Indonesia, membuka cara baru dalam memahami dan mengelola informasi kesehatan melalui satu platform digital.

OpenAI mencatat, topik kesehatan menjadi salah satu kegunaan paling populer di ChatGPT.

Setiap pekan, lebih dari 230 juta orang di seluruh dunia memanfaatkan ChatGPT untuk bertanya seputar kesehatan dan kebugaran, mulai dari pola makan, olahraga, hingga persiapan konsultasi medis.

Baca Juga: KPK Tetapkan Gus Yaqut Tersangka, Terungkap 8400 Jemaah Antre 14 Tahun Tak Bisa Berangkat!

ChatGPT Health hadir sebagai ruang khusus yang terpisah dari percakapan biasa.

Melalui fitur ini, pengguna dapat menghubungkan berbagai aplikasi kesehatan, seperti Apple Health, untuk membantu membaca hasil tes kesehatan, menyiapkan janji temu dengan dokter, menyusun rencana diet dan olahraga, hingga mempertimbangkan pilihan asuransi kesehatan.

Soal kendali data, OpenAI menegaskan pengguna tetap memegang kontrol penuh.

Tersedia opsi chat sementara serta penghapusan data secara permanen dari sistem dalam waktu maksimal 30 hari, sehingga pengguna bisa lebih tenang saat membagikan informasi sensitif.

Baca Juga: Giliran Roy Suryo Polisikan 7 Pendukung Jokowi Terkait Kasus Ijazah dari UGM, Ini Nama-namanya

Pada tahap awal, seluruh pengguna ChatGPT dapat mendaftarkan diri dalam daftar tunggu untuk memperoleh akses ChatGPT Health.

Akses akan dibagikan secara bertahap untuk keperluan pengujian. Setelah aktif, menu “Health” dapat dipilih langsung melalui sidebar ChatGPT.

"ChatGPT Health bukan alat diagnosis atau pengobatan. Fitur ini dikembangkan sebagai pendamping yang membantu pengguna memahami pola kesehatan mereka dari waktu ke waktu dan mempersiapkan diri sebelum berdiskusi dengan tenaga medis professional," kata OpenAI dalam keterangan pers.

Dalam peluncuran ini, OpenAI juga menempatkan privasi sebagai fokus utama.

Baca Juga: Beasiswa Ajinomoto ke Jepang 2027 Dibuka, Ini Syarat, Kampus Tujuan, dan Benefit Lengkapnya

Seluruh percakapan dan dokumen yang diunggah ke ChatGPT Health dienkripsi secara default, sementara data kesehatan diproses secara terpisah agar konteks tetap terjaga.

OpenAI menegaskan, percakapan dan data Health tidak digunakan untuk melatih model dasar mereka.

Sebagai lapisan keamanan tambahan, OpenAI menghadirkan opsi multi-factor authentication (MFA).

Sistem pengamanan fitur ini dikembangkan bersama ratusan dokter dan dilengkapi perlindungan tingkat model pada GPT-5 terbaru.

Baca Juga: Tak Hanya Gaji, PPPK Paruh Waktu Bengkulu Utara Ternyata Dapat THR

Contoh Penggunaan ChatGPT Health

Pengguna dapat mencoba berbagai prompt, seperti:

"Saya ingin kembali berolahraga setelah melahirkan. Bagaimana sebaiknya saya memulainya?"

"Besok saya akan menjalani medical check-up tahunan. Pertanyaan apa yang sebaiknya saya ajukan ke dokter?"

"Saya sedang menjalani pengobatan GLP-1 dan ingin kembali membangun massa otot. Bisakah kamu menyarankan rencana makan mingguan?"

Peluncuran ChatGPT Health menunjukkan bagaimana teknologi kecerdasan buatan semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Tak Hanya Gaji, PPPK Paruh Waktu Bengkulu Utara Ternyata Dapat THR

Bukan untuk menggantikan dokter, melainkan menjadi teman diskusi awal agar masyarakat lebih siap dan sadar akan kondisi kesehatannya sendiri. ***