POJOKSATU.id — Menjelang perayaan Hari Raya Iduladha, kebutuhan masyarakat terhadap hewan qurban seperti sapi, kambing, dan domba biasanya mengalami peningkatan signifikan.

Kondisi ini membuat banyak lapak penjualan hewan qurban mulai ramai didatangi pembeli yang ingin mempersiapkan ibadah kurban sejak jauh hari.

Meski demikian, masyarakat diimbau tidak tergesa-gesa saat memilih hewan qurban.

Baca Juga: Film Pesta Babi Ramai Jadi Sorotan, Ini Sinopsis hingga Cara Menontonnya

Ketelitian menjadi hal penting agar ibadah dapat dilaksanakan dengan baik sekaligus memastikan hewan yang dibeli berada dalam kondisi sehat serta memenuhi ketentuan yang berlaku dalam syariat Islam.

Memilih hewan qurban juga tidak cukup hanya mempertimbangkan harga yang ditawarkan.

Calon pembeli perlu memperhatikan berbagai aspek lain, mulai dari kondisi fisik, kesehatan hewan, hingga kelayakannya untuk dijadikan hewan qurban sesuai aturan agama.

Baca Juga: Halte Transjakarta Kebon Sirih Arah Blok M Tutup Sementara 15-18 Mei 2026, Cek Lokasi Halte Pengganti

Ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli hewan qurban agar tidak salah pilih.

Berikut beberapa tips memilih hewan qurban yang sehat dan layak untuk disembelih saat Iduladha.

Hal pertama yang perlu dipastikan ialah usia hewan qurban telah memenuhi syarat minimal.

Baca Juga: Belum Wisuda Sudah Diterima Kerja di BI, Kisah Bulan Lestari Bikin Salut

Dalam ketentuan syariat Islam, kambing umumnya harus berusia setidaknya satu tahun.

Sementara domba diperbolehkan minimal berusia enam bulan apabila kondisi tubuhnya terlihat besar dan sehat.

Adapun sapi biasanya harus berumur paling sedikit dua tahun agar memenuhi syarat qurban.

Untuk mengetahui usia hewan, masyarakat bisa melihat kondisi giginya sebagai salah satu indikator.

Baca Juga: KDM Minta Bobotoh Tak Berlebihan Rayakan Kemenangan Persib atas Persija

Selain itu, penjual yang terpercaya umumnya memiliki informasi jelas mengenai umur hewan yang dipasarkan sehingga pembeli dapat lebih yakin sebelum memutuskan membeli.

Selain usia, kondisi fisik hewan juga wajib menjadi perhatian utama.

Hewan qurban yang sehat biasanya terlihat aktif, lincah, dan responsif terhadap lingkungan sekitarnya.

Tanda kesehatan lain dapat terlihat dari mata yang jernih, bulu yang tampak bersih dan mengilap, serta postur tubuh yang tegap.

Baca Juga: Wagub Erwan Dorong Mahasiswa Jabar Patenkan Inovasi agar Tak Diklaim Pihak Lain

Sebaliknya, hindari memilih hewan yang tampak lemas, terlalu kurus, kesulitan berdiri, atau terlihat lesu.

Kondisi tersebut dapat menjadi pertanda adanya gangguan kesehatan yang berpotensi memengaruhi kualitas hewan qurban.

Calon pembeli juga disarankan memeriksa nafsu makan hewan.

Hewan yang sehat umumnya memiliki selera makan dan minum yang baik.

Baca Juga: Nadiem Makarim Resmi Jadi Tahanan Rumah, Kejagung Siapkan Gelang Deteksi

Kondisi ini dapat diamati secara langsung saat hewan diberi pakan atau minuman.

Tidak hanya itu, bagian mulut dan hidung juga perlu diperhatikan.

Sebaiknya hindari hewan dengan kondisi air liur berlebihan, terdapat luka di area mulut, maupun lendir yang terlalu banyak keluar dari hidung karena dapat menjadi indikasi penyakit tertentu.

Aspek lain yang tidak kalah penting ialah memastikan hewan qurban tidak mengalami cacat fisik yang berat.

Baca Juga: Pertamina Regional JBB Pastikan Stok Biosolar Subsidi di SPBUN Labuan Aman untuk Nelayan

Hewan dengan kondisi pincang parah, mengalami kebutaan, kerusakan telinga yang signifikan, atau tubuh sangat kurus akibat sakit sebaiknya tidak dipilih untuk qurban.

Hal ini penting diperhatikan karena hewan qurban dianjurkan berada dalam kondisi baik, sehat, dan layak untuk disembelih sebagai bagian dari ibadah.

Kebersihan kandang tempat hewan dipelihara juga dapat menjadi indikator kesehatan hewan tersebut.

Hewan yang dirawat di lingkungan bersih dengan sirkulasi udara yang baik umumnya memiliki kondisi kesehatan yang lebih terjaga.

Baca Juga: Pendapatan Negara Tembus Rp574,9 Triliun dan Tumbuh 5,61% di Kuartal I !

Selain kandang, pembeli juga bisa memperhatikan bentuk kotoran hewan.

Jika kotoran terlihat terlalu cair, kondisi tersebut dapat menjadi tanda adanya gangguan pencernaan atau infeksi tertentu yang perlu diwaspadai.

Membeli hewan qurban di peternak atau penjual terpercaya juga menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko mendapatkan hewan sakit.

Baca Juga: Nama Fakultas di Universitas Brawijaya 2026, Sudah Tahu Belum?

Saat ini, banyak peternak maupun lapak resmi telah menyediakan surat keterangan kesehatan hewan dari petugas terkait sebagai bentuk jaminan kualitas.

Jika memungkinkan, pilih hewan yang sudah diperiksa dokter hewan atau memiliki tanda pemeriksaan kesehatan agar lebih aman dan terjamin.

Di beberapa daerah, hewan qurban biasanya sudah dilengkapi tanda khusus atau stiker pemeriksaan kesehatan dari dinas berwenang.

Tanda tersebut menunjukkan bahwa hewan telah melalui pemeriksaan dasar dan dinilai layak untuk dijual kepada masyarakat.

Dengan memilih hewan qurban yang sehat dan memenuhi syarat, masyarakat tidak hanya dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang, tetapi juga membantu memastikan kualitas daging yang aman dan layak dikonsumsi.***