POJOKSATU.id - Memasuki hari ke-2 Ramadhan 1447 H, suasana pagi di Kota Bogor dan sekitarnya terasa lebih tenang namun tetap penuh semangat.
Waktu imsak pukul 04.30 menjadi penanda bahwa sahur telah usai, lalu azan Subuh 04.40 mengawali perjalanan puasa hingga Maghrib tiba.
Berikut jadwal lengkapnya:
2 Ramadhan 1447 H
Hari: Jum’at
Tanggal: 20 Februari 2026
Imsak: 04.30
Shubuh: 04.40
Maghrib: 18.19
Isya: 19.27
Baca Juga: Pidato Tegas Prabowo di KTT BOP Washington: Indonesia Siap Turunkan 8.000 Pasukan ke Gaza
3 Ramadhan 1447 H
Hari: Sabtu
Tanggal: 21 Februari 2026
Imsak: 04.31
Shubuh: 04.41
Maghrib: 18.19
Isya: 19.27
Rentang waktu dari 04.30 menuju 18.19 bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga. Di dalamnya ada kebersamaan sahur yang kadang ditemani kantuk, ada obrolan ringan di meja makan, dan ada momen berbuka yang selalu dinanti keluarga.
Takjil bukan sekadar makanan pembuka, melainkan simbol menyegerakan berbuka dan berbagi rasa syukur saat Maghrib datang tepat waktunya.
Ide Takjil Hari ke-2 Ramadan
Memasuki hari kedua, tubuh mulai beradaptasi. Pilihan takjil bisa lebih variatif, dari yang manis, gurih, hingga segar.
Bubur Kacang Hijau
Kacang hijau direndam terlebih dahulu agar cepat empuk, lalu direbus bersama air hingga merekah. Tambahkan gula merah, sedikit gula pasir, dan daun pandan untuk aroma yang khas.
Setelah matang, masukkan santan dan sejumput garam agar rasanya seimbang. Bubur ini terasa hangat dan legit, dengan tekstur lembut yang mengenyangkan namun tetap nyaman di perut setelah seharian kosong.
Risol Isi Sayur dan Ayam
Kulit risol dibuat dari adonan tepung terigu, telur, dan susu cair yang dimasak tipis seperti dadar. Isiannya bisa berupa tumisan wortel, kentang, ayam suwir, dan sedikit bawang putih yang ditumis hingga harum.
Setelah digulung rapi, risol dicelupkan ke telur dan tepung panir lalu digoreng sampai keemasan. Rasanya gurih di luar dan lembut di dalam, cocok menjadi penyeimbang takjil manis.
Es Jelly Sultan
Jelly aneka warna dipotong dadu lalu dicampur dengan nata de coco, selasih, dan potongan buah kecil.
Kuahnya dibuat dari campuran susu cair dan sirup manis yang dingin. Minuman ini menghadirkan sensasi segar dengan tekstur kenyal dan manis ringan yang menyenangkan di setiap sendoknya.
Sop Buah
Beragam buah seperti melon, pepaya, anggur, dan apel dipotong kecil lalu disatukan dalam mangkuk besar. Tambahkan sirup manis, sedikit susu kental, dan es batu. Kuahnya segar dengan rasa manis alami dari buah, membuat tenggorokan terasa lega setelah azan Maghrib berkumandang.
Martabak Mini
Adonan martabak manis dibuat dari campuran tepung, gula, ragi, dan telur yang didiamkan hingga mengembang.
Setelah dimasak di cetakan kecil, tambahkan topping seperti cokelat, keju, atau kacang, lalu oleskan margarin sebelum dilipat. Rasanya manis legit dengan tekstur empuk dan sedikit berongga di dalam.
Baca Juga: Fiskal Daerah Seret? Pemprov NTB Minta Bantuan Kemendikdasmen untuk Gaji PPPK Paruh Waktu
Salad Buah
Potongan apel, pir, anggur, dan stroberi dicampur dengan saus dari campuran yoghurt, mayones, dan susu kental manis.
Tambahkan parutan keju di atasnya. Perpaduan rasa manis, asam, dan creamy memberikan sensasi segar namun tetap lembut di lidah.
Bubur Sumsum
Tepung beras dimasak bersama santan hingga mengental dan halus. Gula merah dilelehkan dengan sedikit air dan daun pandan sebagai siraman.
Teksturnya sangat lembut dengan rasa gurih santan yang berpadu manis gula jawa secara seimbang.
Baca Juga: Cukup Pakai NIK KTP! Begini Cara Cek Peringkat Desil dan Status Bansos 2026
Es Timun Serut
Timun diserut memanjang lalu dicampur dengan air gula dan perasan jeruk nipis. Tambahkan es batu agar lebih nikmat.
Rasanya sangat ringan dan menyegarkan, membantu menghilangkan dahaga tanpa membuat perut terasa penuh.
Puding Susu
Susu cair dipanaskan bersama gula dan agar-agar bubuk hingga mendidih, lalu dituangkan ke dalam cetakan dan didinginkan.
Teksturnya lembut dan sedikit kenyal, dengan rasa manis yang tidak berlebihan sehingga cocok untuk semua usia.
Baca Juga: Status PBI JK Non Aktif? Jangan Panik, Ini Langkah Reaktivasi yang Harus Anda Tahu!
Biji Salak
Ubi jalar direbus lalu dihaluskan dan dicampur tepung tapioka hingga kalis. Bentuk bulat kecil dan rebus hingga mengapung. Sajikan dengan kuah gula merah dan santan. Rasanya kenyal dengan manis khas yang hangat di perut.
Dimsum Kukus
Campuran daging ayam cincang, bawang putih, dan sedikit tepung dibungkus kulit pangsit lalu dikukus hingga matang.
Sajikan dengan saus sambal atau kecap asin. Rasanya gurih dan lembut, memberi variasi takjil yang tidak selalu manis.
Baca Juga: Mengenal Desil dan DTSEN Jadi Kunci Utama Penentu Penerima PKH dan BPNT di Tahun 2026
Kolak Ubi Labu
Ubi dan labu kuning dipotong dadu lalu direbus bersama santan, gula merah, dan daun pandan. Rasanya manis lembut dengan tekstur empuk yang menghangatkan suasana berbuka.
Menu Penutup Sahur Hari ke-3 Ramadan
Menjelang imsak 04.31 pada Sabtu, 21 Februari 2026, memilih menu penutup sahur yang tepat penting agar energi terjaga hingga Maghrib 18.19 kembali tiba.
Nasi Merah, Telur Dadar Sayur, dan Tumis Tempe
Nasi merah yang pulen dipadukan dengan telur dadar berisi daun bawang dan wortel cincang memberi asupan karbohidrat dan protein yang seimbang.
Tempe ditumis bersama bawang putih dan kecap hingga harum. Menu ini terasa sederhana namun cukup mengenyangkan, dengan rasa gurih yang membuat sahur terasa hangat.
Sup Ayam Bening Kentang
Potongan ayam direbus bersama bawang putih, jahe, dan lada hingga kuahnya bening dan harum. Tambahkan kentang dan wortel agar lebih padat nutrisi.
Sup ini terasa ringan namun menguatkan, dengan kuah hangat yang nyaman disantap menjelang imsak.
Oatmeal Pisang Kurma
Oat dimasak hingga mengental lalu ditambahkan irisan pisang dan potongan kurma. Rasanya manis alami dengan tekstur lembut dan mengenyangkan lebih lama.
Menu ini cocok sebagai penutup sahur karena tidak memberatkan namun memberi energi stabil sepanjang hari.
Ramadan hari ke-2 dan ke-3 menjadi momen penyesuaian sekaligus penguatan niat. Dari meja sahur pukul 04.30 hingga berbuka tepat 18.19, ada waktu panjang yang diisi dengan kesabaran dan doa.
Baca Juga: Sembilan Destinasi Wisata di Kediri yang Cocok untuk Menikmati Liburan
Setiap sendok bubur, setiap teguk minuman segar, dan setiap suapan sahur sederhana adalah bagian dari perjalanan ibadah yang hangat bersama keluarga.
Di situlah Ramadan menemukan maknanya, bukan hanya dalam rasa, tetapi dalam kebersamaan yang terus dijaga. ***




