POJOKSATU.id - Pada hari Rabu (03/01/2024) mulai banyak beredar informasi di dunia maya mengenai obat yang sering digunakan masyarakat yaitu Parasetamol P-500 terdapat Virus Machupo.
Seketika masyarakat sempat heboh karena panik tanpa mencari lebih jauh mengenai informasi yag beredar.
Sebelum itu, Virus Machupo merupakan pemicu utama penyakit demam berdarah Bolivia. Gejala infeksi virus ini berupa demam, malaise, sakit kepala, dan nyeri otot yang mirip dengan gejala Malaria.
Melansir Jabar Saber Hoaks, isu ini sudah pernah beredar pada tahun 2017 silam. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sudah melakukan evaluasi terhadap keamanan, khasiat, mutu, dan penandaan atau label produk obat sebelum diedarkat secara luas di masyarakat (Pre-Market Evaluation).
Baca Juga: Direktorat Sayuran dan Tanaman Obat Kementerian Pertanian Gandeng STIFIn Genetic
Selain itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) secara rutin turut melakukan pengawasan terhadap sarana produksi dan distribusi serta produk yang beredar secara luas di wilayah Indonesia (Post-Market Control).
"Sampai saat ini Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tidak dan belum pernah menerima laporan kredibel yang mendukung klaim bahwa Virus Machupo telah ditemukan dalam produk obat parasetamol atau produk obat lainnya." Ujar pihak BPOM dalam klarifikasi yang disampaikan pada situs resmi.
Baca Juga: Cerita Lucu Bikin Ngakak Berjudul Anak SD Mau Ke Surga, Cocok untuk Obat Galau
Dapat disimpulkan bahwa berita mengenai obat Parasetamol P-500 mengandung Virus Machupo adalah berita bohong atau hoaks yang disebarkan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab.
BPOM melakukan riset dan pengecekan rutin pada setiap produk obat yang akan disebarkan ke masyarakat secara jelas dan teliti. Semoga bermanfaat.***



