POJOKSATU.id - Penanganan limbah medis adalah sebuah tantangan signifikan bagi penyedia layanan kesehatan, karena memerlukan penanganan khusus yang smart.

Bahaya limbah medis antara lain dapat memicu adanya penularan penyakit, sementara untuk sampah benda tajam meliputi jarum suntik, silet, pisau bedah juga dapat membahayakan orang-orang sekitar.

Limbah medis bisa memberikan dampak buruk, tak hanya bagi lingkungan tapi juga pada penggiat dunia medis.

Dengan demikian, perlu mengetahui cara menangani limbah medis dengan smart yang disesuaikan dengan kategorinya.

Baca Juga: Green Hospital, Upaya Penanganan Limbah Medis demi Terciptanya Lingkungan Sehat yang Berkelanjutan

Cara Umum untuk Menangani Sampah Medis

Sampah yang umum dihasilkan oleh instalasi kesehatan dan tidak mengandung bahan beracun ataupun infeksius dapat dicampurkan dengan sampah biasa untuk kemudian dibuang.

Sementara bagi adanya benda tajam sebaiknya diselubungi wadah anti bocor yang bahannya logam atau plastik.

Sampah infeksius biasanya diberi tanda khusus menunjukkan kandungan zat infeksius. Selain itu, limbah yang sangat menular sebaiknya disterilisasi dengan autoklaf.

Limbah hasil penelitian di laboratorium kesehatan dikategorikan sebagai sampah sitotoksik. Sebaiknya dikumpulkan pada wadah yang anti bocor dan dilabeli sitotoksik.

Limbah yang mengandung bahan kimia dapat digolongkan sebagai sampah farmasi yang termasuk dalam limbah infeksius.

Baca Juga: 15 Fasilitas Medis Rusak Dibombardir Israel, Tak Kurang 1.900 Warga Gaza Tewas Hingga Hari ke-8

Apabila terdapat obat-obatan yang telah kadaluwarsa, sebaiknya dikembalikan ke apotek.

Untuk limbah kimia dalam jumlah besar, sebaiknya dikemas dalam wadah tahan bahan kimia, dikirimkan ke tempat pengolahan khusus bagi sampah berbahan kimia.

Hal serupa juga berlaku untuk limbah yang mengandung logam berat seperti merkuri dan kadmium, yang harus diolah secara terpisah.

Limbah infeksius yang mengandung radioaktivitas rendah harus dikumpulkan di tempat yang ditandai dengan warna kuning untuk kemudian dibakar.

Penanganan terhadap limbah medis jelas menjadi tanggung jawab dan kewajiban yang besar bagi instalasi kesehatan.

Maka untuk dapat melakukannya juga dibutuhkan kesadaran dan kerjasama dari seluruh pihak.***