POJOKSATU.ID - Menerima Tunjangan Hari Raya (THR) sering kali memicu euforia sesaat yang membuat kita merasa kaya mendadak.
Namun, tanpa perencanaan yang matang, dana tambahan ini biasanya hanya bertahan beberapa hari saja sebelum habis untuk belanja impulsif.
Langkah pertama yang paling krusial adalah memisahkan dana THR dari gaji bulanan rutin.
Pastikan Anda tidak mencampuradukkan keduanya agar pengeluaran wajib seperti cicilan atau tagihan listrik tetap aman, sementara THR difokuskan khusus untuk kebutuhan hari raya dan pos cadangan lainnya.
Baca Juga: Cerita Nabi dan Rasul Pendek untuk Dongeng Sebelum Tidur di Bulan Puasa
Setelah dana dipisahkan, buatlah skala prioritas dengan rumus alokasi yang jelas.
Idealnya, gunakan prinsip 50-30-20, alokasikan 50% untuk kebutuhan Lebaran seperti zakat, hidangan khas, dan transportasi mudik.
Selanjutnya, gunakan 30% untuk kewajiban seperti melunasi utang jangka pendek atau memberikan amplop Lebaran kepada keluarga.
Sisa 20% jangan pernah disentuh untuk konsumsi, melainkan langsung dialokasikan ke tabungan atau dana darurat.
Baca Juga: Catat Tanggalnya! Jangan Sampai Kelewat Jadwal Cair THR Pensiunan ASN 2026
Dengan memiliki porsi yang sudah ditentukan sejak awal, Anda akan memiliki kendali penuh dan tidak mudah tergoda oleh diskon besar-besaran di pusat perbelanjaan.
Selain itu, sangat penting untuk mencatat daftar belanja secara mendetail sebelum pergi ke pasar atau membuka aplikasi belanja daring.
Belanja tanpa daftar sering kali menjadi jebakan batman yang membuat barang-barang tidak penting ikut masuk ke keranjang.
Ingatlah bahwa esensi Lebaran bukanlah tentang semua barang harus baru, melainkan tentang kemenangan setelah berpuasa dan silaturahmi.
Jika Anda mampu disiplin dengan anggaran yang telah dibuat, Anda tidak hanya akan merayakan hari kemenangan dengan tenang, tetapi juga terhindar dari krisis keuangan di tanggal tua setelah masa liburan usai.***




