POJOKSATU.id - Seringkali, relasi kerja dengan atasan tidak selalu berjalan mulus.

Ada yang terasa inspiratif dan mendorong berkembang, tapi ada juga yang justru menguji kesabaran.

Merasa sefrekuensi dengan atasan ternyata bukan hal sepele, karena bisa memengaruhi semangat, kepuasan, hingga kinerja sehari-hari.

Jika kamu sedang mencoba memahami dinamika dengan atasan, atau bahkan mencari lingkungan kerja baru yang lebih cocok, ada beberapa hal penting yang bisa jadi pertimbangan.

Baca Juga: Gedung Putih Ditutup, Terjadi Penembakan Usai Konvoi Wapres JD Vance Melintas di National Mall

Career coach Leah Lambart membagikan panduan sederhana agar kamu tidak salah langkah dalam memilih atasan.

Pertama, penting untuk memahami bahwa beda frekuensi tidak selalu berarti atasanmu buruk.

Kadang, yang terjadi hanya ketidaksesuaian gaya kerja atau komunikasi.

“Atasan seperti apa yang Anda butuhkan? Apakah yang suportif, kolaboratif, dan perhatian, yang bisa membimbing, membantu kita berkembang, dan terbuka berkomunikasi,?” kata Leah Lambart.

Baca Juga: Dari Rp400 Ribu sampai Puluhan Juta, Segini Biaya Kuliah UIN Bandung 2026 yang Bikin Kaget di Akhir

“Atau Anda butuh yang tegas, fokus pada hasil, komunikasi-nya to the point, dan memberi ruang untuk bekerja lebih mandiri,?” lanjutnya.

Dari sini, kamu bisa mulai mengenali tipe atasan yang benar-benar mendukung performamu.

Selain itu, mengenali value diri juga jadi kunci sebelum menerima pekerjaan.

Baca Juga: Video 60 Detik Bisa Bikin Kampus Lebih Aman? Buktikan di Kompetisi Ini, Nyalimu Ditunggu!

Value ini bisa datang dari dalam diri seperti keinginan berkembang atau bekerja dalam tim suportif, tapi juga bisa dipengaruhi faktor luar seperti gaji, jabatan, hingga work-life balance.

“Value adalah kompas yang menunjukkan arah dalam mencari pekerjaan yang memuaskan,” ujar Leah Lambart.

Ia juga mengingatkan bahwa mengabaikan value dalam jangka panjang bisa menimbulkan rasa tidak cocok, bahkan kekecewaan.

Baca Juga: Kemenag Siapkan Pendampingan Psikologis Korban Kasus Ponpes Pati, Tegaskan Tak Ada Toleransi

Kemudian, jangan ragu untuk refleksi pengalaman kerja sebelumnya.

Coba ingat, atasan seperti apa yang pernah membuatmu nyaman bekerja.

“Coba refleksikan, apa yang membuat atasan sebelumnya cocok dengan cara kerja Anda, dan apakah gaya kepemimpinan serta komunikasinya masih sesuai dengan kebutuhan Anda saat ini,” jelas Leah Lambart.

Saat proses rekrutmen, kamu juga bisa lebih aktif menggali informasi.

Baca Juga: Kasus Pencabulan di Ponpes Pati, Kemenag Ambil Tindakan Tegas untuk Menutup Pondok Tersebut

Ada beberapa pertanyaan penting yang bisa diajukan, seperti kualitas yang dicari dalam tim, gaya komunikasi atasan, hingga cara mereka memberikan masukan.

Dari situ, kamu bisa menilai apakah lingkungan kerja tersebut benar-benar cocok atau tidak.

Yang perlu diingat, kamu tidak harus berteman dekat dengan atasan.

Tapi hubungan kerja yang sehat, saling menghargai, dan nyaman itu penting banget, lho, untuk menjaga performa tetap optimal.

Baca Juga: Kelapa Gading

Menemukan atasan yang tepat bukan soal keberuntungan semata, tapi soal mengenali diri sendiri dan berani bertanya sejak awal.

Karena ketika kamu berada di lingkungan yang selaras, bekerja bukan lagi sekadar kewajiban, tapi bisa jadi ruang untuk tumbuh dengan lebih tenang dan bermakna.***