POJOKSATU.id — Banyak pekerja dengan gaji kecil merasa menabung adalah hal yang sulit, bahkan nyaris mustahil.

Gaji yang pas-pasan sering kali langsung habis untuk memenuhi kebutuhan harian, mulai dari makan, transportasi, hingga tagihan bulanan.

Namun, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.

Menabung tidak selalu soal nominal besar, melainkan tentang kebiasaan dan pengelolaan keuangan yang tepat.

Baca Juga: Kombinasi Buah yang Enak untuk di Jus, Segar dan Mudah Dibuat di Rumah

Dengan strategi sederhana dan konsisten, pekerja bergaji kecil tetap bisa memiliki tabungan sebagai bekal keamanan finansial di masa depan.

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengubah pola pikir.

Menabung sebaiknya diposisikan sebagai prioritas, bukan sisa dari pengeluaran.

Begitu gaji diterima, sisihkan langsung sebagian kecil untuk tabungan, meskipun hanya lima hingga sepuluh persen.

Baca Juga: CPNS 2026 Segera Dibuka, Bocoran Formasi 23 Kementerian untuk Semua Jenjang Pendidikan

Nominal kecil yang dilakukan rutin akan jauh lebih terasa hasilnya dibanding niat menabung tanpa realisasi.

Selain itu, penting untuk menetapkan target yang realistis.

Target menabung tidak perlu langsung besar karena justru bisa menimbulkan tekanan.

Menabung harian Rp5.000 hingga Rp20.000 atau mingguan sesuai kemampuan sudah cukup untuk membangun kebiasaan finansial yang sehat.

Memisahkan rekening tabungan dari rekening operasional juga sangat disarankan.

Baca Juga: Ruangan Lembap Saat Musim Hujan? Ini Cara Mudah Mengatasinya

Tabungan yang tercampur dengan uang belanja harian cenderung mudah terpakai.

Dengan rekening khusus, uang tabungan menjadi lebih aman dan tidak tergoda untuk digunakan.

Mencatat pengeluaran harian menjadi langkah penting berikutnya.

Banyak pekerja tidak menyadari ke mana uang mereka habis setiap bulan.

Baca Juga: TPG Cair Bulanan Mulai Berlaku, Tapi Banyak Guru Belum Sadar Risiko Kehilangan Hak Bayar

Dengan mencatat pengeluaran sekecil apa pun, akan terlihat pos pengeluaran yang sebenarnya bisa dikurangi, seperti jajan berlebihan atau langganan yang jarang digunakan.

Menabung juga tidak berarti harus mengorbankan kualitas hidup.

Yang perlu ditekan adalah gaya hidup konsumtif, bukan kebutuhan dasar.

Mengurangi belanja impulsif, menahan diri dari nongkrong karena ikut-ikutan, serta lebih bijak memanfaatkan promo adalah bentuk pengendalian diri yang efektif.

Baca Juga: Pendaftaran TKA 2026 Resmi Dibuka: Simak Jadwal Lengkap dan Persyaratannya!

Bagi yang sering lupa menabung, fitur menabung otomatis bisa menjadi solusi.

Autodebet atau fitur auto-save di aplikasi keuangan membantu menyisihkan uang tanpa harus berpikir setiap bulan.

Uang kembalian dan pemasukan kecil yang sering dianggap sepele juga sebaiknya langsung disimpan.

Jika dikumpulkan secara konsisten, jumlahnya bisa menjadi tabungan yang cukup berarti.

Jika pengeluaran sudah ditekan namun masih terasa berat, menambah penghasilan bisa menjadi alternatif.

Baca Juga: INFO GTK Sudah Centang Hijau? Ini Alasan Sertifikasi Guru Tetap Bisa Gagal Cair dan Cara Mencegahnya

Pekerjaan sampingan, freelance, atau usaha kecil-kecilan dapat membantu menambah ruang untuk menabung tanpa mengganggu kebutuhan utama.

Pada akhirnya, menabung untuk pekerja bergaji kecil bukan soal membandingkan diri dengan orang lain, melainkan tentang progres pribadi.

Konsistensi dan disiplin adalah kunci utama dalam membangun keamanan finansial, berapa pun jumlah gaji yang diterima.***