POJOKSATU.id — Deteksi dini kanker payudara menjadi langkah penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan.
Salah satu cara yang mudah dilakukan oleh perempuan adalah dengan melakukan SADARI atau periksa payudara sendiri.
Metode ini dapat dilakukan secara mandiri di rumah tanpa alat khusus.
Baca Juga: Dampak Perubahan Iklim Semakin Mengkhawatirkan, Ini Penjelasan Lengkapnya
SADARI bertujuan untuk mengenali kondisi normal payudara sehingga setiap perubahan dapat segera disadari.
Pemeriksaan ini dianjurkan dilakukan secara rutin setiap bulan agar perempuan lebih peka terhadap perubahan bentuk, ukuran, maupun tekstur payudara.
Waktu terbaik melakukan SADARI adalah pada hari ke-7 hingga ke-10 setelah hari pertama menstruasi, saat payudara tidak dalam kondisi nyeri atau bengkak.
Baca Juga: Gaji PPPK Paruh Waktu Bogor Akhirnya Running! Ini Jadwal Cair dan Besarannya
Bagi perempuan yang sudah menopause, SADARI bisa dilakukan dengan memilih tanggal yang sama setiap bulan agar lebih mudah diingat.
Langkah pertama SADARI dilakukan dengan mengamati payudara di depan cermin.
Perhatikan apakah terdapat perubahan bentuk, ukuran, atau kondisi kulit payudara.
Baca Juga: WADAW! Bos Danantara Ungkap Kerugian BUMN Tembus Rp 20 Triliun
Amati juga puting payudara, apakah ada yang tertarik ke dalam, luka, atau mengeluarkan cairan yang tidak normal.
Pemeriksaan visual ini sebaiknya dilakukan dengan beberapa posisi, seperti tangan di samping, tangan diangkat ke atas, dan tangan bertolak pinggang.
Tahap berikutnya adalah perabaan payudara. Pemeriksaan ini dapat dilakukan saat mandi atau dalam posisi berdiri.
Gunakan ujung tiga jari untuk meraba payudara dengan gerakan memutar dari bagian luar menuju puting.
Lakukan secara perlahan dengan tekanan ringan hingga agak dalam.
Jangan lupa memeriksa area ketiak karena terdapat kelenjar getah bening yang juga perlu diperhatikan.
SADARI juga dapat dilakukan dengan posisi berbaring. Letakkan bantal di bawah bahu, lalu satu tangan diletakkan di belakang kepala.
Baca Juga: DPRD Kotim Akhirnya Buka Suara Terkait Pro Kontra Pengangkatan SPPG Jadi PPPK yang Memanas
Gunakan tangan lainnya untuk meraba payudara secara menyeluruh dengan pola yang sama, yaitu dari luar ke dalam hingga ke area puting.
Selain itu, puting payudara juga perlu diperiksa dengan menekan perlahan untuk memastikan tidak ada cairan yang keluar secara tidak wajar.
Cairan seperti darah atau cairan bening yang muncul tanpa sebab perlu segera diperiksakan ke tenaga medis.
Baca Juga: Mengenal TRE, Latihan Pelepasan Ketegangan untuk Bantu Atasi Stres dan Trauma
Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain munculnya benjolan keras yang tidak nyeri, perubahan ukuran atau bentuk payudara, kulit yang tampak seperti kulit jeruk, nyeri yang tidak kunjung hilang, serta perubahan pada puting payudara.
Jika menemukan salah satu dari tanda tersebut, sebaiknya segera berkonsultasi ke puskesmas atau dokter.
Baca Juga: Penjual Es Gabus Difitnah Oknum TNI dan Polisi Kini Seolah Diberi Kelapangan, Dapat Motor dan Uang
SADARI bukan bertujuan untuk mendiagnosis kanker payudara, melainkan sebagai langkah awal untuk mendeteksi perubahan sejak dini.
Dengan kebiasaan melakukan SADARI secara rutin, perempuan diharapkan lebih peduli terhadap kesehatan payudara dan tidak menunda pemeriksaan medis bila menemukan kejanggalan.***




