POJOKSATU.id — Investasi saat ini tidak lagi identik dengan aktivitas yang hanya bisa dilakukan oleh mereka yang berpenghasilan tinggi.

Seiring meningkatnya pemahaman masyarakat tentang keuangan, khususnya di kalangan anak muda, kesadaran untuk mengelola keuangan sejak dini pun semakin tumbuh, termasuk melalui investasi dengan modal yang relatif kecil.

Salah satu platform yang cukup populer di kalangan pemula adalah Bibit.

Baca Juga: Kuliah di China Makin Diminati, Ini Daftar Kampus Terbaik dan Persiapan yang Wajib Kamu Tahu

Aplikasi ini menawarkan kemudahan dalam berinvestasi pada instrumen reksa dana dengan sistem yang sederhana dan mudah digunakan oleh pengguna baru.

Bibit dilengkapi dengan fitur robo-advisor yang berfungsi membantu pengguna menentukan pilihan investasi berdasarkan profil risiko masing-masing.

Melalui sistem ini, pengguna tidak perlu melakukan analisis yang rumit karena rekomendasi investasi telah disesuaikan secara otomatis.

Baca Juga: Cuma Sampai Jam 2 Siang! Ini Lokasi SIM Keliling Jakarta Hari Ini Senin 27 April

Selain itu, Bibit juga sudah terdaftar dan berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sehingga memberikan rasa aman, khususnya bagi investor pemula.

Untuk mulai berinvestasi di Bibit, prosesnya tergolong mudah.

Pengguna cukup mengunduh aplikasi, melakukan registrasi menggunakan email atau nomor telepon, serta melakukan verifikasi identitas dengan KTP.

Baca Juga: Cuma Sampai Jam 2 Siang! Ini Lokasi SIM Keliling Jakarta Hari Ini Senin 27 April

Setelah itu, pengguna akan diminta mengisi profil risiko yang akan menjadi dasar dalam menentukan jenis investasi yang paling sesuai.

Berikutnya, sistem akan memberikan rekomendasi produk reksa dana.

Mulai dari pasar uang dengan tingkat risiko rendah, obligasi dengan risiko menengah, hingga saham yang memiliki potensi keuntungan lebih tinggi namun disertai risiko yang juga lebih besar.

Baca Juga: Resmi! PPN Tiket Pesawat Ekonomi Ditanggung Pemerintah, Ini Dampaknya

Menariknya, investasi di platform ini dapat dimulai dengan dana yang sangat terjangkau, bahkan dari Rp10 ribu.

Meski demikian, sebelum memulai investasi, terdapat beberapa hal penting yang perlu diperhatikan.

Pertama, sebaiknya memulai dengan nominal kecil untuk memahami pola serta risiko investasi.

Kedua, penting untuk menyadari bahwa setiap instrumen investasi memiliki tingkat risiko yang berbeda, di mana potensi keuntungan yang tinggi biasanya sejalan dengan risiko yang lebih besar.

Baca Juga: Siswa SMAN 1 Warunggung Kompak Pakai Baju Adat, Cara Seru Jaga NKRI Ini Bikin Pelajaran PPKn Jadi Hidup

Di samping itu, konsistensi menjadi faktor utama dalam berinvestasi.

Menyisihkan dana secara rutin, meskipun dalam jumlah kecil, cenderung memberikan hasil yang lebih optimal dalam jangka panjang dibandingkan menunda hingga memiliki dana besar namun tidak segera memulai.

Bagi pemula, penting juga untuk tidak mudah terpengaruh tren atau fenomena fear of missing out (FOMO).

Keputusan dalam berinvestasi sebaiknya didasarkan pada pemahaman yang matang, bukan sekadar mengikuti orang lain.

Baca Juga: Liburan ke Baduy Makin Murah! Tiket DAMRI Hanya Rp1, Berlaku Tiap Weekend

Selain itu, pastikan dana yang digunakan bukan berasal dari kebutuhan pokok maupun dana darurat.

Dengan strategi yang tepat, investasi tidak hanya berfungsi sebagai sarana untuk menambah pemasukan, tetapi juga menjadi langkah penting dalam merencanakan dan mencapai tujuan keuangan di masa depan.***