POJOKSATU.id - Stunting atau gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak masih menjadi masalah serius di Indonesia.

 Menurut Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022, lebih dari 46 persen anak di bawah usia 5 tahun mengalami gizi buruk atau stunting.

Hal ini tentu berdampak negatif pada kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.

Untuk mengatasi masalah ini, sebuah startup kesehatan anak bernama PrimaKu.

Baca Juga: DPRD Jawa Barat Dukung Pencegahan Perkawinan Anak dan Percepatan Penurunan Stunting

Primakuhadir dengan misi untuk memberdayakan orang tua dengan alat-alat yang dapat diandalkan untuk kesehatan dan kesejahteraan anak-anak mereka.

PrimaKu menyediakan layanan telehealth untuk pertumbuhan dan perkembangan anak.

PrimaKumemiliki fitur lengkap untuk melacak dan memantau berbagai aspek nutrisi dan informasi pengasuhan yang didukung oleh dokter spesialis anak.

PrimaKu juga memperkenalkan layanan kesehatan omnichannel yang inovatif untuk anak-anak, menyederhanakan proses-proses seperti vaksinasi.

Baca Juga: GEMMES Ajak Masyarakat Jadi Orang Tua Asuh untuk Anak Stunting

PrimaKu memiliki lebih dari 1,2 juta pengguna terdaftar di platformnya dan berencana untuk memperkenalkan lebih banyak fungsi.

Terutama, untuk membuat pemesanan layanan vaksinasi lebih mudah diakses.

Startup ini baru saja mendapatkan pendanaan seri A dari beberapa investor.

Mereka antara lain Northstar Group, perusahaan investasi milik CEO GoTo Patrick Walujo, Taiwan's AppWorks, BRI Ventures, dan BIG Ventures.

Dengan dukungan finansial dan strategis dari investor-investor tersebut, PrimaKu berharap dapat meningkatkan dampak sosialnya dalam mewujudkan generasi Indonesia yang sehat dan cerdas.***