POJOKSATU.id — Bayi kadang mengalami kembung setelah menyusu.

Agar tidak rewel, orang tua perlu tahu cara menyendawakan bayi yang benar.

Jika dilakukan dengan keliru, bukannya lega, justru bisa membuat bayi semakin tidak nyaman.

Saat menyusu, udara bisa ikut tertelan dan terperangkap di saluran pencernaan.

Kondisi ini dapat menyebabkan bayi gumoh, perut kembung, bahkan rewel karena kolik.

Baca Juga: UBSI Torehkan Rekor, Sebanyak 97 Dosen Lulus Sertifikasi Dosen 2025

Menyendawakan bayi menjadi cara sederhana untuk membantu mengeluarkan udara tersebut, sekaligus membuatnya bisa tidur lebih nyenyak.

Seberapa Sering Bayi Perlu Disendawakan?
Tidak ada aturan baku bahwa bayi harus selalu disendawakan setiap kali menyusu.

Ada bayi yang perlu rutin disendawakan, ada juga yang tidak.

Bunda bisa mencoba menyendawakan jika Si Kecil terlihat gelisah, rewel saat menyusu, atau tiba-tiba terbangun dari tidur.

Hal ini bisa menandakan adanya udara yang terperangkap di dalam perutnya.

Baca Juga: 10.030 Pelajar di Kalsel Terima Bantuan Siswa Kurang Mampu, Pemprov Gelontorkan Rp11 Miliar

Cara Menyendawakan Bayi dengan Benar
Ada beberapa posisi yang bisa dicoba untuk menyendawakan bayi, yaitu:

1. Posisi digendong tegak
Gendong bayi menghadap ke Bunda dengan dagu bertumpu di pundak. Topang tubuh dari bawah, lalu usap atau tepuk lembut punggungnya hingga sendawa keluar.

2. Posisi duduk
Dudukkan bayi di pangkuan. Pegang dagunya dengan hati-hati sambil menyangga dada dengan pangkal telapak tangan.

Baca Juga: Santri Mandarin

Ingat, jangan menekan leher. Tepuk atau usap punggungnya perlahan dengan tangan lainnya.

3. Posisi tengkurap
Letakkan bayi tengkurap di lengan atau pangkuan. Posisikan kepala lebih tinggi dari badan, kemudian tepuk atau usap punggung secara perlahan.

Gunakan posisi yang paling nyaman, baik untuk Bunda maupun Si Kecil. Pastikan tubuh bayi tetap lurus agar udara lebih mudah keluar.

Saat menepuk, tangan sebaiknya ditangkupkan agar tidak terlalu keras.

Baca Juga: Beasiswa Rp10 Miliar Lebih Menanti, Wali Kota Pekanbaru Pastikan Pemerataan Akses Pendidikan di Wilayahnya

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan
- Proses menyendawakan tidak perlu lama, cukup 1–2 menit.

Jika belum sendawa dalam waktu tersebut, hentikan dan coba lagi dengan posisi berbeda bila masih rewel.

- Siapkan kain atau handuk kecil, karena menyendawakan bayi kadang bisa membuatnya gumoh atau muntah.

- Menurut penelitian, menyendawakan bayi tidak sepenuhnya mencegah kolik, bahkan bisa meningkatkan risiko gumoh.

Baca Juga: FIX! Begini Skema KENAIKAN GAJI dan RAPELAN PENSIUNAN 2025, Apakah Cair Serentak? Kapan Jadwalnya?

Namun, hasil ini masih perlu diteliti lebih lanjut.

Jika Si Kecil tetap rewel meski sudah disendawakan, Bunda bisa membaringkannya lalu memijat perut dengan lembut atau menggerakkan kedua kakinya seperti sedang mengayuh sepeda.

Apabila bayi tetap tidak nyaman, segera bawa ke dokter anak untuk diperiksa dan mendapatkan saran medis.

Baca Juga: Taspen Pastikan PENCAIRAN RAPEL GAJI November 2025, Berikut Detailnya

Menyendawakan bayi setelah menyusu memang terlihat sepele, tapi punya peran penting untuk kenyamanan Si Kecil.

Baca dan kirim komentar untuk artikel lainnya melalui apps kami:

Versi Android
Versi iOS
Channel Whatsapp
Fanpage Edugov

Dengan posisi yang tepat dan cara yang benar, perut bayi lebih lega, tidurnya nyenyak, dan Bunda pun jadi lebih tenang.***