POJOKSATU.id – Jika Anda sedang mencari rekomendasi liburan akhir tahun yang terasa hangat, tenang, dan penuh kesan, Bukit Sikunir di Dieng Plateau bisa menjadi tujuan.
Di titik ini, alam Bukit Sikunir seolah menggelar panggung raksasa untuk menyambut tahun baru dengan caranya sendiri: sederhana, syahdu, namun begitu memikat.
Bukit Sikunir akan menawarkan pemandangan langit penuh cahaya keemasan yang seolah menyambut harapan baru pengunjung.
Akses menuju destinasi ini cukup mudah.
Baca Juga: AKBP Basuki Dipecat Polri, Biarkan Dwinanda Levi Cengap-cengap Sebelum Tewas, Malah Pilih Tidur
Bukit Sikunir terletak di Desa Sembungan, desa tertinggi di Pulau Jawa, dalam kawasan Dieng, Kabupaten Wonosobo.
Dari pusat Dieng, perjalanan menuju Desa Sembungan memerlukan waktu sekitar 15–20 menit dengan kendaraan pribadi atau sewaan.
Setelah tiba di area parkir, pengunjung melanjutkan dengan trekking singkat menuju puncak.
Jalurnya sudah tertata rapi, sebagian berupa undakan, sehingga aman dilalui pemula atau bahkan keluarga dengan anak-anak.
Keindahan Bukit Sikunir langsung terasa sejak langkah pertama menyusuri jalur pendakian.
Udara dingin yang khas Dieng menyergap, kabut tipis mengapung di permukaan tanah, dan suara alam terdengar lebih jelas dari biasanya.
Namun puncak kesan yang dicari tentu saja “Golden Sunrise”.
Dari atas bukit ini, matahari terbit perlahan muncul menyinari lautan kabut dan deretan gunung-gunung megah di kejauhan.
Warna keemasannya yang lembut membuat banyak orang merasa seperti menyambut hari baru dari negeri di atas awan.
Baca Juga: Mengapa TPG TW 3 Terlambat? Ini Penjelasan Lengkap dari Sisi Administrasi dan Teknis
Untuk menikmati pengalaman ini, pengunjung disarankan tiba sebelum subuh — sekitar pukul 03.00–04.00 WIB — karena selain mengejar momen sunrise.
Di liburan akhir tahun biasanya area ini lebih ramai. Durasi trekking menuju puncak berkisar 25–45 menit, tergantung kecepatan dan kepadatan jalur.
Harga tiket masuk Bukit Sikunir tergolong terjangkau, sekitar Rp10.000 per orang, dengan tarif parkir motor atau mobil yang juga relatif kecil.
Kawasan ini terbuka sepanjang hari, namun waktu terbaik tentu sebelum matahari terbit.
Meski begitu, pemandangan sore hari juga tidak kalah menenangkan.
Fasilitas dasar tersedia di area bawah, seperti parkir, toilet, dan beberapa warung milik warga setempat.
Di puncak, terdapat beberapa titik pandang yang memudahkan wisatawan menikmati lanskap Dieng dari sudut terbaik.
Hanya saja, penjual makanan jarang berada di area atas, sehingga membawa bekal sendiri tetap jadi pilihan paling aman.
Jaket tebal, sarung tangan, dan penutup kepala juga sangat penting, terutama menjelang pergantian tahun saat suhu Dieng bisa turun drastis.
Momen pergantian tahun di Bukit Sikunir memang tidak selalu diramaikan acara khusus.
Baca Juga: Terungkap! Banjir Maut Sumatra Bukan Sekadar Cuaca Ekstrem, Teddy Akui Ada Jejak Pembalakan Liar
Namun suasana merayakan tahun baru dengan cara alami — menginap di penginapan sekitar, menunggu fajar bersama teman atau keluarga, lalu menyambut matahari pertama tahun ini dari puncak bukit — adalah pengalaman yang banyak diburu wisatawan.
Warga setempat dan agen perjalanan biasanya menawarkan paket akhir tahun yang menggabungkan trekking sunrise dan kunjungan ke berbagai destinasi Dieng lain, seperti Telaga Cebong, Kawah Sikidang, hingga Candi Arjuna.
Untuk Anda yang ingin menutup tahun dengan tenang dan membuka lembaran baru dengan harapan bersinar, Sikunir bisa menjadi tempat yang tepat untuk memulai. ***




