POJOKSATU.id - Networking atau jejaring kerja merupakan salah satu aspek penting dalam membangun personal branding, terutama di era digital saat ini.
Pada dasarnya, manusia tidak dapat dipisahkan dari yang lain dan tidak dapat berdiri sendiri tanpa berinteraksi. Ini menjadi alasan awal pentingnya networking dan personal branding.
Memperluas networking dan meningkatkan personal branding merupakan sebuah investasi penting untuk masa depan di era digital. Mengapa hal tersebut dapat dikatakan sebagai investasi penting?
Melalui networking, setiap individu dapat mengakses berbagai informasi dan sumber daya, membentuk hubungan mutualisme antar-individu, serta menciptakan peluang untuk setiap individu agar dapat mengembangkan diri.
Sementara itu, personal branding juga tidak kalah penting dengan networking. Personal branding menciptakan sebuah kredibilitas individu, menarik perhatian khalayak luas untuk menerapkan kepercayaan dalam membangun kerjasama, dan memudahkan individu dalam mencapai tujuannya.
Personal branding melibatkan cara individu mempresentasikan dirinya dengan menonjolkan kualitas diri untuk mendapatkan feedback yang diharapkan.
Keduanya sama-sama memiliki peran penting, yakni dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan karir setiap individu.
Networking dan personal branding memiliki keterkaitan satu sama lain.
Baca Juga: Sandination Hidupkan Lapangan Kerja Desa Wisata Melalui Program Networking dan Personal Branding
Networking adalah dibangunnya jaringan dengan menciptakan hubungan mutualisme satu sama lain, sedangkan personal branding adalah gambaran diri seseorang yang ditampilkan untuk menunjukkan citra positif.
Sebagai contoh, seorang remaja yang sedang meningkatkan title dirinya dengan membuat konten- konten terkait self development akan lebih mudah untuk mendapatkan kesempatan dan akses informasi yang ia butuhkan untuk mengembangkan kontennya.
Rampersad (2008:8) berpendapat bahwa personal branding harus dikombinasikan dengan sarana yang tepat sehingga menghasilkan kinerja puncak dan menciptakan dasar yang stabil bagi keandalan, kredibilitas, dan karisma diri.
Artinya, kolaborasi yang tepat antara networking dan personal branding dapat meningkatkan sebuah peluang bagi seorang individu untuk mencapai tujuan personal yang sesuai dengan visi-misi.
Menurut Paul J. Meyer, komunikasi dalam hal hubungan antar manusia, adalah kunci sukses bagi karier maupun bagi kepribadian seseorang.
Keterkaitan yang saling terhubung ini mengikat erat sehingga akan menjadi kekuatan besar, lebih dari sekedar hubungan yang bersifat hirarki.
Melalui interaksi antar-individu, networking akan berkembang sehingga dapat menghubungkan satu individu dengan individu lainnya.
Baca Juga: Peresmian Kantor BPJS Kesehatan di IKN, Jokowi : Tingkatkan Akses Layanan dan Memperkuat Jaringan
Pada dasarnya, networking bersifat dinamis sehingga bisa berubah dari titik harmonis ke titik konflik.
Oleh karena itu, komunikasi memegang peran penting dalam membangun, mengembangkan, dan menjaga hubungan yang baik.
Melalui komunikasi itulah, dinyatakan tentang kebutuhan dan tujuan kita dan menyimak kebutuhan dan tujuan orang lain.
Di dalam prosesnya, akan ada berbagai persepsi terhadap kebutuhan dan tujuan yang dimiliki oleh masing-masing individu. Perlu diketahui, bahwa kunci dari networking yang baik adalah sebuah pemahaman.
Adapun strategi efektif untuk membangun networking, diantaranya adalah menetapkan tujuan yang ingin dicapai agar mendapatkan peluang yang tepat.
Baca Juga: UMKM Althree Cake Asal Kota Bogor Sukses Lakukan Branding Melalui Optimalisasi Penulisan Kreatif
Selain itu juga membangun personal branding melalui media sosial, menggunakan platform media sosial, dan memiliki sikap konsisten yang tinggi.
Dengan memanfaatkan strategi ini, seorang individu dapat memperluas networking dengan efektif dan membuka peluang yang baru untuk kehidupan profesional.
Sedangkan, untuk membangun personal branding pun bukanlah suatu hal yang mudah untuk dilakukan. Dibutuhkan visi dan misi untuk menunjang individu dalam mencapai tujuannya.
Montoya dan Tim Vandehey dalam bukunya The Brand Call You menyampaikan tips yang bisa dilakukan seseorang dalam membangun personal branding, sebagai berikut.
1. Pikirkan dan persepsikan diri secara berbeda dengan orang lain
Memiliki sifat untuk berorientasi terhadap hal-hal baru dan membuka diri terhadap ide-ide baru merupakan suatu hal yang sangat penting dalam dunia yang terus berkembang pesat. Kemampuan untuk mengekspresikan diri secara berbeda dengan orang lain berarti memiliki kemampuan untuk melihat dunia dari sudut pandang yang unik.
2. Lakukan brand assessment secara kontinyu
Brand assessment adalah proses untuk mengukur atau mengevaluasi suatu brand. Hal ini penting untuk dilakukan secara terus-menerus untuk memastikan bahwa personal branding yang telah dibawakan tetap relevan dan kompetitif sesuai dengan target audiens.
3. Fokus menampilkan atau melakukan yang terbaik dengan konsisten
Kunci untuk membangun personal branding yang kuat dan efektif adalah dengan konsisten melakukan atau menampilkan yang terbaik. Dengan adanya konten atau pembawaan yang berkualitas, dapat membangun kredibilitas dan kepercayaan target audiens.
4. Publikasikan personal branding yang telah dibangun dengan alat dan strategi promosi yang paling efektif dan relevan
Setelah membangun personal branding yang kuat, langkah selanjutnya adalah mempublikasikannya kepada khalayak luas. Alat dan strategi promosi yang efektif dan relevean di era digital dan globalisasi adalah media sosial, website, blog, dan networking.
Networking dan personal branding adalah proses yang berkelanjutan. Banyak upaya dan dedikasi yang diperlukan untuk mewujudkan tujuan yang diimpikan.
Sebagai satu kesatuan, networking dan personal branding dapat membangun fondasi yang kokoh untuk mencapai tujuan dan meraih kesuksesan dalam dunia yang terus berkembang.*** Aulia Azza/Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media SV-IPB



