POJOKSATU.id, BANYAK anak muda, khususnya generasi Z, merasa menabung untuk masa depan apalagi membeli rumah ibarat mimpi yang sulit tercapai.
Bukan semata karena gaya hidup konsumtif, tetapi ada sejumlah faktor yang membuat generasi ini kesulitan mewujudkan target finansial jangka panjang.
Salah satu penyebab utamanya adalah ketidakseimbangan antara pendapatan dan harga rumah.
Di kota besar, harga properti terus meroket jauh lebih cepat dibanding kenaikan gaji.
Baca Juga: Mau Keuangan Lebih Rapi? Coba Terapkan Metode Jitu Ini di Gaji Bulanan Anda
Akibatnya, butuh waktu bertahun-tahun hanya untuk menyiapkan uang muka atau DP rumah.
Selain itu, biaya hidup sehari-hari juga kian menekan.
Mulai dari sewa tempat tinggal, transportasi, hingga kebutuhan pokok yang naik karena inflasi, semuanya menggerus porsi tabungan.
Kondisi ini diperparah dengan tren gaya hidup digital.
Baca Juga: 8 Cara Mempersiapkan Pensiun Dini agar Hidup Tenang dan Aman
Gen Z cenderung mengalokasikan pengeluaran untuk pengalaman, gadget, atau hiburan ketimbang menabung jangka panjang.
Tekanan sosial dari media sosial pun ikut berperan.
Fenomena FOMO membuat banyak anak muda ingin tampil up to date yang akhirnya mendorong konsumsi berlebihan tanpa disadari.
Faktor lain adalah ketidakstabilan pendapatan.
Banyak Gen Z bekerja sebagai freelancer, kontrak, atau profesi dengan gaji relatif kecil.
Tanpa penghasilan tetap, akses ke pembiayaan rumah seperti KPR pun semakin sulit.
Ditambah lagi, masih banyak yang belum punya literasi keuangan matang sehingga menabung hanya dianggap sisa dari pengeluaran bulanan.
Tak bisa dipungkiri, tantangan ini nyata. Namun, bukan berarti mustahil.
Baca Juga: Cara Mendapat Subsidi Motor Listrik Hingga Rp7 Juta, Simak Persyaratan dan Mekanisme Pendaftaran
Semoga informasi ini bermanfaat, ya.
Bantu tulis tanggapan di kolom komentar dan share info ini ya.
-
Akses artikel bisa dibaca melalui apps kami:
Beberapa Gen Z mulai beralih ke investasi jangka panjang, mencari sumber penghasilan tambahan, hingga memperketat budgeting agar tetap bisa menyiapkan tabungan masa depan. ***




