POJOKSATU.id — Persaingan yang semakin ketat serta jumlah lowongan kerja yang terbatas membuat proses mencari pekerjaan saat ini tidak lagi cukup hanya mengandalkan ijazah.

Terlebih lagi, para pencari kerja kini tidak hanya bersaing dengan sesama manusia, tetapi juga dengan robot dan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Walaupun begitu, peran manusia dalam dunia kerja tidak akan sepenuhnya tergantikan.

Baca Juga: Pemerintah Targetkan Rokok Ilegal Hilang Mei 2026, Ini Dampaknya ke Ekonomi

CEO LinkedIn, Ryan Roslansky, bersama Aneesh Raman menegaskan bahwa terdapat sejumlah kemampuan khas yang justru membuat manusia tetap dibutuhkan di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Ryan mengungkapkan bahwa masih banyak orang yang belum menyadari bahwa kekuatan utama manusia terletak pada keterampilan yang tidak dapat sepenuhnya direplikasi oleh AI.

Untuk menggali hal ini, ia berdiskusi dengan berbagai kalangan ahli, mulai dari ilmuwan saraf, psikolog organisasi, ekonom perilaku, hingga para pemimpin berbakat.

Baca Juga: Rupiah Tembus Rp17.000 per Dolar, Ini Dampak Nyata yang Bikin Kantong Makin Tipis

Hasil dari diskusi tersebut kemudian melahirkan lima kemampuan utama yang dikenal sebagai konsep 5C yang dinilai penting dimiliki generasi muda agar mampu bertahan di tengah dinamika pasar kerja yang terus berubah.

Kemampuan pertama adalah rasa ingin tahu atau curiosity.

AI memang mampu menghasilkan berbagai kemungkinan berdasarkan pola yang ada.

Baca Juga: Juknis Rombel 2026 Resmi Berlaku, Guru Wajib Tahu Agar SKTP Aman dan Tunjangan Sertifikasi Tetap Cair

Namun, manusia berperan dalam menentukan mana yang benar-benar penting melalui rasa penasarannya.

Dalam dunia kerja, rasa ingin tahu kerap menjadi pemicu lahirnya inovasi dari hal-hal yang terlihat sederhana.

Ryan menekankan pentingnya memanfaatkan rasa penasaran untuk memahami perkembangan AI sekaligus mengenali potensi diri.

Ia mencontohkan bahwa penemuan vaksin polio berawal dari pertanyaan Jonas Salk mengenai kemungkinan virus yang telah dimatikan mampu melatih tubuh melawan virus aktif.

Baca Juga: Kasus Nyata Guru Gagal Dapat SKTP karena Salah Bagi Rombel, Ini Penyebab Utama dan Cara Menghindarinya Berdasarkan Juknis Terbaru 2026

Rasa ingin tahu yang sama juga mendorong Wright bersaudara mempertanyakan mengapa manusia tidak bisa terbang seperti burung.

Kemampuan kedua adalah keberanian atau courage.

AI memang mampu menghitung risiko, tetapi hanya manusia yang dapat menentukan risiko mana yang pantas untuk diambil.

Keberanian menjadi faktor penting untuk tetap bertindak meskipun informasi belum sepenuhnya tersedia dan hasilnya belum pasti.

Baca Juga: Kemlu Iran Puji Peran Pakistan dalam Negosiasi dengan AS, Lindungi Hak dan Kepentingan Iran

Dalam konteks pekerjaan, keberanian terlihat saat seseorang mampu mengambil keputusan penting di tengah ketidakpastian.

Contohnya, ketika seorang manajer berani mengoreksi permintaan klien yang kurang tepat dan mengarahkannya pada solusi yang lebih efektif.

Kemampuan berikutnya adalah kreativitas atau creativity.

AI dapat mengolah serta mengombinasikan informasi yang sudah ada, tetapi manusia memiliki kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang benar-benar baru.

Baca Juga: Guru Wajib Tahu Skema Kurang Bayar TPG di 2026, Ini Penjelasan Resmi dan Cara Memastikan Hak Tunjangan Tetap Dibayarkan

Kreativitas tidak hanya dimiliki oleh profesi tertentu, melainkan menjadi kebutuhan di berbagai bidang pekerjaan.

Sebagai contoh, seorang guru yang mengubah suasana kelas menjadi seperti istana pada masa lampau untuk membuat pembelajaran sejarah lebih menarik dan mudah dipahami.

Kemampuan keempat adalah rasa kasih sayang atau compassion.

AI mungkin mampu meniru empati, tetapi hanya manusia yang benar-benar dapat merasakan dan mengekspresikannya.

Di lingkungan kerja, rasa kasih sayang mampu mengubah hubungan profesional menjadi lebih hangat dan manusiawi.

Baca Juga: Heboh Motor Listrik MBG Diduga Cuma Rakit dari China! Label Lokal Jadi Sorotan

Hal ini tercermin ketika seorang manajer memahami kondisi pribadi karyawannya yang sedang menghadapi masalah keluarga, lalu memberikan kelonggaran waktu kerja sebagai bentuk dukungan.

Kemampuan terakhir adalah komunikasi atau communication.

AI memang dapat membantu dalam menyusun kalimat atau memberikan umpan balik, namun komunikasi yang bermakna tetap membutuhkan sentuhan manusia.

Dalam dunia kerja, komunikasi berperan besar dalam menentukan apakah suatu ide akan berkembang atau justru terhenti.

Baca Juga: Rincian Lengkap Syarat Penerima TPG 2026 untuk Guru ASN, Ini Hal Penting yang Sering Terlewat dan Bisa Menghambat Pencairan

Interaksi langsung, pertukaran ide, serta pemahaman antarindividu menjadi elemen penting yang tidak sepenuhnya bisa digantikan oleh teknologi.

Kelima kemampuan tersebut menunjukkan bahwa di tengah pesatnya perkembangan AI, manusia tetap memiliki peran yang sangat penting.

Bukan hanya soal kecanggihan teknologi, tetapi juga bagaimana manusia memaksimalkan keunikan dirinya agar tetap relevan.***