POJOKSATU.id - Sekilas memang mirip Pagoda Shwedagon di Myanmar. Tapi pagoda emas Taman Lumbini ini tak hanya tempat peribadatan, tapi kerap menjadi lokasi wisata.
Taman Lumbini, berlokasi di Karo, Sumatera Utara, adalah area yang indah dengan udara sejuk karena terletak di kaki Gunung Sibayak.
Salah satu khas Taman Lumbini adalah adanya pagoda emas yang memiliki ketinggian sekitar 42 meter, menjadikannya pagoda tertinggi di Indonesia dan kedua di dunia.
Pagoda di Taman Lumbini adalah bangunan seperti kuil dengan atap bertingkat, biasanya digunakan sebagai tempat ibadah oleh umat Buddha.
Meskipun demikian, Taman Lumbini dapat dikunjungi oleh siapa saja dengan waktu yang telah ditetapkan agar tidak mengganggu kegiatan keagamaan.
Taman Lumbini lokasi tepatnya terletak di Jl. Barusjahe, Dolat Rayat, Kecamatan Dolat Rayat, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Rute dari Medan ke Taman Lumbini memakan waktu sekitar 2 jam perjalanan dengan jarak tempuh sekitar 50 km.
Setelah tiba di Simpang Tongkoh, beloklah ke kiri, jalurnya hampir sama dengan rute menuju Air Terjun Sipiso-Piso.
Jalur yang dilalui cukup berkelok-kelok karena memasuki area pegunungan. Kemudian, ikuti petunjuk jalan hingga tiba di Taman Lumbini.
Taman Lumbini memiliki jam buka yang berbeda untuk pengunjum umum dan waktu sembahyang.
Untuk umum, Taman Lumbini dapat dikunjungi dari jam 09.00 pagi hingga 17.00 sore setiap hari Senin hingga Minggu.
Sementara itu, untuk kegiatan sembahyang, Taman Lumbini membuka layanannya dari jam 09.00 pagi hingga 18.00 sore waktu setempat.
Tempat ini melayani pengunjung setiap hari dalam seminggu, memberikan kesempatan bagi para pengunjung untuk merasakan keindahan dan ketenangan taman.
Tiket masuk Taman Lumbini hanya perlu membayar seikhlasnya, dengan cara memasukkannya pada tempat yang sudah disediakan.
Begitu memasuki area taman, pengunjung disambut dengan kemudahan parkir kendaraan yang telah disediakan.
Setelahnya, pengalaman berbelanja di toko souvenir menjadi salah satu kegiatan yang menarik, memungkinkan pengunjung untuk membawa pulang kenangan dari kunjungan mereka.
Fasilitas warung makanan dan minuman tersedia di sepanjang area taman, memberikan pilihan untuk pengunjung bersantap atau sekadar menikmati hidangan ringan sambil menikmati keindahan sekitar.
Baca Juga: Air Terjun Tumpak Sewu, Hidden Gem Asal Lumajang yang Megah Menakjubkan, Berani Lawan Niagara
Taman ini juga menawarkan area fitness, sehingga pengunjung bisa melakukan aktivitas kebugaran fisik sambil menikmati suasana alam yang menenangkan.
Selain itu, kehadiran playground di Taman Lumbini membuat destinasi ini ramah bagi keluarga, memungkinkan anak-anak untuk bermain dan bersenang-senang.
Ada juga kios bunga di area taman menambah keindahan dan memberikan nuansa yang lebih hidup dengan keberagaman tanaman yang ditawarkan.
Taman Alam Lumbini memiliki luas sekitar 3 hektar dengan keindahan alam yang sangat menakjubkan, dihiasi dengan banyak bunga dan patung-patung biksu yang tertata rapi.
Dengan luasnya, pengunjung dapat menikmati alam yang sejuk dari area atas hingga bawah dengan menuruni anak tangga yang tersedia di tengah rindangnya bunga-bunga.
Terdapat juga air terjun buatan yang menambah kesegaran.
Di area ini juga terdapat jembatan gantung bernama Titi Lumbini dengan panjang sekitar 20 meter, berada di ketinggian sekitar 50 meter. Seringkali disebut Jembatan Cinta. Tempat para pengunjung biasa berfoto.
Sejarah penamaan Lumbini konon diambil dari tempat kelahiran Sidharta Gautama, pendiri agama Buddha.
Pagoda emas yang merupakan tempat suci umat Buddha dan pernah mendapatkan rekor MURI sebagai pagoda tertinggi di Indonesia dan replika tertinggi kedua di Asia Tenggara.
Di pagoda ini terdapat sekitar 2.930 rupang Buddha, 30 rupang arahat, serta 108 relik suci, hampir seluruhnya berasal dari Myanmar.
Ada juga pohon permohonan atau wishing tree, tempat para pengunjung menuliskan doa dan harapan yang akan digantung pada perayaan Imlek.***




