POJOKSATU.id - Karawang dikenal orang sebagai Kota Padi. Namun wilayah ini tidak hanya memiliki luas sawah yang indah dan kerap dijadikan sebagai lokasi wisata unik. Karawang juga punya wisata sejarah.
Selain destinasi wisata alam dan keluarga, Kabupaten Karawang juga menawarkan beberapa destinasi edukatif yang menarik untuk dijelajahi sebagai wisata sejarah.
Wisata sejarah yang masih belum banyak disadari dan kadang luput dari perhatian itu adalah Candi Jiwa yang terletak di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Sudah ada yang pernah ke sana?
Secara administratif Candi Jiwa terletak di dua wilayah, yaitu Desa Segaran dan Desa Telagajaya serta Kecamatan Batujaya dan Kecamatan Pakisjaya, Karawang.
Baca Juga: Keajaiban Candi Sukuh: Peninggalan Terakhir Kerajaan Majapahit di Jawa Tengah
Candi Jiwa Karawang pantas disebut sebagai wisata sejarah dengan objek cagar budaya, karena merupakan bagian dari sejarah kemajuan peradaban di Indonesia
Peninggalan jejak itu berada di Situs Batujaya 1 atau Candi Jiwa Karawang.
Bahkan, Candi Jiwa Karawang ini diyakini sebagai candi tertua yang berada di Indonesia karena dibangun antara abad ke 6 dan ke 7 Masehi.
Candi Jiwa jaraknya kurang dari 1 kilometer di sebelah timur aliran Sungai Citarum. Luas komplek situs percandian Batujaya ini mencapai 5 kilometer persegi atau 500 hektare.
Ada puluhan candi yang terletak dalam satu kompleks percandian bernama Batujaya.
Di kompleks percandian Candi Jiwa Batujaya Karawang itu terdapat kurang lebih 62 candi yang lengkap dengan peninggalan lainnya.
Peninggalan tersebut antara lain berupa artefak kuni, arca, manik-manik dan benda kuno lainnya.
Bangunan komplek percandian itu berhasil ditemukan oleh tim jurusan arkeologi Fakultas Sastra Universitas Indonesia pada tahun 1985 dan berhasil di ekskavasi dari tahun 1992 hingga tahun 2000.
Dari proses ekskavasi itulah, ditemukan 30 situs candi dan juga tempat pemujaan, salah satunya adalah Candi Jiwa serta Candi Blandongan.
Jika dibandingkan dengan candi lainnya di Indonesia, candi-candi itu diyakini lebih tua dari Candi Gedong Songo di Semarang, Jawa Tengah.
Sebab, menurut perkiraan Gedong Songo dibuat oleh Wangsa Syailendra pada tahun 927 Masehi.
Keberadaan kompleks candi yang berada di dekat Sungai Citarum ini menjadi bukti bahwa nenek moyang Indonesia dilahirkan dari orang-orang berbekal teknologi tinggi.
Bagaimana tidak. Di sana ditemukan tinggalan budaya Buni yang berasal dari awal Masehi hingga tahun 500.
Beberapa candi seperti Candi Blandongan diperkirakan dibangun dalam dua fase atau dengan kata lain mungkin sempat direvitalisasi.
Pembangunan fase pertama diperkirakan sekitar abad 6 sampai 7 dan fase kedua sekitar 8 sampai 10.
Pendapat ini didasari oleh warna bata yang agak kontras. Bata pembangunan fase pertama berwarna lebih gelap dari bata pembangunan fase kedua.
Percandian Batujaya disebut merupakan masa transisi dari masa prasejarah ke Hindu-Buddha.
Para peneliti atau arkeolog yang berulangkali melakukan penelitian, juga masih belum menemukan banyak misteri di sini.
Salah satunya adalah kenapa Candi Serut berbentuk miring atau kenapa ada lubang-lubang menyerupai penyangga tiang di Candi Blandongan?
Sayangnya, pada musim hujan beberapa candi dan unur di Batujaya ini kerap terendam air.
Unur merupakan bukit-bukit sinusoidal dengan struktur menyerupai percandian, atau bagian dari percandian.
Baca Juga: Tebing Breksi: Destinasi Wisata di Yogyakarta yang Memiliki Tampilan Unik dan ntimainstream
Bahkan Situs Sumur sepenuhnya tenggelam, tak satu bongkah pun tersembul.
Menurut Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Serang, kalau tidak terendam air, akan terlihat ruang-ruang kosong di tengah Candi Serut ini, lalu ada penahan kayu memanjang.
Lalu, ada seperti pagar bergelombang, sekat-sekat yang mungkin untuk ruang-ruang biksu karena candi ini, kan untuk peribadatan.
Sekeliling candi ini masih terus digali untuk mengetahui luas seluruhnya.
Tiket masuk Candi Jiwa sendiri dibanderol Rp5 ribu per orang belum termasuk tiket parkir.
Selain dapat menikmati indahnya bangunan bersejarah tersebut, pengunjung juga dapat ilmu sekaligus sembari menikmati indahnya suasana hijau pesawahan di pinggiran Candi Jiwa.
Tidak ada aturan khusus yang mengatur kegiatan wisata di Candi Jiwa, tetapi sangat ditekankan agar pengunjung tidak merusak atau mencorat-coret artefak serta bangunan yang ada di kompleks candi tersebut.
Selain itu, pengunjung diminta dengan tegas untuk tidak membuang sampah sembarangan di area Candi Jiwa Karawang ini.***




