POJOKSATU.id - Menyantap gorengan sudah seperti tradisi saat berbuka puasa di Indonesia.
Selain kolak dan minuman manis, aneka camilan seperti tempe mendoan, bakwan, cireng, hingga risol mayo kerap jadi incaran pertama ketika azan Maghrib berkumandang.
Rasanya yang gurih dan renyah memang sulit ditolak. Namun, kebiasaan makan gorengan setiap hari saat berbuka kerap memunculkan kekhawatiran soal dampaknya bagi kesehatan.
Baca Juga: Rotasi 4 Pejabat Pemkot Bandung, Farhan Tekankan Reformasi Disnaker dan Tantangan Siber Diskominfo
Apalagi, tak jarang gorengan disantap lebih dulu sebelum makanan utama seperti nasi, lauk, sayur, dan buah.
Lantas, sebenarnya bagaimana efek makan gorengan setiap hari saat buka puasa?
Boleh Saja, Asal Tidak Berlebihan
Guru Besar Bidang Gizi Masyarakat dan Sumber Daya Keluarga IPB University Ali Khomsan mengatakan, tidak masalah mengonsumsi gorengan setiap hari saat berbuka puasa.
Baca Juga: Puasa Tanpa Sahur, Aman atau Berbahaya? Ini Penjelasan Dokter dan Risiko yang Perlu DIhindari
"Kontribusi gorengan yang dikonsumsi secara wajar tentu tidak akan menimbulkan hal-hal yang kurang baik bagi kesehatan," ujarnya.
Menurut Ali, dalam prinsip gizi, apa pun yang dikonsumsi secara berlebihan tetap bisa berdampak buruk bagi tubuh. Artinya, gorengan masih bisa dinikmati bersama takjil lain sebelum melaksanakan shalat Maghrib.
Setelah itu, barulah dianjurkan menyantap makanan berat bergizi seimbang yang terdiri dari nasi, sayur, lauk, dan buah untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian.
Baca Juga: 15 Kreasi Olahan Kurma yang Anti Bosan, dari Wedang Hangat sampai Bubur Ketan
Masalah muncul ketika gorengan dikonsumsi terlalu banyak hingga membuat seseorang kenyang lebih dulu dan kehilangan selera makan makanan utama.
"Orangnya sudah kenyang duluan sebelum dia makan. Itu yang membuat asupan gizi tidak seimbang ketika seseorang lebih cenderung mengurangi porsi makan besarnya tetapi gorengannya berlebihan," terang Ali.
Ia menambahkan, satu hingga dua buah gorengan relatif aman dan tidak akan terlalu memengaruhi selera makan.
Baca Juga: Kartu Prakerja 2026 Dipastikan Hoax! Kemnaker Resmi Ganti dengan Program Baru
Namun, jika lebih dari itu, ada kemungkinan perut terasa kenyang lebih cepat dan akhirnya asupan gizi utama justru berkurang.
Risiko Kesehatan Jika Terlalu Banyak
Mengonsumsi gorengan dalam jumlah besar setiap hari saat berbuka bukan hanya mengganggu keseimbangan gizi, tetapi juga meningkatkan risiko berbagai penyakit.
Berikut beberapa potensi bahaya makan gorengan berlebihan saat buka puasa:
Baca Juga: Angkat Warisan Kuliner Deli, Grand Cityhall Medan Suguhkan 8 Siklus Menu Ramadan
1. Kelebihan berat badan
Makanan yang digoreng menyerap lemak dari minyak, sehingga kandungan kalorinya menjadi lebih tinggi. Semakin tinggi asupan kalori, semakin besar risiko mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.
Lemak trans dalam gorengan juga dapat memengaruhi hormon yang mengatur nafsu makan dan penyimpanan lemak, sehingga berat badan lebih mudah naik.
2. Risiko penyakit kardiovaskular
Gorengan mengandung lemak jenuh dan lemak trans yang bisa meningkatkan kadar kolesterol darah. Kolesterol tinggi menjadi salah satu pemicu penyakit jantung koroner, serangan jantung, dan stroke.
Baca Juga: Beasiswa Astra 2026 Dibuka! Kuliah Gratis 100 Persen di AstraTech, Dapat Uang Saku dan Asrama
Selain itu, obesitas akibat konsumsi gorengan berlebihan juga menjadi faktor risiko utama penyakit jantung.
3. Risiko diabetes tipe 2
Banyak gorengan dilapisi tepung tinggi kalori dan karbohidrat sederhana. Konsumsi lemak berlebih dapat meningkatkan risiko resistensi insulin yang berujung pada diabetes tipe 2.
Bahkan, kebiasaan makan gorengan sebelum hamil disebut dapat meningkatkan risiko diabetes gestasional pada wanita.
Baca Juga: Estimasi TPG Cair 24–27 Februari, Apa yang Harus Dilakukan Jika TPG Belum Masuk Hingga Akhir Bulan?
4. Risiko kanker
Proses menggoreng pada suhu tinggi dapat menghasilkan zat akrilamida. Jika dikonsumsi terlalu sering dan dalam jumlah banyak, zat ini diduga berkontribusi pada peningkatan risiko beberapa jenis kanker, termasuk kanker ovarium.
Selain itu, lemak trans juga berpotensi meningkatkan peradangan dalam tubuh, yang menjadi salah satu faktor risiko kanker.
Kunci Utamanya Tetap pada Porsi
Berbuka dengan gorengan sebenarnya bukan hal yang tabu. Yang perlu diperhatikan adalah jumlah dan keseimbangannya dengan makanan lain.
Satu atau dua potong gorengan mungkin masih aman untuk memanjakan lidah setelah seharian berpuasa. Namun, jangan sampai camilan ini menggantikan peran makanan utama yang lebih lengkap gizinya. ***




