POJOKSATU.id, SETIAP 17 Agustus, masyarakat Indonesia tak hanya merayakan Hari Kemerdekaan dengan lomba panjat pinang atau makan kerupuk.

Namun, di berbagai daerah, ada tradisi khas yang telah berlangsung turun-temurun dan menjadi identitas budaya sekaligus simbol kebersamaan.

Tradisi-tradisi ini memperkaya cara bangsa Indonesia memperingati kemerdekaan, sekaligus menunjukkan keragaman budaya Nusantara.

Baca Juga: KUMPULAN SOAL Prakarya Kelas 7 SMP Semester Ganjil, Latihan Seru untuk Asah Kreativitas dan Pengetahuanmu

1. Pacu Kude, Aceh Tengah

Di Tanah Gayo, Aceh Tengah, terdapat pacuan kuda tradisional yang disebut Pacu Kude.

Tradisi ini sudah berlangsung sejak masa kolonial dan mulai dijadikan bagian peringatan HUT RI sejak 1956.

Lomba kuda ini bukan sekadar hiburan, melainkan juga simbol perjuangan dan semangat rakyat Gayo.

Suasana meriah selalu menyelimuti arena pacuan, dengan sorakan penonton dan semangat para joki muda yang menunggang tanpa pelana.

Baca Juga: Meriah! BNI wondrX 2025 Gaet Puluhan Ribu Pengunjung dan Transaksi Fantastis Rp2,5 Triliun

2. Lomba Sampan Layar, Batam

Di Kepulauan Riau, khususnya Batam, masyarakat merayakan kemerdekaan dengan Lomba Sampan Layar.

Tradisi yang dimulai pada 1965 ini menampilkan perahu layar berwarna-warni yang menghiasi laut, menarik perhatian warga hingga turis mancanegara.

Laut dipenuhi layar besar yang bergerak anggun ditiup angin, menjadi simbol semangat kebebasan dan kebersamaan.

3. Telok Abang, Palembang

Masyarakat Palembang punya tradisi unik bernama Telok Abang. Anak-anak biasanya mendapat mainan dari gabus berbentuk kapal, pesawat, atau kereta api yang dihiasi telur rebus berwarna merah.

Tradisi ini merekatkan rasa cinta tanah air dengan cara sederhana dan penuh warna.

Hingga kini, Telok Abang masih menjadi bagian dari perayaan rakyat yang tak pernah kehilangan pesonanya.

Baca Juga: Tenggat Waktu Tinggal Hitungan Hari, Masih Banyak Pemda Kesulitan Usulkan Honorer jadi PPPK Paruh Waktu, Ini Alasannya!

4. Lomba Dayung Jukung, Banjarmasin

Di Kalimantan Selatan, tepatnya di Banjarmasin, HUT RI diramaikan dengan Lomba Dayung Jukung.

Jukung adalah perahu tradisional Banjar yang dipacu di sungai. Tradisi ini sudah berlangsung lama dan selalu menyedot perhatian masyarakat.

Deru teriakan penonton dan kecepatan kayuhan mendebarkan membuat suasana sungai semakin semarak.

5. Obor Estafet, Semarang

Di Semarang, Jawa Tengah, ada lomba Obor Estafet yang sudah digelar puluhan tahun.

Peserta berlari membawa obor secara bergantian, melambangkan semangat perjuangan yang tak pernah padam dari generasi ke generasi.

Malam Semarang pun terasa berbeda saat cahaya obor menyala beriringan sepanjang jalan yang dilalui.

Baca Juga: Bupati Landak Karolin soal Oknum ASN Merokok saat Upacara 17 Agustus: Akan Disanksi

6. Barikan dan Tirakatan, Jawa

Di Malang, Jawa Timur, ada tradisi Barikan, yaitu doa bersama, renungan, dan makan bersama pada malam 16 Agustus.

Sementara di Jawa Tengah dan Yogyakarta dikenal Tirakatan, malam renungan dengan doa, pengajian, hingga pembacaan puisi.

Keduanya merepresentasikan rasa syukur dan penghormatan kepada para pejuang. Dalam suasana penuh khidmat, warga merasakan kebersamaan yang tulus.

7. Sepak Bola Durian, Jawa

Di Kebumen (Jateng) dan Cirebon (Jabar), ada tradisi Sepak Bola Durian. Buah berduri ini dijadikan bola, sehingga hanya orang-orang tertentu yang berani ikut.

Walau unik dan ekstrem, tradisi ini selalu menarik perhatian warga. Gelak tawa dan teriakan penonton menjadi bumbu meriah dalam tradisi nyeleneh ini.

Baca Juga: Sri Mulyani Sebut Guru Beban Negara, Begini Pernyataan dan Respons Pakar Pendidikan

8. Pawai Jampana, Bandung

Warga Bandung memiliki Pawai Jampana, arak-arakan tandu berisi hasil bumi dan makanan.
Setelah diarak, isi jampana dibagikan kepada warga sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur.

Jalan-jalan kota berubah jadi pesta rakyat dengan warna-warni dekorasi jampana dan riuh musik pengiring.

9. Peresean, Lombok

Di Lombok, Nusa Tenggara Barat, terdapat tradisi Peresean, yaitu pertarungan antar laki-laki Sasak menggunakan tongkat rotan dan perisai kulit kerbau.

Tradisi ini bukan sekadar adu fisik, tetapi mencerminkan jiwa ksatria dan sportivitas. Pertunjukan ini selalu memikat wisatawan karena selain memacu adrenalin, juga sarat makna budaya.

Baca Juga: Pemaing Asing Kedua PSMS Musim Ini, Ayam Kinantan Resmi Gaet Vitor 'Barata' Freitas Eks Playmaker Persibo Bojonegoro

10. Karapan Kambing, Lumajang

Di Lumajang, Jawa Timur, masyarakat merayakan HUT RI dengan Karapan Kambing. Dua ekor kambing dipacu oleh pemiliknya layaknya karapan sapi.

Tradisi unik ini membuat suasana kemerdekaan semakin meriah. Sorakan warga yang mendukung kambing andalan mereka menambah keseruan lomba khas pedesaan ini.

Tradisi-tradisi tersebut memperlihatkan bahwa perayaan kemerdekaan Indonesia bukan hanya identik dengan lomba sederhana di kampung, tetapi juga sarat makna, filosofi, dan pelestarian budaya lokal.

Ikuti berita-berita terbaru melalui web kami Pojoksatu di aplikasi berikut;

Versi Android

Versi iOS

Channel Whatsapp

Fanpage Edugov

Dari Aceh hingga Lombok, setiap daerah punya cara khas untuk merayakan 17 Agustus, meneguhkan bahwa kemerdekaan adalah milik seluruhbangsa. ***