POJOKSATU.id — Bencana alam dapat terjadi tanpa banyak waktu untuk bersiap.

Banjir, gempa bumi, kebakaran, hingga erupsi gunung api tidak hanya berisiko mengganggu aktivitas, tetapi juga dapat menimbulkan pengeluaran mendadak.

Dalam situasi tersebut, kesiapan finansial menjadi salah satu hal yang tidak kalah penting.

Dana darurat dapat membantu memenuhi kebutuhan ketika seseorang harus melakukan evakuasi, kehilangan sumber penghasilan sementara, atau menghadapi biaya tak terduga.

Menyiapkan dana darurat pun tidak harus dilakukan sekaligus dalam jumlah besar.

Baca Juga: Viral Ternyata Purbaya Sudah Diramal cuma Setahun jadi Menkeu Tepat 14 September, Orang Lurus di Tengah Orang-orang Bengkok

Kebiasaan menyisihkan uang secara rutin dapat menjadi langkah awal untuk membangun cadangan finansial.

Berikut sejumlah tips menyiapkan dana darurat yang dapat dipertimbangkan untuk menghadapi kondisi bencana.

1. Tentukan target dana darurat
Langkah pertama adalah menghitung kebutuhan pokok dalam satu bulan.

Setelah itu, tentukan target dana darurat berdasarkan kondisi keuangan dan jumlah tanggungan.

Tidak perlu memaksakan diri mengumpulkan dana dalam jumlah besar dalam waktu singkat.

Baca Juga: Perlunya Reformasi Bea Cukai dan Penerimaan Negara, Cegah Berkurangnya Kemampuan Biayai Pembangunan

Target tersebut dapat dicapai secara bertahap dengan menyisihkan uang secara rutin.

2. Pisahkan dana darurat dari uang sehari-hari
Dana darurat sebaiknya tidak dicampur dengan rekening yang biasa digunakan untuk kebutuhan harian.

Pemisahan ini dapat membantu mengurangi risiko dana terpakai untuk pengeluaran yang sebenarnya masih bisa ditunda.

Pilih tempat penyimpanan yang mudah diakses ketika benar-benar dibutuhkan, tetapi tetap aman dan tidak terlalu mudah digunakan untuk keperluan konsumtif.

3. Sisihkan uang secara rutin
Membangun dana darurat membutuhkan konsistensi. Setiap menerima penghasilan atau uang saku, sisihkan sejumlah uang sesuai kemampuan.

Baca Juga: Ketua Komisi XI Misbakhun Berhak Membantah, Tetapi Bukan Berarti Informasi Berhenti Diperiksa

Nominalnya tidak harus besar. Yang terpenting adalah dilakukan secara rutin sehingga dana cadangan dapat bertambah dari waktu ke waktu.

4. Siapkan dana untuk kebutuhan evakuasi
Ketika bencana terjadi, seseorang mungkin harus meninggalkan rumah dalam waktu singkat.

Kondisi tersebut dapat menimbulkan biaya tambahan yang sebelumnya tidak ada dalam anggaran.

Dana darurat dapat dipersiapkan untuk kebutuhan seperti transportasi, makanan, air minum, komunikasi, hingga tempat tinggal sementara apabila diperlukan.

5. Sediakan uang tunai secukupnya
Dalam kondisi tertentu, layanan perbankan atau sistem pembayaran digital dapat mengalami gangguan akibat listrik padam maupun kerusakan jaringan.

Baca Juga: Terkait Temuan Jenazah di Pulau Enggano, Polisi Cocokan Data DNA Keluarga Jurnalis dan Kru Kapal

Karena itu, memiliki uang tunai secukupnya dapat menjadi bagian dari persiapan menghadapi keadaan darurat.

Namun, tidak perlu menyimpan seluruh dana darurat dalam bentuk uang tunai.

6. Buat daftar pengeluaran prioritas
Sebelum kondisi darurat terjadi, buat daftar kebutuhan yang harus diprioritaskan.

Misalnya makanan, air minum, obat-obatan yang diperlukan, transportasi, komunikasi, dan tempat tinggal sementara.

Daftar tersebut dapat membantu penggunaan dana menjadi lebih terarah ketika berada dalam situasi penuh tekanan.

7. Amankan dokumen dan informasi keuangan
Kesiapan menghadapi bencana tidak hanya berkaitan dengan uang.

Dokumen penting seperti identitas diri, informasi rekening, dan dokumen asuransi juga perlu diamankan.

Simpan salinan dokumen penting di lokasi yang aman dan pastikan informasi yang diperlukan dapat diakses ketika kondisi darurat terjadi.

Baca Juga: Tak Baca Pidato Tertulis, Sambutan Purbaya Usai Sertijab Menkeu 30 Detik, Saya Ngomong Pendek Saja

8. Evaluasi dana secara berkala
Kebutuhan seseorang dapat berubah seiring waktu. Oleh karena itu, jumlah dana darurat sebaiknya dievaluasi secara berkala.

Jika pengeluaran bulanan meningkat atau terdapat tambahan tanggungan, target dana darurat juga dapat disesuaikan.

Pada akhirnya, mempersiapkan dana darurat merupakan bagian dari kesiapsiagaan menghadapi kondisi yang tidak terduga.

Tidak perlu menunggu memiliki penghasilan besar untuk mulai menabung.

Dengan menyisihkan uang secara rutin dan menentukan prioritas kebutuhan, cadangan finansial dapat menjadi salah satu penopang ketika bencana mengharuskan seseorang mengeluarkan biaya di luar rencana.***