POJOKSATU.id – Mata kerap dijuluki sebagai jendela dunia karena diyakini mampu mencerminkan berbagai aspek dalam diri seseorang, mulai dari emosi hingga karakter.
Menariknya, sebuah penelitian juga menemukan adanya hubungan antara ukuran pupil mata dan kemampuan kognitif seseorang.
Meski demikian, ukuran pupil bukanlah alat untuk mengukur tingkat Intelligence Quotient (IQ) secara langsung.
Para peneliti menegaskan bahwa kecerdasan manusia jauh lebih kompleks dan tidak bisa disimpulkan hanya dari penampilan fisik.
Sebuah studi yang dilakukan peneliti dari Georgia Institute of Technology pada 2016 mencoba mengungkap keterkaitan tersebut.
Penelitian melibatkan hampir 500 orang dewasa berusia 18 hingga 35 tahun yang mengikuti serangkaian tes kemampuan berpikir.
Dalam penelitian tersebut, para peserta lebih dulu diminta menatap layar kosong selama beberapa menit.
Selama proses itu, peneliti menggunakan alat pelacak mata elektronik untuk mengukur ukuran pupil saat kondisi istirahat.
Hasilnya menunjukkan bahwa peserta yang memiliki ukuran pupil dasar lebih besar cenderung memperoleh nilai lebih tinggi dalam sejumlah tes kognitif.
Salah satu penulis penelitian, Jason Tsukahara, mengatakan bahwa peserta dengan pupil lebih besar pada masa pengukuran awal umumnya menunjukkan performa yang lebih baik dalam berbagai pengujian kemampuan berpikir.
Tes yang diberikan tidak hanya mengukur kecerdasan umum, tetapi juga menilai kecerdasan fluid, kapasitas memori kerja, serta kemampuan mengendalikan perhatian.
Ketiga aspek tersebut dinilai penting dalam menyelesaikan masalah sehari-hari.
Penelitian ini tidak berfokus pada kemampuan menghafal atau pengetahuan akademis.
Dengan kata lain, yang diamati adalah kemampuan seseorang dalam memproses informasi dan mengambil keputusan, bukan sekadar banyaknya informasi yang dimiliki.
Mengapa Ukuran Pupil Bisa Berkaitan dengan Kemampuan Berpikir?
Peneliti menduga hubungan tersebut berkaitan dengan lokus coeruleus, yaitu bagian otak yang mengatur pelepasan hormon norepinefrin.
Bagian otak ini berperan penting dalam mengendalikan perhatian, persepsi, memori, serta kesiapan otak saat menerima informasi baru.
Aktivitas lokus coeruleus juga memengaruhi perubahan ukuran pupil.
Menurut para peneliti, individu yang memiliki ukuran pupil lebih besar saat kondisi istirahat diduga memiliki regulasi aktivitas pada area tersebut yang lebih optimal sehingga mendukung fungsi kognitif.
Meski begitu, hubungan yang ditemukan masih berupa korelasi, bukan hubungan sebab akibat.
Artinya, ukuran pupil yang besar tidak otomatis menunjukkan seseorang memiliki IQ tinggi.
Bukan Pengganti Tes IQ
Peneliti menekankan bahwa hasil penelitian ini tidak bisa dijadikan dasar untuk menilai kecerdasan seseorang hanya dengan melihat matanya.
Faktanya, masih banyak individu dengan kemampuan intelektual tinggi yang memiliki ukuran pupil lebih kecil.
Sebaliknya, ukuran pupil juga dapat berubah akibat berbagai faktor lain, seperti intensitas cahaya, kondisi emosional, penggunaan obat tertentu, hingga kondisi kesehatan.
Dalam penelitian tersebut, selisih ukuran pupil antara kelompok dengan kemampuan kognitif tinggi dan rendah rata-rata hanya sekitar satu milimeter.
Jason Tsukahara menjelaskan bahwa keterkaitan yang ditemukan tampaknya lebih erat dengan kemampuan mengendalikan perhatian dan kecerdasan dalam memproses informasi dibandingkan kapasitas memori kerja semata.
Meski masih memerlukan penelitian lanjutan untuk memperkuat temuan tersebut, studi ini menunjukkan bahwa mata dan otak memiliki hubungan yang jauh lebih kompleks daripada yang selama ini dipahami.
Kecerdasan seseorang tetap paling akurat dinilai melalui pengukuran psikologis yang komprehensif, bukan hanya dari ukuran pupil mata.***




