POJOKSATU.id – Malam Lailatul Qadar merupakan malam yang paling dinantikan oleh umat Islam selama bulan Ramadan.
Malam ini disebut dalam Al-Qur’an sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan, sehingga ibadah yang dilakukan pada malam tersebut memiliki pahala yang sangat besar.
Meskipun waktu pastinya dirahasiakan oleh Allah SWT, banyak ulama meyakini bahwa malam ke-27 Ramadan adalah waktu yang paling kuat kemungkinan terjadinya Lailatul Qadar.
Namun demikian, umat Islam tetap dianjurkan untuk mencari malam tersebut pada sepuluh malam terakhir Ramadan, khususnya pada malam-malam ganjil.
Keyakinan Ulama tentang Malam ke-27 sebagai Lailatul Qadar
Terdapat beberapa dalil dan pendapat ulama yang mendukung keyakinan bahwa malam ke-27 Ramadan adalah malam Lailatul Qadar.
Salah satunya berasal dari sahabat Nabi SAW, Ubay bin Ka’ab, yang bersumpah bahwa Lailatul Qadar terjadi pada malam ke-27 Ramadan.
Ia menyebutkan bahwa Rasulullah SAW memberikan beberapa tanda terkait malam tersebut, seperti suasana malam yang tenang, cahaya bulan yang tampak lebih terang, serta udara yang terasa sejuk dan nyaman.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Buka Puasa Bersama HMI–KAHMI, Tegaskan Penguatan Identitas Bangsa dan Budaya Sunda
Selain itu, terdapat hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar RA yang menyebutkan sabda Rasulullah SAW:
“Siapa saja yang berupaya untuk mendapati Lailatul Qadar, hendaklah ia berupaya untuk mendapatkannya pada malam ke-27.”
Keyakinan ini juga diperkuat oleh pengalaman dan amalan para ulama terdahulu yang banyak merasakan keberkahan pada malam tersebut. Meski demikian,
Rasulullah SAW tetap menganjurkan umat Islam untuk mencari Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir Ramadan, terutama malam-malam ganjil seperti malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29.
Baca Juga: Sangare, Manchester United Siapkan Tawaran Rp1 Triliun untuk Pengganti Casemiro
Keutamaan Malam Lailatul Qadar
Allah SWT menjelaskan keutamaan malam Lailatul Qadar dalam Surah Al-Qadr. Berikut beberapa keistimewaan malam yang penuh kemuliaan ini.
-
Lebih Baik dari Seribu Bulan
Setiap amal ibadah yang dilakukan pada malam Lailatul Qadar memiliki nilai yang lebih baik dibandingkan ibadah selama seribu bulan. -
Malam Turunnya Al-Qur'an
Lailatul Qadar merupakan malam ketika Al-Qur’an pertama kali diturunkan dari Lauh Mahfudz ke Baitul Izzah di langit dunia sebelum kemudian diwahyukan secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW. -
Turunnya Malaikat dengan Kedamaian
Pada malam ini para malaikat turun ke bumi membawa rahmat, keberkahan, dan ketenangan bagi orang-orang yang beribadah kepada Allah SWT. -
Pengampunan Dosa
Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa siapa pun yang beribadah pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah SWT, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.
Baca Juga: Mulai 28 Maret 2026, Anak di Bawah 16 Tahun Tak Bisa Punya Akun Medsos
Tanda-Tanda Malam Lailatul Qadar
Beberapa riwayat menyebutkan tanda-tanda yang dapat dirasakan ketika malam Lailatul Qadar terjadi.
Di antaranya malam terasa sejuk dan damai, tidak terlalu panas maupun dingin. Cahaya bulan tampak lebih terang dibandingkan malam biasanya.
Pada pagi harinya, matahari terbit dengan cahaya yang lembut dan tidak menyilaukan. Suasana malam juga terasa lebih tenang dan penuh ketenangan.
Namun tanda-tanda tersebut biasanya hanya dirasakan oleh mereka yang benar-benar menghidupkan malam tersebut dengan ibadah dan keikhlasan.
Amalan yang Dianjurkan pada Malam Lailatul Qadar
Untuk mendapatkan keberkahan malam yang mulia ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak berbagai ibadah.
Salat malam atau qiyamul lail seperti salat tahajud dan salat witir menjadi amalan utama untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Selain itu, memperbanyak membaca Al-Qur’an juga sangat dianjurkan karena memiliki keutamaan yang besar pada malam tersebut.
Baca Juga: Donald Trump Sebut Perang Lawan Iran Cukup Rumit, Larang Pasukan Kurdi Terlibat Membantu
Umat Islam juga dianjurkan memperbanyak zikir dan doa. Salah satu doa yang dianjurkan untuk dibaca pada malam Lailatul Qadar adalah:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
“Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni.”
Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan mencintai ampunan, maka ampunilah aku.”
Selain itu, bersedekah pada malam ini juga sangat dianjurkan karena pahalanya jauh lebih besar dibandingkan sedekah pada malam-malam lainnya.
Baca Juga: 8 Rekomendasi Sandal Lebaran 2026 yang Nyaman Dipakai Seharian, Tetap Stylish Saat Silaturahmi
Meskipun banyak ulama meyakini bahwa malam ke-27 Ramadan merupakan malam Lailatul Qadar, umat Islam tetap dianjurkan untuk mencari malam tersebut di seluruh sepuluh malam terakhir Ramadan, khususnya pada malam-malam ganjil.
Dengan memperbanyak ibadah, berdoa, dan memohon ampunan kepada Allah SWT, diharapkan umat Islam dapat meraih keberkahan serta pengampunan dosa pada malam yang penuh kemuliaan tersebut. ***




